Multaqa Ulama Aswaja Jatim, Khilafah Solusi Krisis Multidimensi Negeri Kita

Surabaya, (shatululama) – Ahad, 28/6/2020, diselenggarakan Multaqa Ulama Aswaja Jatim melalui channel media online youtube Multaqa Ulama Aswaja TV,  Suargo Channel, Bromo Bermartabat, dan Kaffah Channel, sejak pukul 08.00 – 11.00 WIB.

Kyai Muhammad Mashuri, Ulama Aswaja Jember, selaku pemandu acara menyampaikan salam takdim kepada para ulama, habaib, ustad dan para peserta yang telah mengikuti acara ini. Sekilas pemandu acara menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakan multaqa ulama kali dalam rangka memberikan solusi Islam atas kondisi yang mendera negeri ini. Ulama sebagai pewaris nabi, sebagai ihtimam terhadap umat perlu menyampaikan pandangannya agar negeri ini bisa bangkit, menjadi negeri mandiri dengan diterapkannya syariah islam secara kaffah dalam  bingkai Khilafah Islamiyyah ala minhajin nubuwah.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci AlQuran oleh Ustad Zen Miftahur Rohman dari Kediri, lalu dilanjut dengan sambutan dari shohibul hajat, KH. Ihsan Abadi – Ulama Aswaja Jatim.

Kyai ihsan, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa negeri ini telah menuju jurang kehancuran dengan diterapkan sistem kapitalisme demokrasi, hutang ribanya menumpuk terus, wabah covid tidak jelas arah penangangannya. Kebijakan ekonomi lebih dikedepankan, dari pada nyawa rakyat. Suara pengusaha, para pemiliki modal lebih didengar dengan kebijakan new normal, sementara jumlah penderita terus meningkat di berbagai daerah.

Lebih lanjut beliau sampaikan, sementara itu segolongan orang, para politisi berusaha merubah haluan negara yang ditengarai menuju sistem komunisme, melalui legislasi Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Jelas ini sangat menciderai hati umat Islam, khususnya para ulama dimana beliau berada di garda terdepan dalam mengusir penjajah, mengusir komunisme dari negeri ini.

Oleh karena itu, Kyai Ihsan menegaskan, “apakah sistem rusak dan menyengsarakan rakyat seperti ini akan terus dipertahankan”? tanya beliau retoris.

Beliau menyerukan kepada seluruh komponen umat, khususnya para ulama, para pemimpin umat, para ahlu quwwah, agar turut serta bergabung berjuang menegakkan ajaran warisan Rasulullah Saw dalam menggelola negara, menanggani wabah penyakit maupun lainnya, yaitu khilafah ala minhajin nubawah.

“Sudah saatnya negeri ini dikelola dengan sistem, Khilafah ala minhajin nubuwwah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, para Khulafaur Rasyidhin, dan para khalifah-khalifah sudahnya hingga khilafah Turki Ustamani. Dengan khilafah akan lahir peradaban baru yang memanusiakan manusia, mensejahterakan, membebaskan manusia dari penindasan kapitalisme maupun komunisme”

Terakhir Kyai Ihsan tegaskan, “Tidak layak kita bergantung kepada negara asing Amerika dengan sistem kapitalisme karena faktanya mereka sendiri juga tidak mampu menyelesaikan persoalan dalam negerinya. Demikian juga, tidak layak kita bergantung pada China dengan sistem komunismenya, karena mereka faktanya adalah negara yang miskin, penggangguran sangat tinggi, kekayaan hanya dimiliki sebagian kecil orang saja”

“Wabah Corona telah mengungkapkan semua kebobrokan negara-negara besar pengusung ideologi kapitalis dan komunisme. Dan hanya islam, melalui Khilafah Islamiyyah satu-satunya solusi bagi lahirnya peradaban baru dunia”, pungkas Kyai Ihsan

Acara yang dilaksankan secara online ini, disaksikan oleh ribuan peserta dari golongan ulama, kyai, habaib, pengasuh pondok pesantren dan pengasuh majlis taklim. Para peserta nampak semangat mengikuti acara multaqa kali ini, dengan sesekali memekik takbir sebagai tanda mendukung perjuangan khilafah. (SU)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …