Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan Jatim, Khilafah adalah Kewajiban dan kebutuhan Umat Saat Ini

Pasuruan, (shautululama) – Sabtu, 7 Desember 2019, bertempat di Musholla “DARUL HIJRAH” Pasuruan, alhamdulillah telah terselenggara acara MULTAQO ULAMA’ ASWAJA PASURUAN yang dimulai pukul: 19.30.

Acara ini dipandu oleh Gus Huda Adlany, S. Ag. diawali dengan pembacaan do’a istighosah yang dipimpin oleh Al Mukarrom Gus Rohib Bashri.

Dalam kesempatan yang mulia tersebut Shohibul fadhilah Al Mukarrom kyai Romli Abulwafa selaku shohibut bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim Ulama’, Kiyai, Ustadz, tokoh masyarakat, serta para jama’ ah, yang hadir pada acara tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa, Penghinaan terhadap baginda Nabi SAW itu bisa terhadap diri pribadi Rasulullah Saw. dan bisa terhadap sunnahnya, yaitu syariat Islam yang dibawanya. Penghinaan terhadap diri Nabi SAW sanksinya adalah hukum mati. Sedang penghinaan terhadap sunnahnya itu bisa dengan menolak dan mengingkari perintah dan larangannya, maka hukumnya murtad / kafir, terkatagori dosa yang sangat besar, dan sanksinya bisa hukuman mati.

Termasuk penghinaan terhadap sunnahnya adalah menolak dan mengingkari kewajiban menegakkan sistem khilafah, sunnah Alkhulafâ’ Arrôsyidîn Almahdiyyîn, dimana dalam hadits ‘Irbadh, Nabi SAW bersabda: “Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah Alkhulafâ’ Arrôsyidîn Almahdiyyîn. Gigitlah sunnah itu dengan gigi-gigi geraham”.

Nabi SAW juga melarang kebalikan dari khilafah sebagai sunnah Alkhulafâ, yaitu dengan sabda berikutnya: “Dan jauhilah oleh kalian segala sesuatu (dari urusan agama) yang baru diadakan. Karena setiap yang baru diadakan itu bid’ah dan setiap bid’ah itu di neraka”.

Itu menunjukan bahwa kewajiban menegakkan khilafah itu sudah final tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena disamping sudah diperintahkan dan kebalikannya juga sudah dilarang oleh Nabi SAW. Kebalikan sistem khilafah saat ini adalah sistem demokrasi, teokrasi, republik, kerajaan, komunis dan sosialis, semuanya haram diterapkan”, tegas beliau.

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Gus Rohibni menyampaikan bahwa ummat harus segera sadar bahwa menegakkan khilafah islamiyah yang menjadi penjaga islam, dan kaum muslimin, menjaga kehormatan baginda Nabi Saw. Serta institusi yang akan mampu menerapkan hukum syariah islam secara keseluruhan (kaffah), disamping merupakan kewajiban juga merupakan kebutuhan ummat saat ini. Harus senantiasa diperjuangkan secara istiqomah”, tegas beliau”

Shohibul fadhilah al mukarrom Ustadz Muslim Zainulloh menegaskan bahwa pelecehan terhadap diri Rasulullah Saw tidak henti-hentinya dilakukan oleh orang-orang yang benci dengan kebangkitan Islam dan kaum muslimin, belum selesai pelecehan yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri dimana dia membandingkan Rasulullah Saw dengan bapaknya, muncul kasus berikut yaitu penistaan yang dilakukan oleh Muwafiq dengan kata-katanya antara lain: Rasulullah Saw dikatakan rembes, dia juga bilang andai saja di Mekah ada pohon jambu, maka Nabi Muhammad masa kecilnya “nyolong jambu”, berikutnya dia bilang tidak masuk akal anak usia 9 tahun dinikahi orang umur 50 tahun bahagia dan gembira.

Beberapa habaib, alim ulama, pondok pesantren sudah mengeluarkan pernyataan atas penghinaan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. mereka semua mengecam atas penghinaan ini dan menyuruh kepada pelakunya agar bertaubat dan bersyahadat ulang.

Pelecehan ini terus terjadi karena tidak adanya institusi yang bisa memberikan sanksi yang membawa efek zawajir dan jawabir artinya memberikan pelajaran bagi yang lainnya dan sebagai penebus dosa atas pelakunya, institusi itu adalah Khilafah Islamiyyah.

Jadi menurut beliau, penghina Nabi Muhammad Saw. Wajib bertaubat dan dihukum.

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Kiyai Muhammad Bajuri menyampaikan bahwa sudah sepantasnya kaum muslimin marah terhadap bentuk bentuk penghinaan terhadap Baginda Nabi Muhammad Saw. Namun karena ketiadaan institusi pelaksana syariah yakni institusi khilafah, maka segala bentuk pelecehan dan penghinaan kepada islam dan baginda Nabi Muhammad Saw.

Belum bisa diselesaikan secara tuntas, oleh karenanya mewujudkan khilafah harus menjadi prioritas utama, dalam perjuangan ini. Sehingga islam mampu dilaksanakan secara kaffah serta menghukum mati kepada para penghina nabi Muhammad Saw.

Acara ini juga dihadiri oleh :
1. Kiyai Muhammad Bajuri, S. Pd. I
2. Gus Rohibni Bashri
3. Gus Fauzan Bashri
4. Gus Faruq Bashri
5. Ust.Zainulloh, S. Pd.
6. Ust. Abul Wafa Romli
7. Ust. Abdul Aziz, S. Pd. I
8. Gus Huda Adlny, S. Ag. Serta masih banyak tokoh lainnya.

Acara diakhiri tepat pukul 21.30. dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al Mukarrom Gus Faruq Bashri, acara berjalan dengan baik dan lancar serta penuh kekeluargaan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *