Multaqa Ulama Aswaja Kab. Bogor, Istiqamah Dalam Dakwah Langkah Pasti Tegaknya Khilafah

Bogor, (shautululama) – Melengkapi maraknya respon para Ulama terkait kondisi umat islam akhir akhir ini. Para Ulama, ajengan dan Tokoh Masyarakat serta muhibbinnya berkumpul dalam acara Multaqa Ulama pada Ahad pagi, 29 Desember 2019 di Majlis Pancaran Amal Gunung Pancar Babakan Madang Bogor yang dipimpin Kyai AA Syamri, ulama kharismatik keturunan pahlawan Aceh. Multaqa ini diselenggarakan sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tema yang diangkat dalam multaqa kali ini adalah membela umat islam Uyghur dan mengutuk aksi penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang dilakukan oleh orang-orang munafik pembenci Islam seperti Sukmawati dan Gus Muwafiq. Selain itu ulama yang hadir juga menyuarakan untuk berjuang bersama menegakkan khilafah agar bisa mobilisasi jihad untuk membebaskan umat islam tertindas seperti di Uyghur. Multaqa ulama ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta terdiri dari Ulama, Habaib, Assatidz dan muhibbinnya serta tokoh masyarakat Babakan Madang dan sekitarnya.

Multaqa dimulai pukul 08.00 pagi, awali dengan pembacaan kitab barzanzi oleh para santri dan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al- Quran.

Shohibul Bait Kiyai AA Syamri memberikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Beliau menyampaikan bahwa perjuangan menerapkan syariah islam secara kaffah dalam naungan Khilafah adalah kewajiban yang agung. Jika saat ini ada yang menentangnya termasuk memusuhi kelompok yang mengembannya yaitu HizbutTahrir, maka “AA” ini begitu beliau menyebut diri sendiri adalah “orang Hizbut Tahrir”. Jadi jangan takut sama organisasi ini, kalau tidak tahu dan tidak paham, AA bisa jelaskan apa itu Hizbut Tahrir apa itu aliwa arroya dan tidak ada hubunganya dengan radikalisme apalagi terorisme.

Penceramah pertama, Kyai Yazid Busthomi dari Ponpes Nizhomul Islam Sukamakmur menyerukan agar umat Islam bersatu memperjuangkan khilafah dan tetap Istiqamah dalam dakwah mengkaji kitab dengan halaqah karena itu kunci sampainya perjuangan ini kepada tegaknya khilafah, beliau sampaikan dalam bahasa sunda yang kental.

Sementara itu Kyai Abdul Mujib, Majlis Mu’ahidil Islam Dayeuh Jonggol tak kalah keras. Beliau juga mengatakan bahwa satu satunya solusi bagi umat islam saat ini untuk bangkit kembali memimpin dunia adalah dengan menegakkan Khilafah. Namun ada syaratnya, yaitu harus memiliki ilmu. Oleh karena itu, beliau menyerukan para hadirin agar ikut halqoh dalam rangka membekali perjuangan ini karena setiap amal harus dibarengi dengan ilmu, sementara ilmu tentang khilafah dan perjuangannya ada dalam halqoh, maka mari kita bertekad kuat memenuhi semua kebutuhan diri ini dengan ilmu dan taqwa.

Selaku pembawa acara Kyai Usman Kamaludin dari Ponpes At Tajuriyu Citeureup senantiasa menyemangati jamaah yang hadir dengan teriakan takbir serta mengingatkan semua bahwa saat ini umat islam juga harus membela saudaranya yakni Muslim Uyghur di Xinjiang yang teraniaya.

Beliau menyampaikan bahwasannya kondisi Muslim Uyghur mengalami berbagai penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan yang dilakukan China Komunis dengan program re-edukasi Muslim Uyghur. Mereka dipaksa menerima paham-paham komunisme yang bertentangan dengan Islam.

Pembicara terakhir Ustadz Hasyim Musthofa, Pembina Indonesia Ngaji dan Pembina Yayasan Baitul Khoir Depok (Yayasan yang didirikan mantan artis yang menjadi Da’i kondang, Ustad Khoir Hari Mukti) turut pula membekali acara dengan tausiyahnya yang lembut tentang janji Allah untuk orang yang bertakwa. Beliau juga menyampaikan agar umat islam saat ini memiliki kesadaran akan potensi yang dimilikinya sehingga tidak bisa diremehkan oleh orang kafir. Bahwa kepemimpinan umat islam yaitu Khilafah adalah perkara penting dan mendesak untuk segera ditegakkan.

Terakhir acara ditutup oleh Kiyai Sarmili, Ulama kharismatik dari Parung dengan doa.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *