Multaqa Ulama Aswaja Malang, Mengkriminalisasi Ulama Haram

Malang, Jatim, (shautululama) – “Mengkriminalkan Ulama Hukumnya Haram” demikian salah satu pernyataan Gus Muhammad Arifin dari Al Andalusia Batu dalam Mudzakaroh Ulama, (Sabtu, 31/8/2019),  dalam rangka menyikapi dan memberikan dukungan serta jaminan untuk Kyai Heru Elyasa yang sedang dikriminalkan di kota Mojokerta Jawa Timur.

Nampak hadir beliau-beliau KH. Mahmudi Syukri (Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kota Batu), KH. Masyhuri (Majelis Ta’lim Salafiah Kedungkandang Malang), Gus Basith (Ketua Majelis Dzikir dan Ta’lim Taqarrub Ilallah Batu Malang), KH. Drs. Muhammad Alwan, MAg.(Direktur Lembaga Pendidikan Islam Al Ulya Malang), Gus Azizi Fathoni, SPd. (Khadim Kuttab Tahfizh Al Utrujah Malang), Ust Drs.H. Martono, MM. (Ketua Komunitas Islam Kaffah Malang), dll.

Acara yang digelar di sebuah rumah makan ini, menghadirkan tau’siyah yang pertama disampaikan oleh KH. Drs. Muhammad Alwan dari Lembaga Pendidikan Islam Al Ulya Malang. Lalu dilanjutkan taushiyah dari KH. Masyhuri, Pengasuh Majelis Ta’lim Salafiah Malang. Dan diperkuat pernyataan dari Bapak Satya Widarma, S.H., M.Hum., dari LBH Pelita Umat Malang, tentang landasan hukum kriminalisasi ulama dan posisi pembelaan serta jaminan ulama kepada Kyai Heru Elyasa ulama Aswaja dari Mojokerto.

Acara diakhiri dengan doa yang sangat khusuk yang dipimpin KH. Masyhuri dan diamini oleh sekitar 30 Ulama, Kyai, Asatidz, Tokoh Masyarakat dan Advokat yang hadir. Selanjutnya para tokoh menanda-tangani jaminan untuk penangguhan penahanan terhadap Kyai Heru Elyasa, sebagai bentuk dukungan dari para tokoh dan ulama.

Sebelum pulang semua hadirin makan siang bersama dan saling bercerita, menguatkan dan mendokan. [arf/sw].

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *