Multaqa Ulama Aswaja Kota Depok, Terpuruknya Umat ini Karena Menerapkan Sebagian Syariat dan Mencampakkan Sebagian yang Lain

Depok, (shautululama) – Para ulama kyai dan asatidz kota Depok sepakat menyatukan visi perjuangan menegakkan Khilafah. Hal ini mengemuka dalam acara Multaqa Ulama Kota Depok pada Sabtu 24 Agustus 2019, bertempat di Aula Majelis Taklim Nasyatul Falaah Cimanggis Kota Depok.

Dalam multaqa ulama ini, hadir puluhan ulama dan tokoh diantaranya Gus Ali Fatoni, Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Khoir Kukusan Beji Depok, Kyai Asep Dayat dari MT Nasyatul Falaah, al-Ustadz al-Hafizh Nur Fadli, S.Ag, Mudir Sekolah Tahfidz Plus di Cimanggis, Kyai Dawam Khoir dari Forum Ulama Aswaja Depok, Ust. Dede Salman, Pimpinan Majelis Nurul Qolbi Panmas Depok, dan Ustadz Jaka Gluduk Mubalig Kota Depok.

Bertindak selaku pemandu forum sekaligus menyampaikan kalimatut taqdim minal Ulama adalah al-mukarram Kyai Farhan Suchail, Pimpinan Majelis Sabilun Nahdhah Sukmajaya Depok.

Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa meski kita ini sudah merdeka, tapi faktanya umat masih menderita. Sehingga wajib ada perubahan dan syarat terjadinya perubahan adalah dimilikinya dua kesadaran sekaligus.

Pertama kesadaran tentang realitas saat ini yang rusak dan buruk. Kedua kesadaran akan realitas pengganti yang benar dan baik yang tidak lain adalah tegaknya syariah dan khilafah.

“Perubahan seperti apakah yang kita perlukan? Apakah sekedar reformasi (ishlah) atau harus “revolusi” (taghyir)? Faktanya negeri ini sudah menjalani lebih dari 20 tahun reformasi tapi hasilnya kondisi negeri bukan membaik justru memburuk”, tegasnya.

Maka yang diperlukan umat saat ini adalah perubahan menyeluruh yang revolusioner atau taghyir karena memang pangkal keburukan dan kerusakan di tengah masyarakat adalah sistem yang diberlakukan yaitu sistem demokrasi sekuler.

Perubahan semacam ini tentu bukan sekedar pergantian pemimpin tapi perubahan dan penggantian sistem.

Masih menurut beliau, perubahan itu mesti bermuara pada tegaknya Khilafah. Mengapa Khilafah? Karena kekuasaan yang dibutuhkan umat adalah kekuasaan dalam rangka menjalankan syariah secara kafah dan Khilafah-lah satu-satunya institusi yang syar’i yang diwariskan oleh Rasulullah SAW.

Pada kesempatan tersebut al-Mukarram Kyai Asep Dayat, selaku shahibul bait, menyatakan rasa syukur bisa memfasilitasi penyelenggaraan multaqa ulama kali ini.

Beliau menegaskan bahwa forum semacam ini sangat penting untuk menyatukan visi perjuangan umat khususnya di kalangan tokoh ulama dan asatidz, yaitu tegaknya syariah dan khilafah.

“Para ulama dan asatidz mesti semangat memperjuangkan syariat dan tidak boleh lemah meski banyak tantangan dan hambatan dalam dakwah. Apalagi di era rezim saat ini tantangan makin berat karena adanya pihak-pihak yang memusuhi dakwah yang mendompleng pada kekuasaan.

Namun kita wajib menyadari bahwa yang namanya perjuangan mesti ada tantangan. Itu sudah sunnatullah. Justru jika dakwah tidak mengalami hambatan dan tantangan maka itu bukanlah perjuangan”, paparnya.

Selanjutnya dalam sesi testimoni, Gus Ali Fatoni, Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al-Khoir Kukusan Beji Depok mengingatkan agar para ulama dan kyai terus memantapkan akidah dalam diri umat.

Sebab hanya dengan dorongan akidah yang kuat umat akan senantiasa menyadari amanah mulia yang dianugerahkan Allah yaitu khoiru umat. Makanya beliau mengajak agar optimis bahwa tegaknya kemuliaan umat adalah hal yang pasti. Dan syarat terwujudnya kemenangan umat Islam tersebut tidak lain berittiba` atau meneladani langkah-langkah dakwah Rasulullah Saw, seraya menyitir Surah Al-Baqarah ayat 85,

“Terpuruknya umat saat ini karena umat baru menerapkan sebagian syariat dan mencampakkan sebagiannya lagi. Akibatnya yang kita lihat dan rasakan adalah kehinaan yang meliputi kehidupan umat.” Imbuhnya

Testimoni berikutnya disampaikan oleh al-mukarram Al-Ustadz al-Hafizh Nur Fadli, S.Ag, Mudir Sekolah Tahfizh Plus Cimanggis Depok. Beliau mengungkapkan bahwa acara ini sangat membuka wawasan betapa ajaran Islam adalah benar-benar luar biasa. Sayangnya kemuliaan dan keagungan Islam tersebut belum bisa kita rasakan karena syariatnya belum diterapkan secara kafah.

Dengan mengutip Surah Ali Imran ayat 103 beliau ingatkan bahwa kita wajib berpegang teguh kepada tali agama Allah yaitu Al-Quran. Karena mustahil bisa terwujud keadilan dan kerahmatan Islam, jika syariat tidak diterapkan dalam kehidupan.

Adapun Ustad Dede Salman Pimpinan Majelis Nurul Qolbi Depok, mengingatkan bahwa kondisi umat saat ini sedang tidak baik. Kenapa? Karena umat berpaling dari ajaran Rasulullah Saw, yang diambil maunya yang enak-enak saja, yang tidak beresiko.

Bahkan kata beliau, ada fakta yang bikin kita sangat miris yaitu di negara muslim terbesar ini justru ajaran Islam dikriminalisasi, para ulama dan kyai dipersekusi bahkan ada yang hingga ditangkap dan dipenjara.

Setelah sebelumnya terjadi kriminalisasi terhadap Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Abdul Shomad dan lainnya. Kini kasus kriminalisasi ulama yang paling baru adalah yang menimpa KH. Heru Elyasa di Mojokerto Jatim.

Oleh karena itu, umat tidak boleh diam. Apalagi ulama mestinya bersuara lantang, jangan sampai menjadi setan gagu. Beliau mengajak bahwa mumpung ini bulan haji yang mengajari berkorban maka saatnya ulama, kyai dan asatidz berani berjuang dan berkorban menyuarakan perjuangan syariah dan khilafah. Karena panutan kita adalah Rasulullah Saw bukannya IMF, Bank Dunia, PBB atau apapun yang lain.

Testimoni terakhir oleh al-Mukarram Kyai Dawam Khoir dari Forum Ulama Aswaja Kota Depok, mengungkapkan betapa mengerikannya dosa akibat syariat dicampakkan. Contohnya dosa riba kata beliau dengan hutang rezim yang mencapai lebih dari 5 ribu Triliun dengan bunganya yang ratusan triliun. Bisa dibayangkan berapa beratnya dosa akibat riba tersebut.

Karena Nabi SAW berwasiat bahaya riba satu Dirham saja itu sudah lebih berat daripada dosa berzina 36 kali!

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan shalawat asyghil dan doa yang dipimpin oleh ustadz Jaka Gluduk dari Depok.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *