Multaqa Ulama Aswaja Kota Bogor: Hentikan Segala Bentuk Kriminalisasi, Persekusi dan Kekerasan Terhada Agama Islam, Ulama dan Aktifis Islam

Bogor, (shautululama) – Ahad, 12 Jumadil awal 1442H/27 Desember 2020 , berkumpul ratusan ulama, kyai- asatidz, habaib mengikuti sebuah agenda akbar Multaqo Ulama Aswaja Kota Bogor.

Acara yang bertajuk “KIPRAH ULAMA CINTA NEGERI, JAGA KEUTUHAN NEGERI, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH” meneguhkan ihtimam para ulama terhadap kondisi umat dan negeri ini, sebagai bentuk keimanan kepada Alloh SWT dan kecintaan pada negeri in dilatarbelakangi oleh Fenomena segala bentuk kedzaliman rezim terhadap Islam, Ulama, aktivis dakwah Islam harus mendapatkan penjelasan dan sikap dari para Ulama. Ulama harus menyerukan agar rezim menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan persekusi dan kekerasan hingga pembunuhan, dan harus bertanggungjawab.

Demikian pula ketiadakmampuan dalam menangani wabah pandemi ini dengan segala carut marut kinerja serta ditambah lagi korupsi di tubuh rezim yang semakin menjatuhkan harkat dan martabat wibawa penguasa. Termasuk kesimpangsiuran informasi tentang vaksin maupun abai terhadap perlindungan tenaga dokter dan kesehatan sebagai garda terdepan menghadapi wabah ini.

Ancaman nyata disintegrasi negeri, seperti deklarasi kemerdekaan Papua, indikasi daerah lain seperti Aceh yang ingin melepaskan diri yang kurang mendapatkan respon serius.

Ini semuanya membutuhkan penjelasan dakwah Islam. Dakwah menuju kepada perubahan harus diserukan sebagai bentuk kecintaan kita, pada negeri kita dan bentuk tanggung jawab untuk menjaga keutuhan negeri Islam yang terbesar ini.

Acara dimulai oleh shohibul fadhilah almukarram KH. Ediwanto dari majlis Khoiru ummah membuka acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci alQur’an oleh shohibul fadhilah almukarram kyai Budi Abdurrahim.

Acara kemudian dipandu oleh shohibul fadhilah almukarram Kyai Ahmad NH dari majlis attaqwa, menyambut para kyai-asatidz, habaib dan ajengan yang hadir dalam agenda multaqo kali ini, menyampaikan bahwa multaqo ini merupakan bentuk ihtimam ulama terhadap umat dan bahwa dakwah harus tervisualisasi dalam ihtimam terhadap umat, menggambarkan pula secara umum hal yang melatarbelakangi agenda multaqo kali ini, sebagai bagian dari muhasabah dan ulama diaharapkan mampu mengarahkan umat untuk menuju masa depan dengan diterapkannya syariat Islam secara kaffah.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Asrori al Muzaqi dari ponpes Baron Bogor sebagai shohibul hajat menggambarkan dan membingkai mulai dari latar belakang berlangsungnya acara multaqo dan bertujuan agar para ulama mampu memberikan solusi terhadap permasalahan negeri ini sebagai bentuk kecintaan kepada negeri ini. Menjadi garda terdepan perubahan yang hakiki menuju masa depan umat kembali kepada syrariat Islam yang kaffah dalam bingkai khilafah Islamiyah.

Beliau menggambarkan mulai dari kriminalisasi dan pembunuhan terhadap dakwah dan akitivis islam, penanganan pandemi yang tidak jelas, korupsi yang semakin menambah kerusakan, belum lagi banyaknya kebijakan dan perundangan yang dihasilkan dalam system demokrasi yang justru memberikan kerusakan.

Shaohibul fadhilah almukarram KH. Umar Siddiq dari ponpes Daruts Tsaqofah mengingatkan Akhir Tahun 2020 beliau muhasabah untuk Umat dan Pemimpin dan mengingatkan Berbagai Nikmat Allah SWT, bagaimana seorang muslim wajib mensyukuri hal itu dengan ketaatan, kemudian beliau melanjutkan bahwa ketaatan adalah dengan penerapan Islam kaffah ,selain Islam adalah solusi fundamental problematika umat dan juga permasalahan yang menimpai negeri ini. Beliau mengajak untuk segera berubah dan menerapkan syariah dalam bingkai khilafah islam.

Shohibul fadhilah almukarram kyai Badru Tamam dari Majlis al Firdaus menyampaikan kalam Islam mengharamkan pemisahan wilayah (separatisme), dalam hal ini kasusnya adalah Papua sebagaimana sebelumnya telah lepas Timor Timur. Maka beliau menyampaikan dalam Islam mengharamkan separatism dan memisahkan diri dari negeri muslim.

Shohibul fadhilah almukarram kyai Baiturahim, founder yayasan psiqologi islam Indonesia menyampaikan kalam bahwa islam mewajibkan kesatuan umat berdasarkan aqidah Islam dan khilafah bukan berdasarkan kapitalisme demokrasi, dan negara bangsa. Dan secara fakta bahwa wabah Covid 19 menunjukkan kegagalan ideologi kapitalis- demokrasi, komunisme dan konsep negara bangsa dalam mengurus rakyatnya. Beliau menegaskan umat harus menolak kapitalisme demokrasi dan mencampakkan komunisme, demikian pula konsep Negara bangsa yang telah terbukti gagal. Maka umat harus kembali kepada Islam sebagai solusi mendasar, karena diturunkan oleh pencipta manusia, Alloh swt.

Shohibul Fadhilah almukarram KH. Amirudin, Majlis Khoiru Ummah, menegaskan bahwa sistem Demokrasi menghasilkan banyak pemimpin korup dan zhalim, tidak amanah kepada rakyat, dan lebih mementingkan oligarki asing dan aseng. Beliau pun mengutuk pembunuhan terhadap aktivis Islam, meminta agar pelakunya diadili dan termasuk yang memerintahkan. Beliau meminta menghentikan berbagai bentuk kedzaliman terhadap rakyat, umat Islam, ulama dan pejuang Islam. Dan mengajak umat terutama ulamanya untuk berjuang menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah sebagai warisan Rasulullah saw yang merupakan ajaran islam.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Abdur rosyid kembali menegaskan sistem demokrasi sekuler mendorong lahirnya pemimpin yang tidak taat kepada Syariah Islam, dan menghasilkan kebijakan yang zhalim kepada rakyat seperti UU Omnibus Law, UU Minerba, RUU Minuman Beralkohol, RUU BPIP, dll. Beliau menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kedzliman terhadap umat, segala bentuk kriminalisasi dan persekusi.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Tatang Muhtar ponpes Miftahul Fallah, mengingatkan ulama adalah garda terdepan dalam perjuangan menegakkan khilafah di Nusantara ini, Ajakan kepada ulama yang lain agar berjuang dan bergabung dalam satu barisan dakwah Islam.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Arif B. Iskandar, ponpes an nahdhoh, menyampaikan kalam bahwa umat harus ada perubahan dan perubahan itu haruslah perubahan yang hakiki, ulama lah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam perubahan hakiki menuju sistem Islam, karena selain mereka yang menguasai ilmunya juga sebagai pewaris nabi. Perubahan itu adalah menerapkan syariah secara kaffah dalam bingkai khilafah islam. Maka menolak kapitalisme demokrasi dan mencampakkan komunisme adalah sebuah keniscayaan.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Usman, ponpes Nurul hikam, kewajiban dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar, bahwa Dakwah Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama para ulama dan keutamaan menyampiakan nasehat kepada pemimpin zhalim terhadap rakyat, beliau mencontohkan dari hal tersebut dari hal yang kecil seperti sholat.. yang merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Faturahman dari ma’had inqilabiy, menyampaikan kalam perjuangan menegakkan khilafah identik dengan ulama, dan umat harus diarahkan menuju perubahan yang hakiki, disinilah peran ulama dalam kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, Sistem Islam. Beliau pun menegaskan bahwa separatisme dan pemisahan wilayah dari sebuah negeri muslim adalah keharaman dan untuk itu harus ditolak.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Hernan, ponpes ath Thohirin, menegaskan kalam ulama terkait Perjuangan Penegakan Khilafah Di negeri ini memiliki landasan syar’i, beliau menggambarkan bagaimana para ulama slaf menjelaskan tentang wajibnya pengangkatan seorang imam atau kholifah, mulai dari landasan ayat qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai hadist serta ijma sahabat yang juga dikutip oleh ulama empat mazhab, selain itu dari sisi historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan memiliki hubungan dengan Khilafah Islamiyah; beliau kembali menegaskan penolakan atas separatism, dan kedzliman serta semua kebijakan dzalim yang telah membebani rakyat.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Iwan Januar, majlis Udati Fatimah menegaskan kalam para ulama sebelumnya bahwa masa depan umat islam adalah dengan menerapkan islam. Beliau menggambarkan kegagalan kapitalisme demokrasi dan komunisme dalam mensejahterakan rakyat, dan bagaimana Islam yang lahir dari pencipta manusia pasti akan memberikan rahmat.

Beliau pun menggambarkan sudah cukupnya umat merasakan kedzaliman yang dialami rajyat. Maka solusi total atas semua itu adalah denga Islam. Beliaupun mengajak sekaligus mengingatkan para ulama untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan ini.

Terakhir, Shohibul fdhilah almukarram KH. Miharja, membacakan pernyataan sikap ulama yang hadir dalam multaqo ulama aswaja Kota Bogor.

Saksikan selengkapnya di

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …