Multaqa Ulama Aswaja Mataraman, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Semua Bentuk Kedzaliman, Terapkan Islam Kaffah!

Matraman, Jatim (shautululama) – Dalam suasana tahun baru di masa Pandemi Covid 19 yang belum jelas kapan di perkirakan berakhir, tidak menyurutkan semangat para ulama di daerah Mataraman untuk membicarakan tentang kondisi umat yang semakin lama semakin terpuruk. Para Kyai dan Ulama yang tergabung dalam Forum Ulama Aswaja ini mengadakan pertemuan online.

Pagi itu pertemuan ulama yang lazim di sebut dengan Multaqo Ulama, ini berkumpul dalam sebuah aplikasi Zoom Meeting terdiri dari Ngawi, Magetan Madiun dan Ponorogo. Tidak hanya para Ulama dan Kyai, nampak puluhan para Muhibbin para Ulama dan Kyai dengan antusias bergabung.

Acara yang dipandu oleh Ustd Ahmad dari Ngawi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, Sabtu, 2 Januari 2021. Dan acara yang disiarkan live streaming oleh Dakwah Magetan salah satu Chanel YouTube yang fokus pada dakwah. Setelah pembukaan selanjutnya Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustd Budiyanto dari Padas Ngawi.

Selain Ust Ahmad acara ini juga dipandu oleh Rais Multaqo Ustd Joesuf Mohammad dari Ponorogo.

Dan sebagai Shohibul Hajah KH dr Muhammad Amin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Asatid Ulama dan Kyai atas kesediaan untuk mengikuti acara Multaqo Ulama Aswaja.

Selanjutnya para kyai satu persatu dipersilahkan untuk menyampaikan kalimatul minal ulama.

Kyai Qutub Amrullah Geneng sebagai pembicara pertama secara singkat menyampaikan,
“Akhir Tahun 2020, Muhasabah untuk Umat dan Pemimpin, Mengingatkan Berbagai Nikmat Allah SWT, dan Penerapan Islam Kaffah sebagai solusi fundamental problematika umat”

Selanjutnya Kyai Syahid Ponorogo berpesan kepada umat akan
“Kewajiban Dakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, bahwa Dakwah Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama para ulama akhirat dan keutamaan nasehat di hadapan pemimpin yang zhalim.”

Kyai Kadi Hariyanto Ngawi mendapatkan kesempatan berikutnya, beliau dengan nampak semangat berpesan
“Islam mengharamkan pemisahan wilayah (separatisme), dalam hal ini kasusnya adalah Papua sebagaimana sebelumnya telah lepas Timor Timur. TOLAK SEPARATISME PAPUA dan Aceh !”.

Kyai M Ilham adalah Kyai muda penuh semangat dari Ngawi menyampaikan
“Islam mewajibkan kesatuan umat dalam aqidah dan Khilafah bukan dalam sekulerisme dan nasionalisme, serta fakta bahwa wabah Covid 19 menunjukkan gagalnya konsep negara bangsa sekuler dalam mengurus rakyatnya. TOLAK DEMOKRASI DAN KONSEP NEGARA BANGSA!”

Lalu dlanjutkan oleh Kyai Fuad Magetan
“Sistem Demokrasi Sekuler menghasilkan banyak pemimpin yang korup dan zh wealim, tidak amanah kepada rakyat tetapi lebih mementingkan oligarki asing dan aseng. Kutuk pembunuhan aktivis Islam, terapkan sanksi qishash (hukuman mati) pada pelaku dan mereka yang memerintahkannya. TOLAK PEMIMPIN ZHALIM!”

Tidak kalah semangat Kyai Ahmad Muzammil Pengasuh MT As Safinah Ngawi menyampaikan, “Sistem Demokrasi Sekuler mendorong lahirnya pemimpin yang tidak taat kepada Syariah Islam, dan menghasilkan kebijakan yang zhalim kepada rakyat seperti UU Omnibus Law, UU Minerba, RUU Minuman Beralkohol, RUU BPIP, dll. TOLAK PEMIMPIN DAN KEBIJAKAN ZHALIM!”

Kyai Lani Ponorogo, menjadi pembicara berikutnya menyampaikan
“Ulama adalah garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Khilafah di Nusantara ini, Ajakan kepada ulama yang lain agar berjuang dan bergabung dalam satu barisan Dakwah Islam.”

Nah selanjutnya Kyai Ikhsan hafidz Pengasuh MT TOMBO ATI Geneng, Ngawi berpesan
“Ulama adalah garda terdepan dalam perubahan hakiki menuju sistem Islam, KHILAFAH. TOLAK DEMOKRASI SISTEM KUFUR, HARAM UNTUK MENGAMBIL, MENERAPKAN, DAN MENYEBARLUASKANNYA!”

KH Handoko Geneng, Ngawi dengan semangat berapi-api menyatakan
“Perjuangan Menegakkan Khilafah adalah Perjuangan Ulama, Kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, Sistem Islam. TOLAK SEPARATISME PAPUA”

KH Abu Syamil ulama karismatik dari Kedunggalar,Ngawi dengan lembut menyampaikan, “Perjuangan Penegakan Khilafah di Nusantara memiliki dasar syar’i, dan secara historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah; TOLAK SEPARATISME PAPUA, DAN TOLAK PEMIMPIN ZHALIM!”

Dan di akhir Kyai Sodikin. SH Pembacaan Pernyataan Sikap Multaqo Ulama Ahlus Sunah Wal Jamaah mataraman

Sebelum di akhir Kyai Misno MT Fathul Mu’in Paron Ngawi, memimpin doa dengan khusuk dan tepat pukul 11.15 wib ini acara di tutup.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …