Multaqa Ulama Aswaja Mataraman-Kasepuhan, Rasulullah Berdoa Agar Diberi Kekuasaan yang Menolong

Ponorogo, Jatim (shautululama) – Kyai Ahmad Nadhif, Ulama Aswaja Ponorogo Jawa Timur, pada acara Multaqa Ulama Ahlu Sunnah Wal jamaah Mataraman Kasepuhan, (Ahad, 26/7/2020), berkenan memberikan nashihahnya untuk seluruh kaum muslimin dalan acara Multaqa Ulama Aswaja Mataraman, Jawa Timur.

Di saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau berdoa kepada Allah atas perintah Allah:

رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

“Ya Rabb masukanlah aku ke tempat masuk yang benar/baik (Madinah) dan keluarkan aku dari tempat keluar yang benar/baik (Makkah). Dan jadikankah bagiku dari sisi-Mu, kekuasaan yang selalu menolong”. (Surat Al-Isra’ 80)

وقال قتادة فيها: إن نبي الله صلى الله عليه وسلم علم أن لا طاقة له بهذا الأمر إلا بسلطان فسأل سلطانا نصيرا لكتاب الله ولحدود الله ولفرائض الله ولإقامة دين الله فإن السلطان رحمة من الله جعله بين أظهر عباده ولولا ذلك لأغار بعضهم على بعض فأكل شديدهم ضعيفهم

Qatadah berkata tentang ayat ini: “Sungguh Nabi Allah mengetahui bahwa tidak ada kekuatan baginya untuk menjalankan urusan ini (agama) kecuali dengan kekuasaan. Maka beliau meminta kepada Allah kekuasaan yang menjadi penolong
bagi kitab Allah, bagi hukum-hukum Allah, bagi kefardhuan Allah dan untuk menegakkan agama Allah. Karena sesungguhnya kekuasan itu adalah rahmat dari Allah yang Allah tetapkan di antara hamba-hamba Nya. Andaikata tidak ada kekuasan maka sebagian manusia akan menyerang sebagian yang lain. Akibatnya yang kuat akan memakan yang lemah”.

Rasulullah SAW sampain ke Kota Madinah dan mendapati para penolong dakwah. Shirah menuliskan bahwa ada seorang bangsawan dan pemuka kaumnya yakni Sa’ad bin Muad yang telah masuk Islam, menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah saw. Rasulullah kemudian dibaiat oleh orang-orang Muhajirin Makkah dan Anshor (Madina) untuk menjadi kepala negara yang wilayahnya di Madinah.

Beliau memerintah dengan Alqur’an, melayani masyarakat dengan Alqur’an, mempersatukan rakyat dengan berdasarkan wahyu kalimat laailaaha illallah, bukan dengan persamaan warna kulit. Beliau menghukum orang orang yang melanggar dengan Alqur’an. Masyarakat tunduk patuh dengan hukum Islam, dibawah pemerintahan Rasulullah para sahabat mendakwahkan Islam ke seluruh kawasan, negeri hingga ke Makkah al mukaromah.

Setelah beliau wafat kekuasaan dan pemerintahan dilanjutkan oleh para sahabatnya, Abu Bakar as Shidiq, Umar ibnul Khothob, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib karomallahu wajhah. Pengganti Rasul inilah disebut kholifah.

Wahai para Ahlu quwwah wal man’ah, raihlah kemuliaan sebagaimana Sa’ad bin Mu’ad, dengan menyerahkan kekuasaan kepada islam untuk ditegakkan khilafah. Ruh beliau disambut oleh para malaikat ketika wafat hingga langit bergemuruh. Itulah nashihat ulama muda asal Ponorogo Kyai Ahmad Nadhif.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …