Multaqa Ulama Aswaja Kota Bekasi, “Ukhuwah Islamiyyah Di atas Sekat Ormas, Parpol dan Nation State”

Bekasi, (shautululama) – Majlis Mudzakarah Ulama dan Asatidz Kota Bekasi menggelar agenda Multaqa Ulama bertemakan “Peran Ulama Dalam Persatuan dan Kesatuan Umat” yang dilaksanakan, Ahad (06/01/19), sejak pukul 08.30 WIB hingga menjelang Dzuhur.

Mudzakarah ini dihadiri oleh Ulama dan Kyai, antara lain: KH. Hermanto (Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ruqyah Nagrak), Ustad Salman (Ketua FPI Jatiasih), Ustad Kholid (Pengasuh Pondok Pesantren Al Islam), Ustadz Taufik Hidayat (Pengasuh Majlis Ta’lim Syubbanul Khair Jatiluhur), Ustadz Nana Hudiana DKM Masjid Al Qowi, Ustadz Maqbul Amin (Ahli Tafsir dari Jati sari), Ustadz Imran Nasution (dari Rawalumbu), serta beberapa ulama, tokoh lainnya.

Pemateri disampaikan oleh Al-Ustadz Syamsuddin Ramadhan An-Nawiy, (Gus Syam), Pembina Majlis Mudzakarah Ulama dan Asatidz Kota Bekasi.

Beliau menyampaikan materinya dengan mempresentasikan poin-poin penting terkait langkah-langkah praktis persatuan dan kesatuan dalam rangka terwujudnya persatuan hakiki ditengah-tengah umat.

Perta, beliau singgung adalah seputar Reuni Akbar 212 sebagai momentum persatuan umat Islam lintas ormas yang tidak lepas dari peran praktis para ulama dan tokoh dalam mensukseskan agenda akbar tersebut.

Kemudian beliau membahas tentang urgensi ukhuwah islamiyah yang relasinya tidak terbatasi oleh sekat-sekat keormasan ataupun sekat negara kebangsaan (nation state). Dengan sekat-sekat negara bangsa inilah umat Islam tidak bisa memberikan pertolongan secara riil, berupa bantuan militer terhadap saudara-saudara seiman kita yang dalam kondisi terjajah secara fisik sebagaimana di daerah Uyghur dan negeri-negeri muslim yang mengalami hal perlakuan sama.

Beliau melanjutkan bahwa hakekat relasi seorang muslim dengan muslim lainnya sebagaimana firman Allah SWT.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. [TQS Al Hujurat (49):10].

Relasi persaudaraan ini tidak sekedar relasi yang biasa-biasa saja melainkan relasi yang sangat tinggi nilainya dihadapan Allah SWT.

Oleh karenanya kita sebagai muslim dituntut untuk bisa benar-benar mewujudkan hakikat relasi persaudaraan hakiki sesama muslim di manapun kita berada. Sebagaimana dikutip oleh Imam Al-Qurtubi dalam tafsir Qurthubi,

قوله تعالى:” إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ” أي في الدين والحرمة لا في النسب، ولهذا قيل: أخوة الدين أثبت من أخوة النسب، فإن أخوة النسب تنقطع بمخالفة الدين، وأخوة الدين لا تنقطع بمخالفة النسب

Firman Allah SWT [Innamaa al-Mu`minuun ikhwat], yakni (saudara) dalam agama dan hurmah (sesuatu yang wajib dilindungi), bukan (saudara) dalam nasab (garis keturunan). Oleh karena itu, dikatakan, “Persaudaraan (karena) agama lebih kuat dibandingkan persaudaraan nasab. Sesungguhnya, persaudaraan nasab akan terputus dengan penyimpangan terhadap agama, dan persaudaraan agama tidak terputus dengan penyimpangan nasab”.

Beliau melanjutkan, bahkan Imam As Sa’diy, dalam Tafsir al-Sa’diy, QS. 49:10 dikatakan, “ayat ini berisi aqad (perjanjian) yang ditetapkan Allah SWT, yakni jika ada seseorang yang beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari akhir, siapa pun dan di mana pun ia berada, maka ia adalah saudara bagi kaum mukmin yang lain. Persaudaraan yang mengharuskan kaum muslim lain mencintainya, sebagaimana mereka mencintai diri mereka sendiri. Mereka juga membenci sesuatu yang ada pada diri orang tersebut, sebagaimana mereka membenci hal itu ada pada diri mereka”, pungkas Gus Syam.

Sebagaimana Rasulullah SAW. mengatakan dalam hadis :

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

”Sesungguhnya, seorang Mukmin dengan Mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan, satu dengan yang lain saling menguatkan”. [HR. Imam Bukhari dan Muslim].

Namun, terjadinya penindasan ini kita tidak bisa berbuat banyak karena negeri-negeri muslim sekarang tersekat oleh teritorial ashabiyah berupa wujudnya nation state (negara bangsa). Seperti di negeri kita ini, jangankan mengirim bantuan militer, sekedar mengecam saja, rezim ini tidak memiliki keberanian. Memalukan! (red).

#SaveUighur
#UlamaBersamaHTI
#KhilafahAjaranAhlussunnahWaljamaah
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntiIslam
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#JanganPilihPemimpinGagal

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *