Multaqa ulama Aswaja Kota Tangeran, Hijrah Momentum Meraih Taqwa Meraih Mewujudkan Keagungan Syariah dan Khilafah

Tangerang, (shautululama) – Ahad malam (13/10), pukul 20.00-23.30, bertempat di Majlis Dzikir An-Nidzham, telah berlangsung multaqa ulama yang dihadiri 25 orang kyai, ustadz, guru ngaji dan tokoh masyarakat. Ustad Mabsus, adalah salah satu tokoh ulama Jatake langsung memandu acara di malam itu.

Pembacaan Kalamullah yang disampaikan oleh Ustad Dadan, menambah suasana malam bertambah tenang dan nyaman.

Kalimatuttaqdim disampaikan oleh Kyai Hudhoril Yaum (Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Qur’an ) dengan tema materi, hijrah adalah momentum meraih taqwa.

Dua sifat Iman dan amal Sholeh yang membenarkan Al-Qur’an serta melaksanakannya adalah amal Sholeh hanya bisa dilakukan dalam sistem Khilafah.

Ulama berpendapat dalam menjelaskan Hijrah :
الهجرة من دار الحرب إلى دار الإسلام
“Hijrah adalah pindah dari negara Harbi menuju negara Islam.”

Ustadz. Fadhil (Majlis Ta’lim al-Barokah) sebagai pemateri menyampaikan : “Berbagai kerusakan yang ditimbulkan atas Perbuatan manusia adalah bentuk keragu-raguan kepada syariah Islam. Maka, Hijrah adalah peristiwa kembalinya manusia untuk beribadah, mengakui Allah sebagai penguasa dan pengatur.”

KH. Bukhori (Pengasuh Pondok Pesantren Awabin) mengatakan: “undang-undang aneh adalah akibat tidak diterapkannya syariah.”

Haji Hasan Basri (Kepala sekolah SMP At-Tasyri) juga memberikan pandangan: “sudah seharusnya di lingkungan pendidikan SMP mengetahui sistem khilafah.”

Sebelum ditutup, acara Multaqo Ulama Aswaja didahului pernyataan sikap, dan ditutup doa oleh Kyai Baijuri (Pengasuh Majlis Ta’lim Tarbiyatul ummat).

Selanjutnya acara ramah tamah dan makan malam bersama.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *