Multaqa Ulama Aswaja Kota Bogor, Sertifikasi Dai, Berpotesi Timbulkan Kegaduhan Baru

Bogor, (shautululama) – Ahad, 9 Shofar 1442 H/27 September 2020, berkumpul para ulama, kyai- asatidz, habaib mengikuti sebuah agenda akbar Multaqo Ulama Aswaja Kota Bogor. Acara yang bertajuk “Tolak Sertifikasi Da’I” adalah untuk meneguhkan bahwa dakwah Islam adalah sebuah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dan tidak ada kewenangan siapapun untuk memberikan sertifikat atas hal tersebut, karena sifatnya yang wajib.

Akhir-akhir ini, di tengah pandemi covid-19 yang semakin tidak terkendali dan bayang-banyang resesi di negeri kita tercinta, pemerintah justru berencana untuk memberlakukan sertifikasi khathib dan da’i. Rencana pemerintah ini selain berpotensi menimbulkan kegaduhan baru di tengah-tengah masyarakat, juga menimbulkan kesan bahwa pemerintah sedang berusaha mengalihkan perhatian masyarakat dari carut-marutnya penanganan pandemi covid-19, serta ketidaksiapan pemerintah menghadapi resesi di negeri kita.

Alhasil, persepsi masyarakat terhadap sertifikasi da’i ini adalah tidak lebih dari sekadar upaya mengkambinghitamkan Islam dan Dakwah Islam Untuk Tutupi Carut Marut Penanganan Pandemi Covid-19 dan Ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi Resesi; walaupun sekarang telah berganti nama, namun esensinya tetap sama dan umat sudah cerdas memahami hal ini.

Dakwah adalah pembuka jalan kebaikan dan penutup jalan keburukan. Kedudukan dakwah dalam Islam sangatlah penting. Dakwah adalah kwajiban bagi setiap muslim, dan di dalam agama Islam tidak dikenal istilah rohaniawan atau agamawan, rijaal ad-diin.

Agama islam tidak akan tegak dan tidak akan bisa menyebarkan sifat rahmatan lil alaminnya kecuali dengan dakwah. Banyak sekali nash syara’ yang menyatakan kewajiban dan urgensitas dakwah.

Untuk inilah para ulama warostul anbiya berkumpul sebagai bentuk ihtimam kepada Islam, dakwah Islam dan kaum muslimin.

Acara diawali dan dibuka oleh MC shohibul fadhilah almukarram Ust. Subadri, dengan sambutan hangat kepada para ulama yang hadir. Dilanjutkan pembacaan ayat suci al qur’an oleh shohibul fadhilah almukarram Kyai Abdul Qodir dari Ponpes Ash Shigor.

Shohibul fadhilah almukarram Ust. Faturahman (Mudir Ma’had Inqilabiy) sebagai Rois Multaqo membuka dan mengawali kalam dengan menyapa para ulama yang hadir dan memberikan gambaran terkait multaqo kali ini yang menyoroti sikap pemerintah yang ingin melakukan sertifikasi dai, beliau mengaitkan pula dengan momentum muharram sebagai momentum kebangkita umat dan keluar dari sistem yang selama ini telah membuat kebobrokan, krisis multi dimensi dan gagal dalam menangani pandemi, kembali pula beliau mengingatkan bahwa khilafah adalah ajaran ahlus sunnah wal jamaah.

Shohibul Hajah dari Majlis Halawatul Iman shohibul fadhilah almukarram Kyai Muhibudin menegaskan dan memberikan gambaran lebih jelas terkait tujuan pelaksanaan multaqo yakni menegaskan bahwa dakwah adalah kewajiban dan menolak sertifikasi dai. Beliau pun menegaskan khilafah ajaran Islam, ajaran ahlus sunnah wal jamaah bahkan menjadi mahkota kewajiban, bukan ancaman justru menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Beliau merasa sedih adanya persekusi, kriminalisasi dan kekerasan fisik bahkan sampai memakan korban para ulama, beliau mengingatkan dan meminta menghentikan semua itu. Juga sebagai anak bangsa yang cinta negerinya beliau memberkan nasihat agar negeri ini bisa dikelola dengan amanah agar menjadi negeri yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur, serta mengingatkan umat untuk tidak tertipu dan mudah ditipu lagi. Beliau berharap ulama berada pada garda terdepan perjuangan ini.

Shohibul fadhilah almukaram KH. Amirudin yang menyampaikan bahwa momentum muharam tahun ini harus tetap menjadi pemberi makna dalam membangkitkan umat selain itu beliau menyampaikan pentingnya dakwah untuk kebaikan dan kemaslahatan umatt dan mencegah dari kemungkaran.

Shohibul fadhilah almukaram Ustad Budi abdurrahim menegaskan bahwa kewajiban dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar, dakwah Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama ulama. Islam berbeda dengan agama-agama yang lain, islam tidak mengenal agamawan atau rokhaniawan, atau rijaal ad-din.

Shohibul fadhilah almukaram Kyai Hernan dari Ponpes Ath Thohirin lebih menegaskan lagi bahwa Khilafah adalah ajaran aswaja, ajaran Islam. Khilafah merupakan solusi bagi problem multi dimensional yang mendera bangsa kita. Jadi khilafah itu sama sekali bukan ancaman; bahkan Khilafah sebagaimana ajaran Islam akan menjadi rahmatan lil alamin dan berkah akan turun dari langit dan bumi ketika diterapkan sesuai syariah yang diturunkan Allah SWT. Rasulullah saw dan para shahabat ra. telah mencontohkan hal ini.

Shohibul fadhilah almukaram KH. Anwar Iman Pembina Lentera Dakwah beliau menyoroti rencana sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama  telah menimbulkan kegaduhan. Salah satu alasan Kemenag untuk sertifikasi da’I adalah mencegah radikalisme.

Pada kesempatan yang mulia ini al faqir perlu tegaskan bahwa radikalisme itu bukan ajaran Islam; Islam adalah agama rahmatan lil alamin ketika diterapkan secara kaffah. Justru radikalisme terjadi ketika Islam tidak diterapkan. Walaupun sekarang berubah nama namun tetap memiliki esensi yang sama dan umat Islam sudah cerdas memahami hal ini dan jangan lagi propaganda seperti ini dijadikan alat untuk menyudutkan ajaran Islam yang agung dan sesungguhnya justru Islamlah masa depan umat.

Shohibul fadhilah almukaram Ust. Sunardi (Majlis Ukhuwah) kemudian menyampaikan kalam terkait kondisi yang ada di negeri ini, kebobrokan danketidakmampuan rezim melindungi rakyat dari wabah covid 19 dan resesi ekonomi yang menghadang di depan mata. Beliau menambahkan menyampaikan pada kesempatan mulia ini agar fokus menangani negara ini dengan amanah sesuai dengan syariah insya Allah akan menjadikan negeri yang gemah ripah loh jinawe ini menjadi negeri yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

Shohibul fadhilah almukaram Ust. Badru (Majlis Al-Alfirdaus) pada kali ini menegaskan bahwa perjuangan menegakkan Khilafah adalah perjuangan Ulama, Kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, Sistem Islam”. Inilah masa depan Umat yang sesungguhnya dan alfaqir mengajak bersama untuk meriah berkah dari Alloh SWT karena ketaatan dan ketaqwaan kita terhadap syariat Alloh SWT yang dibawa oleh Rasul yang Mulia syaidina wa maulana Muhammad saw, sehingga umat ini mendapatkan nasrullah sebagaimana Bisyaroh Rasulullah saw.

Shohibul fadhilah almukaram Kyai Hoerudin (Ponpes Tarbiyatul Falah) mendorong agar Ulama menjadi garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Khilafah, juga ajakan kepada ulama yang lainnya agar bergabung dalam hizbus siyasi al mabda’I al islami. Dan bersama – sama umat meraih nasrullah menjemput Bisyaroh Nubuwwah. Serta melayakkan diri sebagai warosatul anbiya warmursalin. ulama akhirat sebagaimana yang disebutkan Imam Al Ghozali Rohimahumullah. Beliau pun mengingatkan sebagaimana Imam al Ghozali menyampaikan bahwa ulama seperti ini akan mengalami gangguan, bersabarlah. bagi umat mari kita jaga para ulama seperti ini yang bisa membawa cahaya kebenaran, jauhkan persekusi, penganiayaan dan kriminalisasi.

Shohibul fadhilah almukaram KH. Umar Siddiq (Ponpes Daruts Tsaqofah) memberikan kabar gembira bahwa Khilafah telah mendapatkan penerimaan yang semakin luas, massif dan membumi. Ulama memberikan dukungan terhadap perjuangan menegakkannya. Penerimaan massif para ulama terhadap perjuangan syariah dan khilafah ini karena selain mereka kembali kepada tuntunan para ulama mu’tabar juga timbulnya kesadaran besar umat butuh perubahan hakiki agar bisa meraih berhak Allah SWT dan rahmatan lil alamin, serta agar mampu menjaga umat dari kehinaan dan kehancuran terlebih ini adalah wujud nyata keimanan, ketaatan dan ketaqwaan. selain itu realitas masalah multi dimensi yang menimpa umat, menjadi saatnya kita kembali kepada hakikat kebaikan dan kebenaran sesungguhnya yakni aturan Allah SWT.

Shohibul fadhilah almukaram Ust. Iwan Januar (Majlis Udati Fatimah) kembali menegaskan bahwa perubahan hakiki menuju sistem Islam. Hikmah corona, tidak boleh terus terkungkung dan terjerembab dalam kegagalan sistemik. Karenanya kini saatnya tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi dan buang Komunisme, songsong masa depan dengan Islam, Khilafah Islamiyah; fakta kegagalan terpampang nyata, krisis multi dimensi yang terjadi. Bahkan sedihnya alfaqir adanya ulama yang menjadi korban aniaya dan bahkan terbunuh, apakah ini salah satu upaya menghentikan dakwah Islam? Semoga Allah SWT menjaga mereka. Ini juga menunjukkan saatnya kita berubah dan bangkit dengan Islam yang akan memberikan rahmatan li alamin dan mampu menjaga nyawa dan kehormatan.

Shohibul fadhilah almukaram Ustad Almenis (Majlis Raudhathuth Thalibin) sepakat dengan para ulama sebelumnya dan menyampaikan kekwatiran dan agar umat tidak lagi terjebak dan mudah ditipu berikut kalam beliau kondisi sudah banyak diungkap para kyai – asatidz sebelumnya betapa kita perlu bangkit dan bergerak menuju kejayaan Islam yang tentunya ini memerlukan semua sumber daya yang dimiliki umat ini. Pada saat bersamaan, di saat pandemi negeri ini menggelar Pilkada, untuk itu, perlu juga alfaqier ingatkan akan momentum tahun politik berikutnya. Tahun ini ada Pilkada serentak, dan  2024 akan digelar Pilpres, saatnya umat tidak tertipu dan tidak boleh ditipu lagi.

Shohibul fadhilah almukaram ust. Dedi Sulaeman (Majelis Bina Ilmu Islam Kaffah) beliau meyoroti tentang jejak khilafah di nusantara yang menurut beliau ada Jejak Khilafah Di Nusantara. Bahwa secara historis dan secara syar’i Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah; maka sudah saatnya umat kembali kepada jati dirinya dan bangkit dengan kebangkitan hakiki menuju Islam.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …