Multaqa Ulama Aswaja Pantura Jawa Timur, Tindak Tegas OPM, Islam Kaffah Menyatukan Negeri

Pantura, Jatim (shautululama) – Puluhan ulama, kyai dan asatids aswaja Bojonegoro, Tuban dan Lamongan berkumpul dalam acara Multaqa Ulama Aswaja Pantura jawa Timur yang diadakan pada Ahad, 3 Januari 2021 yang bertepatan dengan 19 Jumadil Ula 1442 H yang mengangkat tema: Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Kedhaliman dan Terapkan Islam Kaffah.

Acara diawali dengan tilawah oleh al-Ustadz Edi, dilanjutkan dengan sambutan oleh shahibul hajah, KH. Mudhofir pengasuh MT Mafatihul Khairi Lamongan.

Selanjutnya adalah acara inti yakni serangkaian aqwal minal ulama yang diawali oleh Kyai Luqman Hakim, pengasuh Majlis Bulu Kidul Lamongan, yang menyampaikan tentang dakwah yakni amar maruf nahi munkar adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama para ulama dan keutamaan menyampaikan nasehat kepada pemimpin bahwa penerapan Islam kaffah adalah solusi fundamental problematika umat.

Kyai Didik Abdurrahman, pengasuh Majelis Cinta Al-Qur’an Bojonegoro, menegaskan bahwa ulama adalah garda terdepan dalam perjuangan perubahan hakiki menuju sistem Islam, khilafah.

Dimana perjuangan ini memiliki landasan syari’at yang kuat, seraya mengingatkan bahwa secara historis, nusantara adalah bagian dari negeri Islam dan Khilafah Islamiyah.

Beliau selanjutnya mengajak kepada ulama yang lain agar merapatkan barisan serta turut berjuang bersama-sama, bersatu dalam satu barisan dakwah.

Demikianlah bagaimana Islam mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan umat atas dasar aqidah, bahkan wilayahpun harus dalam satu kesatuan.

Islam mengharamkan pemisahan wilayah atau sparatisme. Maka gerakan separatis semacam OPM di Papua yang ingin melepaskan diri dari bumi nusantara ini harus segera ditindak, tegas Kyai Agus Budi, ulama Aswaja Tuban.

Jika ditarik benang merahnya, aneka persoalan umat di negeri ini khususnya adalah diterapkannya ideologi kapitalis demokrasi sekular, yang menghasilkan banyak pemimpin yang tidak taat syariat, korup, dhalim, tidak amanah kepada rakyat, dan lebih mementingkan oligarki asing dan aseng, seperti disahkannya UU Omnibus Law, UU Minerba, RUU Minuman Beralkohol, RUU BPIP, dan lain-lain.

Termasuk juga kriminalisasi ajaran Islam dan persekusi terhadap para ulama.

Demikianlah yang disampaikan Gus Shohibul Huda, pengasuh PP Ribathul Muslimin Blimbing Lamongan.

Persoalan bangsa ini makin bertambah berat dengan mewabahnya pandemi Covid-19. Kyai Fathurrahman, pengasuh MTI Darul Falah Brondong Lamongan menjelaskan bahwa wabah Covid 19 menunjukkan kegagalan ideologi kapitalis-demokrasi, komunisme dan konsep negara bangsa dalam mengurus rakyatnya.

Hanya Islam satu-satunya harapan untuk masa depan dunia pasca pendemi covid 19. Sudah saatnya Islam memimpin dunia seraya meninggalkan ideologi gagal kapitalisme-demokrasi dan mencampakkan ideologi brutal komunisme.

Dengan demikian kembali kepada sistem Islam yang penuh dengan rahmat merupakan sebuah keniscayaan yakni sistem Islam yang menerapkan seluruh syariat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah.

Di penghujung multaqa ini, dibacakan pernyataan sikap dan nasehat ulama aswaja Pantura Jawa Timur yang disampaikan oleh KH. Drs. Suparno Efendi Hamdani, ketua Forum Tokoh Umat Bojonegoro yang secara garis besarnya adalah:
1.Agar meninggalkan sekulerisme, prinsip pemisahan agama dengan kehidupan yang menjadi dasar ideologi kapitalisme-demokrasi.

2. Tolak sistem kapitalisme-demokrasi yang terbukti gagal mensejahterakan bangsa kita, gagal menyelesaikan problem multidimensional bangsa kita, gagal menjaga keutuhan wilayah negeri kita. Demokrasi juga melahirkan rezim sekuler radikal anti Islam, melahirkan pemimpin dan undang-undang zhalim.

3.Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan, maka tolak sparatisme Papua dan segala macam bentuk sparatisme lainnya.

4. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwwah.

Setelah pembacaan pernyataan sikap ulama tersebut, multaqa ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh al-Mukarram KH. Syamsul Hadi selaku pimpinan PP. Hidayatul Mubtadiin Balen Bojonegoro.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …