Multaqa Ulama Aswaja Jakarta Utara, Kita Yakin Khilafah ala Minhaj an Nubuwwah Akan Tegak

Jakarta, (shautululama) – Sekitar 30 ulama hadir dalam Forum Multaqo Ulama Ahad 27 Oktober 2019 dengan tema Muharam Momentum Perubahan Menuju Khilafah, di Rumah Tahfid rumah Tahfiz Al Quran Abu Bakar Assidiq r.a di Cilincing Jakarta Utara.
Acara diawali pembukan oleh Ust Firman selaku mc dan pembacaan Kalamullah surat Al Imran 104 oleh Ust Arief. Lalu shohibul fadhilah Ust.H.Muhammad Fauzi selaku sohibul bait pemilik rumah Tahfiz Al Quran Abu Bakar Assidiq r.a dalam sambutannya menjelaskan bahwa kita seharusnya yakin akan kebesaran serta pertolongan Allah SWT dalam kehidupan lebih baik serta yakin akan cita-cita bersama bisa terwujud tegaknya daulah khilafah ala minhaj nubuwah walau banyak tantangan baik dari sektor internal maupun eksternal.
Di akhir sambutannya beliau juga mengucapkan rasa senang akan kedatangan tamu para ulama warasatul anbiya serta meminta maaf apabila ada kekurangan dan mudah-mudahan barokah.
Setelah sambutan shohibul bait, dilanjutkan maqolah minal ulama yang di pandu oleh Ust Asad pengasuh Sekolah Plus Tahfidz Qur’an Khairu Ummah Koja Jakarta Utara, dalam pembukaanya Ust Asad menjelaskan bahwa kondisi umat islam di negeri ini sangat memperihatinkan dan ditambah dengan rintangan dari rezim yang telah menfokuskan tujuanya dalam pemberantasan radikalisme dilihat dari beberapa statemen dari para Menteri Kabinet Indonesia Maju, bahkan seruan khilafah diarahkan ke paham radikalisme.
Untuk itu perjuangan para ulama harus serius dalam menjelaskan ke umat makna khilafah yang sesungguhnya karena ulama menjadi garda terdepan jika ulama bangkit maka umat akan bangkit.
Maqolah minal ulama pertama disampaikan oleh Ust Gunawan ulama dari Koja. Dari pemaparan beliau menjelaskan bahwa ulama merupakan warasatul anbiya sudah semestinya menyuarakan iisti’naful hayati islamiyah melanjutkan kehidupan islam yang dahulu sempat berjaya dengan menegakkan kehidupan islam dalam bingkai khilafah, beliau juga menjelaskan bahwa permasalahan utama umat islam saat ini adalah karena tidak diterapkannya islam dalam bingkai khilafah. ulama harus bangkit memahamkan umat solusi konkritnya untuk kebangkitan umat Islam yaitu dengan Khilafah Islamiyah .
Maqolah minal ulama yg kedua disampaikan oleh Habib Idrus, beliau mengawali dengan membacakan surat An Nisa ayat 100, Bahwa Allah SWT akan memberikan pahala dan pengampunan kepada yang berhijrah di jalan Allah, beliau menjelaskan bahwa ada 2 makna hijrah yaitu hijrah fisik dan hijrah pemikiran.
Dalam maqolahnya beliau juga menjelaskan bahwa perjuangan penegakan khilafah harus dengan ilmu siyasah yang baik dari fisi maupun misinya serta metodenya sehingga pemimpin negeri ini suatu saat bisa meneriama ide khilafah.
Maqolah minal ulama yang ketiga disampaikan oleh Shohibul Fadhilah Ust. H. Muhammad Fauzi pimpinan sekolah tahfiz Abu Bakar Assidiq dalam maqolah beliau menyampaikan bahwa
manajemen dakwah harus baik dan terorganisir, kebaikan akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir makanya persatuan itu penting kita harus kerja sama bukan sama-sama kerja dalam penegakkan daulah khilafah ala minhaj nubuwah.
Maqolah ulama terakhir disampaikan oleh ulama KH. Muhammad Asrori Muzakki Koordinator Forum Komunikasi Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah Jakarta.
Dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa Perpolitikan di Indonesia saat ini banyak sekali keganjilan yang tidak sesuai dengan Islam dan menyengsarakan rakyat, mulai dari kecurangan yang terjadi serta banyaknya korban yang jatuh tapi sampai sekarang tidak di tindak lanjuti siapa yang bersalah, ulama banyak yang kecewa terhadap calon yang dulu di perjuangkan yang dicurangi dan dikalahkan.
Alih-alih tokoh yang diperjuangkan menjaga kewibawaannya karena dicurangi dan dikalahkan di pemilu yang lalu malah berkoalisi masuk ke dalam pemerintahan yang notabene lawan politiknya waktu pemilu ini mengindikasikan bahwa mereka bukan fokus untuk memperjuangkan hak rakyat yang ada memenuhi nafsu-nafsu mereka inilah yang dinamakan politik transaksional.
Dengan momentum hijrah ini para Ulama semestinya memberikan kesadaran kepada umat untuk memperjuangkan perubahan yang haqiqi – perubahan dari buruknya sistem demokrasi menuju sistem penganti yang lebih baik yaitu khilafah ala minhaj Nubuwah, yang pernah dicontohkan oleh para pendahulu kita para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dengan itu Islam pernah berjaya 13 abad lamanya.
Setelah kalimat minal ulama lalu acara dilanjutkan pembacaa surat pernyataan ulama ahlussunnah wal jamaah Jakarta Utara dan doa yang dibacakan oleh shohibul Fadhilah Habib Idrus dari Priok.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *