Multaqa Ulama Aswaja Lumajang, Hanya Dengan Khilafah Roma Bisa Ditaklukkan

Lumajang, Jatim (shautululama) – Alhamdulillah, kegiatan Multaqa Ulama Aswaja Lumajang, Jawa Timur telah sukses terlaksana di Mushalla Roudhotul Muhibbin, Desa Pakel, Kec. Gucialit, Kab. Lumajang, Sabtu, 18 Januari 2020.

Acara tersebut dimulai pada pukul 19.30 dipandu oleh Al Fadhil Ustad Asy’ari dan diikuti oleh sejumlah Ulama, Asatidz, dan tokoh masyarakat Lumajang

Pada kesempatan mulia tersebut, Shahibul Bait Al Mukarrom Ustadz Abdurrahman selaku Pengasuh Mushalla, memberikan sambutan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh jamaah.

Beliau juga berharap agar acara tersebut dapat mendatangkan berkah, ilmu, serta semangat baru dalam dakwah.

Multaqa tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Penaklukan Konstantinopel 1441 H. Acara ini ditujukan agar memotivasi umat Islam sekarang yang dijanjikan oleh Rasulullah akan menaklukan Roma.

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Ustadz Salman Al Farisi, Pengasuh MT Al Hidayah Jatiroto dalam tausiyahnya, mengisahkan sejarah dan latar belakang penaklukan Konstantinopel. Mulai dari kisah pertama yaitu salah seorang sahabat Nabi, Abu Ayyub Al Anshari yang Syahid di tengah jalan penaklukan hingga berhasilnya Sultan Mehmed II sehingga beliau digelari “Al Fatih”.

Hikmah dari kisah sejarah yang beliau sampaikan adalah bahwa umat Islam saat ini yang ingin menaklukan Roma harus berupaya seperti Muhammad Al Fatih ketika menaklukan Konstantinopel.

“Jika kita ingin menaklukan Roma sebagaimana Muhammad Al Fatih menaklukan Konstantinopel, maka upaya kita harus sama dengan beliau. Sultan Muhammad Al Fatih menaklukan Konstantinopel dengan adanya Khilafah. Berarti kita juga harus menegakkan khilafah agar dapat menaklukan Roma. Tinggal kita yang berada di pihak mana”.

Selanjutnya Al Mukarrom Kiai Abu Ibrohim – Pengasuh Ponpes Ad Dakwah Mambaul Hikam 03 Lumajang – juga menyampaikan beberapa pelajaran dari sejarah Sultan Muhammad Al Fatih ketika menaklukan Konstantinopel.

“Coba perhatikan bagaimana Al Fatih ketika menaklukan Konstantinopel”, dia tidak pernah memperhatikan halangan. Akan tetapi ia fokus terhadap tujuan.” tegas beliau

Beliau mengisahkan momen spektakuler dimana Muhammad Al Fatih berani memutuskan untuk membawa kapal di atas bukit demi melewati penghalang berupa rantai raksasa.

Tausiyah terakhir disampaikan oleh Al Mukarrom Ustadz Ichsan Machmudi, seorang da’i ternama setempat. Beliau menyampaikan bahwa rahasia dibalik suksesnya penaklukan Konstantinopel adalah “ketaatan”. Baik taat kepada Allah, kepada Rasul-Nya, serta kepada Ulul Amri atau Khalifah.

Namun beliau juga menyampaikan masalah yang menghalangi Umat Islam ketika ingin menaklukan Roma. Beliau mengutip QS An Nisa: 59 tentang wajibnya ketaatan kepada Allah, Rasulullah, serta pada Ulul Amri. Sementara saat ini, Umat Islam tidak memiliki Ulil Amri (Khalifah).

“Bagaimana mungkin Allah mewajibkan untuk menaati sesuatu yang tidak ada? Nah maka dari itu, kewajiban kita adalah mengadakan Ulul Amri tersebut”.

Harapan beliau, Semoga dengan momen memperingati penaklukan Konstantinopel ini, Umat Islam akan memiliki modal semangat untuk menegakkan kembali Khilafah dan untuk segera menaklukan Roma sebagaimana yang pernah Rasulullah janjikan.

Acara kemudian diakhiri pada pukul 20.30 Wib, dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Al Mukarrom Gus H. Yusuf Bisri.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *