Multaqa Ulama Aswaja Kab. Bogor, Hukum Allah SWT Di Atas Konstitusi

Sukamakmur, Bogor, (shautululama) – Sabtu, 14 Maret 2020 “Sholat dan kewajiban meletakkan Hukum Allah di atas Konstitusi”, Menjadi tema utama Multaqa Ulama Aswaja yang diselenggarakan di Majlis Mu’ahidil Islam Pimpinan Ustad Abdul Mujib, Mubaligh muda dari Desa Sukaresmi Kec. Sukamakmur Kab. Bogor.

Sebagai pembicara utama pada acara Multaqo Ulama kali ini adalah KH. Yasin Muthohar, Mudir Ponpes Al Abqori Serang Banten.

Beliau membuka pembahasan tentang wabah Penyakit di Tengah Umat Manusia berupa virus Corona, termasuk di Indonesia. Beliau membimbing jamaah yang hadir dengan doa- doa perlindungan terhadap bencana.

Selanjutnya, beliau mengupas sejarah dan hikmah peristiwa Isra Mi’raj Nabi SAW. Diantaranya saat Rasulullah dalam perjalanan mi’raj diperlihatkan tentang orang yang memilih daging busuk untuk dimakan. Hal ini terjadi saat ini dimana banyak orang memilih yang haram dan meninggalkan yang halal.

Seruan Ulama untuk menerapkan Islam dilecehkan, malah mempersekusi Ulama yang mendakwahkan Islam kaffah dengan sistem Khilafah. Mereka memilih demokrasi yang merupakan nizhom kufur

Beliau juga menceritakan saat Rasul memilih susu daripada arak saat di isra kan. Hikmahnya bahwa susu itu baik, menyehatkan dan menguatkan dan arak itu buruk, membuat penyakit.

Kesimpulannya mengambil Islam itu akan menguatkan dan menyelamatkan sedangkan jika meninggalkan Islam akan menyengsarakan dan menyesatkan

Walhasil, propaganda rezim yang mengarahkan umat islam untuk menggeser keyakinanya untuk menjadikan konstitusi di atas hukum Allah wajib ditolak. Seharusnya menjadikan hukum Allah di atas konstitusi

Pada akhir ceramahnya, beliau juga menyampaikan hadis yang berkaitan dengan isra mi’raj yaitu Masjid Al Aqsa yang akan menjadi ibu kota Khilafah dan menjadi pusat kekuatan umat Islam serta dikembalikannya al Aqsa kepangkuan kaum Muslimin.

Beliau juga menyerukan kepada para hadirin untuk belajar tentang Khilafah, sistem pemerintahan yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya.

Acara yang dihadiri para ulama, tokoh masyarakat dan aparatur desa serta ratusan jamaah diantaranya Kiyai Juhatin, Kiyai Acip Sanusi, KH. Fahruroji, Kiyai Samsuri, KH. Khoerudin (Ponpes Athokhiriyah), Kepala Desa Sukaresmi, juga hadir dari luar Kecamatan diantaranya Kiyai AA Syamri Babakan Madang, Kiyai Usman Kamaludin, Citeureup, Kiyai Abd. Fatah, Citeureup ini diakhiri pukul 12.00 WIB. Dilanjut dengan makan bersama dan ramah tamah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …