Multaqa Ulama Aswaja Pamekasan Madura, “Stop Kriminalisasi Ajaran Islam dan Ulama”

Pamekasan, Madura, (shautululama) – Pemilu telah usai, namun persekusi, kriminalisasi terhadap Islam belum selesai. Ulama dan para aktivis Islam masih mengalami perlakuan dzalim dari penguasa negeri, begitu pula dengan ajaran Islam dan simbol-simbol Islam. Ini menunjukkan bahwa sentimen anti Islam terjadi tidak hanya saat pemilu saja, sampai saat ini pun masih berlangsung.

Keadaan yang memprihatinkan ini, mendorong ulama Aswaja Pamekasan menggelar Multaqo Ulama Ahlussunah Wal Jamaah pada hari Kamis, 29 Agustus 2019.

Dihadiri oleh sekitar 30 kyai, asatidz, ulama, dan tokoh dari sekitar Pamekasan dan Sampang, Multaqo kali ini mengambil tema Tolak Kriminalisasi Terhadap Ulama.

Disampaikan dalam pertemuan tersebut, bahwa musibah yang menimpa pada agama, di antaranya ketika agama Islam, ajaran Allah, ajaran Rasulullah tidak diajarkan lagi, tidak diterapkan lagi; apabila ummat Nabi Muhammad SAW atau manusia seluruhnya sudah berani merusak, merubah ajaran Islam, dan ketika umat mulai berani melecehkan ulama, atau berani tidak menghormati ulama.

Para ulama khawatir, jika persekusi, kriminalisasi terhadap ulama ini dibiarkan atau tidak dihentikan, maka akan semakin banyak ulama yang dikriminalisasi hanya karena mengoreksi penguasa atau ingin mengajak umat kembali menerapkan ajaran Islam, sebagaimana yang terbaru menimpa Ustadz Abdus Somad. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita melakukan pembelaan, memberikan dukungan terhadap ulama.

Tidak hanya itu, dalam pertemuan yang dilingkupi rasa kekeluargaan tersebut, para ulama Aswaja Pamekasan dan Sampang bersepakat melakukan pembelaan dan memberikan dukungan yang luar biasa kepada KH Heru Elyasa, Ulama Aswaja Mojokerto. Dimana beliau sedang mengalami ujian, beliau ditahan oleh aparat penegak hukum di wilayahnya, dikarenakan beliau melakukan amar makruf nahi mungkar, dikarenakan dakwah yang beliau lakukan dalam mengajak umat agar kembali kepada ajaran Islam.

Acara yang penuh barokah ini diakhiri dengan doa, foto bersama, dan ramah tamah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *