Multaqa Ulama Aswaja Mataraman, Jatim: Ulama Siap Pimpin Umat Menuju Tegaknya Khilafah, Tinggalkan Kapitalisme dan Campakkan Komunisme

Kediri, Jatim (shautululama) – Ulama Aswaja Mataraman kembali menggelar multaqa secara daring sebagai bentuk ihtimam (perhatian) terhadap persoalan umat di negeri Indonesia tercinta. Multaqa Ulama Aswaja Mataraman dilaksanakan, Ahad, 26/7/2020, sejak pukul 08.00 hingga 11.00 melalui jaringan channel Youtube Multaqa Ulama Aswaja TV, Kasepuhan TV, Buliwali TV, Mataraman TV, dll.

Selain itu, multaqa ini juga dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi antara ulama, yang mana di masa pandemi corona ini, masih belum bisa bertemu secara langsung. Saling berbagi semangat dakwah dan selalu peduli terhadap urusan umat Islam, yang saat ini sedang menghadapi konspirasi dari orang-orang yang tidak menginginkan umat Islam bersatu dan jaya.

Selain dihadiri para alim ulama, pengasuh ponpes dan tokoh masyarakat di kawasan Mataraman, multaqa ulama aswaja Mataraman ini juga dihadiri undangan ulama pinunjul (terpilih) dari dari daerah Pantura, Kasepuhan, Pesisir Selatan, meliputi: Madiun, Kediri, Magetan, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, serta Ulama dari Blitar, dan Tulungagung

Rois Multaqa Kyai Anwar Sanusi, Magetan memimpin acara dengan diawali dengan pembacaan ayat suci AlQuran oleh Ustad Mashuri, M.EI dari Jombang. Selanjutnya, Rois Multaqa Kyai Anwar Sanusi mempersilakan Kyai Izzuddin sebagai shahibul hajah untuk menyampaikan sambutannya.

Sebagai shahibul hajah, Kyai Izzuddin, Pengasuh MT. Darul Hasanah Mojokerto Jawa Timur, menyampaikan bahwa pandemi corona telah menampakkan kelemahan negara-negara yang selama ini diklaim sebagai negara kuat, negara adidaya.

“Ketika pandemi corona terjadi, mereka tidak bisa melayani, tidak bisa merawat rakyatnya dengan baik. Kekayaan yang selama ini mereka banggakan hanya dikuasai oleh segelintir pemilik modal, sehingga negara tidak memiliki anggaran untuk membiayai rakyatnya yang tertimpa musibah ini”.

Lanjut beliau, akibatnya penguasa sangat abai terhadap urusan rakyatnya, hanya mementingkan kepentingan ekonomi dan kekuasaan mereka bersama kelompoknya.

“Coba kita perhatikan, di saat rakyat dalam ancaman wabah corona justru para politisi, anggota DPR, para penguasa malah sibuk membahas Undang-Undang Omibus Law, serta pembahas RUU HIP, setelah diprotes oleh masyarakat dan berganti menjadi RUU BPIP. Semua ini mereka lakukan bukan untuk kepentingan rakyat, tapi untuk kepentingan asing dan aseng sebagai tuan-tuan mereka. Sistem kapitalisme yang seperti ini jelas sangat mendholimi rakyat, sudah saatnya sistem yang merusak ini kita akhir”.

Para ulama menyampaikan nasehat kepada para penguasa, dan pemegang amanah di negeri ini menawarkan sistem islam, sistem khilafah sebagai solusi atas krisis multidimensi yang menimpa negeri ini. Karena hanya sistem islam, sebagai sistem dari Allah SWT dan yang telah diwariskan oleh Rasulullah Saw akan mampu memberikan rahmad bagi seluruh alam. Sebagaimana yang telah terjadi pada masa lalu yang diabadikan dalam sejarah keemasan islam dengan para khalifahnya selama lebih dari 13 abad.

“Kami mengajak semua lapiran masyarakat, para ulama, kyai, pemengang kekuasaan, para simpul-simpul umat untuk bersama-sama dengan ulama berjuang menegakkan khilafah, karena ini adalah kewajiban umat islam yang dijanjikan oleh Allah SWT dan merupakan bisyaroh (kabar gembira) dari Rasulullah Saw”, tutup Kyai Izzuddin mengakhiri sambutannya.

Hadir dalam multaqa ini antara lain para ulama sebagai berikut:
KH. Suhardi Anwar (FKU Aswaja Mojokerto Jawa Timur)
KH. Abah Muhajir (Pengasuh MT Al Hijrah Blitar Jawa Timur)
Kyai Imam Romli (Pengasuh Ponpes Pagergunung Magetan Jawa Timur)
Kyai Lukman Hakim, (Mubaligh Lamongan)
Abah Kyai Bajuri (Forum Komunikasi Ulama Aswaja Jombang Jawa Timur)
Kyai Sanusi (Pengasuh MT Baity Jannaty Tulungagung Jawa Timur)
Kyai Zuhdi (Pengasuh Ponpes Ar Rohmah Katikan Ngawi, Jawa Timur)
KH. Drs. Suparno Efendi Hamdani (Ketua Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat Peduli Ummat Bojonegoro Jawa Timur)
Kyai Ahmad Nadhif (FKU Aswaja Ponorogo Jawa Timur)
KH. Dr. Rejono (Dosen STAIM Lamongan Jawa Timur)
Kyai Abdul Hadi (Pengasuh Kajian Tafsir Al Wa’ie Jombang Jawa Timur)
KH. Abah Muhajir (Pengasuh Al Hijrah Blitar Jawa Timur), dll

Acara lalu dilanjutkan dengan kalam minal ulama yang telah diundang secara khusus untuk memberikan nasehatnya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …