Multaqa Ulama Aswaja Nganjuk Jatim, Tragedi Muslim India, Bukti Gagalnya Faham Nasionalisme

Nganjuk, Jatim (shautululama) – Ulama dan Tokoh Masyarakat yang berada di Kab. Nganjuk, mengadakan acara Multaqa Ulama, Jumat, 13 Maret 2020 di lereng Gunung Wilis. Tepatnya di Mushola Kyai Abdul Fattah Ngetos, Nganjuk. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka menyikapi peristiwa saudara muslim India yang sedang didzolimi oleh rezim India laknatullah.

Tema utama acara ini ialah membela umat islam India dan menyuarakan untuk bersama meninggalkan sekat-sekat nasionalisme dan berjuang menegakkan khilafah agar bisa termobilisasi jihad untuk membebaskan umat islam yang didzolimi tersebut.

Acara dimulai setelah sholat Isya’. Setelah dibuka dengan Ummul Quran oleh pembawa acara. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadz Danang.

Setelah selesai, shohibul hajah yakni Ustadz Taufik, memberikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Beliau menyampaikan bahwasannya sekarang ini umat berada pada titik kemerosotan, akibat kejumudan intelektualnya. Akibatnya umat islam mudah ditindas di berbagai belahan dunia.

Maka dari itu diadakannya multaqo seperti ini sangat penting untuk mencerahkan pemikiran umat. Selain itu juga bentuk tanggung jawab ulama agar umat dapat berfikir jernih dan mendasar.

Pada acara inti yakni Tausiyah disampaikan oleh Kyai Abdul Fattah dari Ngetos Nganjuk. Beliau menyampaikan bahwasanya telah sampai, berita tentang muslim India yang ditindas oleh Rezim India.

Permasalahan ini harus direspon oleh umat islam karena umat islam adalah satu tubuh, satu terdzolimi maka semuanya ikut merasakan sakitnya. Tapi, sungguh mengherankan saat ini, bahwa para pemimpin islam terutama di Indonesia tidak melakukan apa-apa untuk membela muslim india. Kondisi ini menurut beliau disebabkan oleh faham nasionalisme yang masih bercokol di benak umat. Karena bukan menimpa orang Indonesia maka, tidak ada kewajiban umat untuk melawan.

Oleh karena itu solusinya hanya satu, yakni tinggalkan nasionalisme dan tegakkan khilafah islam. Karena selama khilafah belum tegak masalah seperti ini tidak akan bisa tuntas, pembantaian kaum muslimin tidak bisa diatasi dengan tuntas.

Terakhir acara ditutup oleh beliau dengan doa bersama. Setelah itu peserta membubarkan diri dengan tertib dan para tokoh melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. []

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …