Multaqa Ulama Aswaja Jatim, Kutuk Penghina Nabi Saw, Tolak Kebebasan Demokrasi, Batalkan Undang-Undang Dzalim Omnibus Law Ciptakerja

Surabaya, (shautululama) – Mensikapi carut marut persoalan negeri ini, mulai dari penanganan pandemi covid-19, disahkannya undang-undang dzalim Omibus Law Ciptakerja oleh DPR dan pemerintah serta penghinaan atas Baginda Rasulullah Saw oleh Presiden Prancis Immanuel Marcon yang merestui penerbitan kartun Nabi Saw di majalah Charlie Hedbo, dan tidak akan melakukan pelaranggan dengan alasan kebebasan berekspresi.

Ulama Aswaja Jawa Timur, sebagai ihtimam biamril muslimin, sebagai perhatian terhadap persoalan umat tersebut, maka menggelar Multaqa Ulama Aswaja Jatim untuk yang ke sekian kalinya. Multaqa Ulama Aswaja Jatim diikuti oleh puluhan ulama, dari ujung timur Jawa Timur hingga ujung Barat, dari sisi utara hingga sisa selatan secara daling dan disaksikan ribuan peserta lainnya melalui channel Youtube Kaffah Channel, dan Mulatqa Ulama Aswaja TV.

Multaqa Ulama Aswaja Jatim dilaksanakan secara daling, melalui channel youtube Multaqa Ulama Aswaja TV, dan Kaffah Channel, Ahad, 29 Rabi’ul Awal 1442 H / 15 November 2020 mulai pukul 08.30 sd 11.30 dengan topik bahasan “Kutuk Penghina Nabi SAW, Tolak Demokrasi dan Kebebasan, Batalkan Undang-Undang Omnibus Law yang Dzalim”

Selaku pembawa acara Kyai Suhail Abu Faiq, Ulama Aswaja Surabaya, pukul 08.15 mulai memimpin pelaksanaan multaqa dengan bacaan al Fatihah. Lalu dilanjutkan dengan bacaan kalam ilaihi yang dilantunkan oleh Kyai Mashuri, Ulama Aswaja Jombang.
Shahibul hajah, Kyai Fajar Kurniawan, Ulama Aswaja Jatim dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para alim ulama, dan para hadirin dari seluruh Jawa Timur yang telah berkenan meluangkan waktu, untuk mengikuti multaqa ini.

Beliau juga mengucapkan jazakallah khairan jaza kepada para alim ulama khos di Jawa Timur mulai dari ujung timur hingga ujung barat, mulai pesisir selatan hingga pesisir utara yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menyampaikan wejangannya, kalamnya pada multaqa ulama aswaja Jatim kali ini. Hal ini dilaksanakan tidak lain karena bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang diperintahkan Allah SWT.

Kyai Fajar menyitir firman Allah SWT dalam surat An Nisa: 141

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
“Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin.” (QS. Al-Nisâ’ [4]: 141)

Kami mengajak para ulim ulama, pewaris para nabi untuk tidak tinggal diam menyaksikan kemungkaran, kita harus mencegahnya denga dakwah amar ma’ruf nahi mangkur, karena dakwah adalah kewajiban.

Lanjut Kyai Fajar, sebagaimana kita ketahui, di negeri ini di tengah-tengah carut-marutnya penanganan pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhirnya, yang telah menyebabkan negeri ini masuk ke jurang resesi ekonomi, DPR dan Pemerintah telah sepakat menetapkan undang-undang dzalim Omnibus Law Ciptakerja.

Inilah salah satu produk demokrasi, aturan dzalim hasil kesepakatan antara DPR, pemerintah dengan pengusaha. Undang-undang ini telah memberikan karpet merah kepada investasi asing untuk menguasai aset-aset negeri ini, dan menjadikan rakyat sebagai buruh, jonggos yang dieskploitasi tanpa perlindungan kesejahteraan.
Hak-hak pekerja, buruh banyak dikepras, meski telah diproses namun pemerintah tetap tutup mata, tutup telinga.

Di lain pihak, di luar negeri, di Prancis telah terjadi penghinaan terhadap Baginda Rasulullah Saw yang didukung oleh Presiden Prancis Immanual Macron. Peristiwa ini terjadi di bulan Maulid, bulan kelahiran Rasulullah Saw, dimana umat islam merayakannya sebagai ungkapan syukur atas kehadiran manusia agung sebagai pembawa risalah Islam.

Penghinaan, pelecehan ajaran islam maupun terhadap Nabi Saw bukan kali ini saja terjadi, sudah berkali. Dengan dalih kebebasan berekspresi mereka bebas melakukan penghinaan, pelecehan sekalipun itu seorang nabi ataupun ajaran agama.

Kebebasan inilah juga hasil dari diterapkannya sistem demokrasi dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, sistem rusak ini sudah saatnya ditinggalkan dan kita ganti dengan sistem yang berasal dari Allah SWT dan telah diwariskan oleh Baginda Rasulullah Saw. Sudah semestinya, jika kita cinta nabi, kita juga mencintai sistem warisan beliau dalam menggelola negara, yaitu Khilafah ala minhajin nubuwwah, bukan sistem demokrasi warisan Montesque.

Secara khusus, Kyai Fajar mengajak para ulama, dengan keluasan ilmunya, untuk terus berjuang di garda terdepan, membimbing umat, mendakwahkan sistem khilafah warisan Rasulullah ini agar semakin diterima dan dipahami oleh umat.

Kini khilafah telah masuk ke semua sektor, mulai kalangan ulama, intelektual, buruh, masyarakat penerimaan semakin masif dan luas, mulai pelosok negeri hingga pusat Ibu Kota. Atas ijin Allah SWT dalam waktu yang tak lama lagi akan segera kembali memimpin dunia, sehingga tercipta keadilan, aman, tentram dan sejahtera bagi semua lapisan manusia, baik muslim maupun kafir, tutup Kyai Fajar mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan kalam minal ulama yang dipimpin oleh Rois Multaqa Kyai Anwar Sanusi, Ulama Aswaja Mataraman.

Telah diberikan ihtirom secara khusus oleh panitia, ulama dari ujung timur hingga barat, dan pesisir selatan hingga pesisir utara Jawa Timur antara lain:

  1. Misbah Halimi(ulama Aswaja Kasepuhan)
  2. Kyai Misno (Ulama Aswaja Mataraman)
  3. Ramadlan (Ulama Aswaja Bojonegoro)
  4. Muhammad Alwan (Ulama Aswaja Malang)
  5. KH, Ali Syafiuddin (Ulama Aswaja Pesisir Selatan),
  6. Muhajir Adib (Ulama Aswaja Sidoarjo)
  7. Lukman Haris (Ulama’ Aswaja Sunenep)
  8. Kyai Sepuh Zainullah Muslim (Ulama Aswaja Pasuruan)
  9. Amir Abdullah (Ponpes Tahfidzul Qur’an Qubbul Qulub), Ulama Aswaja Jember
  10. KRT. Kamil Sutastito, M.Ag (Uama Aswaja Surabaya)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …