Multaqa Ulama Aswaja Mataraman Jatim, Songsong Masa Depan Cerah dengan Islam, Syariah Islam

Mataraman Jatim (shautululama) – Berbagai permasalahan yang mendera negeri ini, seperti benang kusut, tidak jelas solusinya, dan kapan juga akan berakhir. Layanan rezim terhadap rakyat selama pandemi, telah mengkonfirmasi semua itu. Karena kepentingan Kapitalisme, harga nyawa menjadi seakan murah. Dalam situasi demikian, beberapa RUU yang digulirkan penguasa jelas menciderai rasa keadilan rakyat. Mulai dari RUU Minerba, Omnibus Law dan RUU HIP yang bermetamorfosa menjadi RUU BPIP.

Kondisi ini menjadikan para Ulama Aswaja Mataraman Jawa Timur mengambil sikap. Mereka menyelenggarakan multaqa ulama via daring zoom dengan topik; “Menatap Masa Depan, Tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi-Komunisme Menuju Islam”. Acara dilaksanakan pada hari Ahad, 05 Dzulhijjah 1441 H, bertepatan dengan 26 Juli 2020. Diikuti oleh Ulama Aswaja dari Ponorogo, Ngawi, Madiun dan Pacitan. Hadir dan mendukung acara tersebut, ulama dari Jombang, Kediri, Mojokerto dan Nganjuk. Dari wilayah pesisir utara, hadir ulama aswaja dari Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Sedangkan dari pesisir selatan, hadir ulama-ulama dari Blitar, Trenggalek dan Tulungagung.

Acara yang dibuka tepat pukul 08.00 ini, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh shohibul fadhilah al mukarom Ustadz Mashuri, MEI. Dilanjutkan dengan sambutan shohibul hajah oleh shohibul fadhilah al mukarom Kyai Izzuddin. Beliau menyampaikan, akar masalah dari semua problem kehidupan di dunia, termasuk di negeri ini karena ditinggalkannya Islam. Sudah saatnya ummat kembali ke Islam. Semua elemen harus menyambut gembira dekatnya kemenangan Islam, dengan mencampakkan ideologi selain Islam. Seraya mengajak, agar ahlul quwwah menyambut seruan ummat agar menerima Islam.

Shohibul fadhilah al mukarom KH. Suhardi Anwar dari FKU Aswaja Mojokerto, dalam sesi qaul minal ulama menyampaikan, RUU HIP yang bermetamorfosa menjadi RUU BPIP harus ditolak. Karena ini akan menjadi pintu masuk bagi berkembangnya idiologi komunisme. Shohibul fadhilah Al mukarom Abah Muhajir, Pengasuh MT Al Hijrah Blitar menguatkan, RRC hari ini adalah negara dengan banyak masalah. Tidak layak dijadikan bahu sandaran.

 

Mencermati adanya kecenderungan kriminalisasi dari ulama-ulama yang dianggap berseberangan, shohibul fadhilah Al mukarom Kyai Imam Romli (Pengasuh Ponpes Pagergunung Magetan Jawa Timur) memberi nasehat, “Puncak pelaksanaan agama adalah jihad, sedangkan jihad paling afdhal adalah berkata benar di hadapan penguasa yang dhalim. Karenanya, “Ummat Islam jangan mudah percaya janji-janji palsu penguasa, seakan peduli kepada rakyat dengan memusuhi radikalisme, namun hakekatnya mereka bekerja untuk kepentingan penjajah asing dan aseng” Demikian yang disampaikan shohibul fadhilah Al mukarom Kyai Lukman Hakim, Mubaligh dari Lamongan, juga dalam sesi qoul minal ulama. Karenanya, shohibul fadhilah Al mukarom Abah Kyai Bajuri (Forum Komunikasi Ulama Aswaja Jombang Jawa Timur) dengan tegas menyampaikan, Tinggalkan kapitalisme, sosialisme, komunisme, demokrasi, nasionalisme.

Selanjutnya, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Sanusi, Pengasuh MT Baity Jannaty Tulungagung Jawa Timur mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin bahwa, Khilafah adalah ajaran islam ahlu sunnah wal jamaah yang agung. Karenanya shohibul fadhilah al mukarom Kyai Zuhdi (Pengasuh Ponpes Ar Rohmah Katikan Ngawi Jawa Timur) menandaskan, “Siapa saja yang memusuhi khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam, akan berhadapan langsung dengan dengan pemiliknya, Allah SWT.” Karena itu, dalam sejarahnya, Khilafah juga telah terbukti mampu menyelesaikan berbagai
urusan ummat. Penegasan ini disampaikan oleh shohibul fadhilah al mukarom KH. Drs. Suparno Efendi Hamdani, Ketua Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat Peduli Ummat Bojonegoro Jawa Timur.

Di sesi-sesi akhir, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Ahmad Nadhif dari FKU Aswaja Ponorogo Jawa Timur, menyeru kepada ahlul quwwah agar mau menerima ajakan kepada tatanan kehidupan yang lebih baik, dalam sistem khilafah. Hendaknya meniru Sa’ad bin muadz di madinah, untuk mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

Sebelum dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh ulama Wilayah Mataraman Jawa Timur, shohibul fadhilah al mukarom KH. Dr. Rejono, M.Ag, Mubaligh dari Pantura Lamongan memberikan pesan penting, pertolongan Allah sangat dekat. Dan ini harus disambut dengan perjuangan dan dakwah.

Kegiatan berakhir pukul 10.30 wib dan ditutup dengan doa oleh shohibul fadhilah al mukarom KH. Abah Muhajir dari Blitar.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …