Multaqa Ulama Aswaja Lumajang Jatim, Hanya Khilafah Pelindung Umat Islam, dan Umat Manusia

Lumajang, Jatim (shautululama) – Ahad, 8 Maret 2020 Alhamdulillah telah terlaksana acara Multaqa Ulama Ahlussunnah Lumajang, bertempat di Maktab “MT. AL HIDAYAH” Lumajang. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat beserta Ulama dan Kyai dari seluruh daerah Lumajang.

Acara dibuka dan dipandu langsung oleh Al-Mukarram Ustadz Asy’ari.

Shohibul Fadhilah Al-Mukarram, Ustadz Salman Al-Farisi, Pengasuh Majelis Taklim Al-Hidayah, Jatiroto menyampaikan tentang penindasan rezim yang menimpa Umat Islam di India. “Setelah kemarin kita melihat saudara Muslim kita dibunuh di Palestina, China, sekarang terjadi di India.”

Beliau menjelaskan bagaimana seharusnya pemimpin Islam dalam membela salah satu umat yang tertindas. Kisah yang diambil adalah kisah seorang Khalifah Mu’tashim Billah yang membela seorang Muslimah yang dilecehkan oleh tentara Romawi.

“Tanpa mengulur waktu, Khalifah Mu’tashim langsung memerintahkan pasukannya untuk membela Muslimah tersebut. Kita membutuhkan sosok Mu’tashim Billah lainnya pada masa ini yang mampu menyelamatkan Umat Islam.”

Beliau juga menambahkan “Tidak ada pilihan bagi kita kecuali menyeru pada Umat untuk memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah. Karena ia adalah Junnah/pelindung bagi kaum Muslimin.”

Selanjutnya, Shohibul Fadhilah Al Mukarram Ustadz Aftoni Shiddiq, beliau menyampaikan mengenai sebuah kejadian yang dibicarakan di seluruh dunia saat ini. Yaitu berkenaan dengan Virus Corona yang diberitakan telah menyebar luas ke berbagai negara.

“Cina sebagai negara yang menjadi pusat terjadinya wabah Corona, dimana sebelumnya Presiden mereka menyatakan bahwa selama 70 tahun Cina berdiri, tidak ada yang mampu mengalahkan mereka, ternyata Allah mampu mengalahkan mereka hanya dengan mengirimkan virus kecil.”

Beliau juga sempat menyinggung sikap pemerintahan Indonesia yang kurang serius menangani pencegahan masuknya wabah tersebut.
“Di saat negara lain serius menutup akses luar negeri, bahkan Arab Saudi sampai menutup akses Umrah dari negara lain, di Indonesia malah santai saja. Bahkan WNA Cina diberikan akses masuk yang mudah. Ini sebuah ketidakseriusan pemerintah dalam melindungi rakyatnya”

Beliau juga menambahkan “Seorang Komunis wajar jika membela Komunismenya. Jika ia tidak membela, maka perlu dipertanyakan Komunismenya. Seorang Kapitalis, wajar jika ia membela Kapitalismenya. Jika tidak, maka dipertanyakan Kapitalismenya. Begitu pula Umat Islam seharusnya membela Islam. Jika ia tidak membelanya, maka perlu dipertanyakan ke-Islamannya.”

Sementara Shohibul Fadhilah Al Mukarram Kiai Abu Ibrohim, Pengasuh Majelis Taklim Malam Ahad membahas tentang permasalahan umum yang dialami dunia, khususnya Umat Islam saat ini. Beliau menyampaikan bahwa pangkal permasalahan Umat saat ini adalah ditinggalkannya Islam sebagai ajaran.

“Kehinaan terus menghinggapi kaum Muslimin karena Umat Islam telah meninggalkan aturan Islam”

Beliau mengutip sebuah Hadits yang berbunyi “Apabila kalian telah berjual-beli dengan cara Inah (cara jual-beli yang diharamkan Rasulullah), dan kalian telah disibukkan dengan ekor-ekor sapi, dan telah senang dengan bercocok tanam, dan kalian telah meninggalkan Jihad, niscaya Allah akan timpakan kehinaan pada kalian. Dan tidak akan dicabut kehinaan tersebut hingga kalian kembali pada agama kalian.” HR. Abu Dawud, no. 3003.

Beliau pun menjelaskan bahwa permasalahan utama dunia saat ini bukanlah ekonomi, bukan peternakan, ataupun pertanian.
“Gak ada ceritanya kita mulia karena Ekonomi. Gak ada ceritanya kita mulia dengan pertanian. Dan gak ada ceritanya kita mulia karena peternakan.”

Beliau juga menambahkan “Ekonomi bisa mendapatkan kemuliaan dan ridha Allah apabila dilaksanakan sesuai aturan Allah. Peternakan juga mendapatkan kemuliaan dan ridha Allah apabila dijalankan sesuai aturan Allah. Pertanian juga dapat mendatangkan kemuliaan dan ridha Allah apabila dijalankan sesuai aturan Allah.”

Dan terakhir, Shohibul Fadhilah Al Mukarram Ustadz Ichsan Machmudi, tokoh masyarakat Lumajang menyampaikan betapa kejamnya propaganda musuh-musuh Islam dalam menyerang dan memfitnah Islam.

“Ketika Umat Islam yang ditindas, dibantai, dan dizalimi, para penguasa diam. Namun ketika ummat Islam, meskipun sebenarnya banyak konspirasi yang mengatur kejadian tersebut, yang kemudian menyerang, maka langsung disebut Teroris. Ini adalah sebuah konspirasi yang ditujukan untuk memojokkan Umat Islam.”

Beliau pun turut menyampaikan solusi, bahwasanya solusi permasalahan Umat saat ini adalah penerapan aturan Islam yang mampu menyelamatkan dan memuliakan Islam dari serangan dan kehinaan tersebut.

“Jika kita menginginkan kaum Muslimin yang terjajah seperti di Palestina, Pakistan, Cina, serta India terselamatkan, maka wajib bagi kita menerapkan apa yang diturunkan oleh Allah dan Rasul-Nya.”

Kegiatan Multaqa diakhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Al-Mukarram Ustadz Abah Yusuf, acara tersebut berlangsung lancar, penuh keakraban serta kekeluargaan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …