Multaqa Ulama Aswaja Kabupaten Garut, Tanpa Khilafah Rasulullah dan Syariat Islam Selalu Dinistakan

Cisurupan, Garut, (shautululama) – Ahad, 08 Desember 2019 Forum Ulama Aswaja Kabupaten Garut mengadakan acara Multaqa Ulama Ahlussunah Waljamaah Kabupaten Garut di Pondok Pesantren Badahiyah 2 Sinaraja, Cisurupan – Garut.

Acara dimulai pada jam 8.30 WIB dengan pemutaran video highlight acara Multaqa Ulama Ahlussunah Waljamaah yang sebelumnya telah diadakan di Pondok Pesantren Al Muntaha, Bangkalan – Madura, acara multaqa ini merupakan lanjutan dari acara tersebut.

Para ulama yang mengikuti Multaqa Ulama di Madura ingin menindaklanjuti apa yang telah mereka sepakati disana dengan menyampaikan dan mengajak para ulama di Kabupaten Garut, untuk bersatu dan berjuang bersama demi tegaknya syariat Islam secara kaffah.

Ustad Abdurrahman sebagai master of ceremonies (MC) membuka acara ketika para tamu undangan ‘alim ulama mulai berdatangan dan memenuhi aula yang digunakan untuk acara. Aula yang berkapasitas sekitar 200 orang dipenuhi oleh tamu undangan dan peserta.

Bahkan sampai acara tengah berjalan ketika sambutan dari shahibul bait oleh KH. Shodiq, para peserta acara masih berdatangan.

Ustad Nandang sebagai qori mengajak para peserta acara untuk ikut bersholawat kepada Rasulullah SAW, setelah beliau membaca ayat suci Al Qur’an sebagai salah satu bukti kecintaan kepada beliau SAW. Di tengah kegeraman kita atas berbagai penistaan terhadap Rasulullah SAW, sholawat menggema terasa syahdu.

Pada multaqa ini tampil dua kalam ulama, Pertama, Ustad Aam Ridwan, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Juariyah,  Kedua, KH. Ahmad Zainudin, Pimpinan Pondok Pesantren Al Husna, Cikampek.

Ustadz Aam Ridwan menyampaikan, “Akar permasalahan dari maraknya penghinaan terhadap Rasulullah, kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam, penistaan terhadap ajaran islam, hingga penghapusan ajaran islam dari kurikulum pendidikan seperti khilafah dan Jihad. Semua itu diakibatkan karena diterapkannya sistem yang bukan islam”

“Rasulullah menyuruh kita untuk mengikuti sunnahnya serta sunnah khulafaula Rasyidin. Sedangkan Sunnah khulafaula Rasyidin yang hari ini dicampakan adalah penerapan syariat islam secara kaafah di bawah naungan Khilafah”, pungkas Ustadz Aam Ridwan.

KH. Ahmad Zainudin menyampaikan hal yang senada. Dengan sedikit sindiran humor beliau menyampaikan, “Imam empat mazhab dan jumhur ulama pada umumnya sepakat akan wajibnya menegakan Khilafah. Jika saat ini ada segelintir pihak yang mengaku ulama tetapi menolak khilafah, maka itu bukannya perbedaan pendapat namun perbedaan pendapatan”

Ustad Suar Abu Zulman membacakan pernyataan sikap dengan mengajak seluruh peserta yang hadir berdiri, seraya berazzam untuk menjadi bagian dari para pejuang demi tegakknya syariah Islam secara kaffah dengan khilafah Islamiyah serta menolak berbagai kezholiman yang telah dilakukan oleh penguasa.

Acara ditutup dengan Do’a oleh Ustad Syahid dengan bermunajat kepada Allah memohon pertolongan atas berbagai problematika yang menimpa umat, dengan ditegakkan kembali Khilafah ‘ala minhajji nubuwah. Setelah selesai acara, para peserta acara bermushofahah dan mempererat jalinan ukhuwah Islamiyah diantara mereka.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *