Multaqa Ulama Aswaja Jakarta, Tegakkan Khilafah Ikhtiar Meneladani Rasulullah

Jakarta, (shautululama) – Sejumlah tokoh dan ulama berkumpul di pagi yang penuh rahmat bertempat di Mafatih School Kalibata, Jakarta Selatan, dalam acara Multaqa Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, Ahad, 23 Februari 2020.

Acara tersebut dibuka dengan bacaan ayat suci Al -Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan oleh shohibul hajah yang disampaikan oleh ustadz Saifudin Zuhri. Beliau mengingatkan pentingnya meneladani Rasulullah SAW di seluruh aspek kehidupan termasuk masalah kepemimpinan sebagaimana para sahabat yang telah melanjutkan kepemimpinan beliau, dengan penerapan islam kaffah dalam bingkai khilafah, bukan justru memusuhi para pengemban dakwah syariah dan khilafah.

Beliau juga menyampaikan pentingnya multaqa ulama, dimana forum ini sebagai wasilah untuk menyadarkan umat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Remboko yang merupakan ulama dari Jagakarsa. Beliau menyampaikan fakta- fakta yang terjadi akhir-akhir ini yang mengusik islam dan kaum muslimin akibat ketiadaan kepenimpinan islam sebagai junnah (perisai). Salah satu contohnya adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua BPIP bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama, ini jelas menyakiti kaum muslimin.

Sambutan berikutnya oleh Ustadz Ari yang merupakan tokoh masyarakat Jagakarsa. Beliau menyampaikan bahwa nikmat yang paling besar adalah menjadi umatnya Rasulullah SAW. Beliau menyampaikan saat ini umat islam belum mempunyai pemimpin yang baik dengan sistem yang baik dan benar. Umat islam saat ini tidak bisa berharap pada ormas-ormas yang sudah dipengaruhi oleh penguasa dan sistem yang buruk, kepemimpinan yang benar hanya dalam bingkai khilafah yang dipimpin oleh khalifah, dengan diterapkannya sistem khilafah akan mensejahterakan umat islam maupun umat yang lainnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Fauzi yang merupakan tokoh masyarakat Jagakarsa. Beliau mengingatkan peran ulama sebagai garda terdepan dalam perubahan yang hakiki yaitu perubahan dengan sistem islam, ulama tidak boleh takut akan adanya intimidasi dalam menyuarakan ajaran islam.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Ustad Joko yang merupakan tokoh masyarakat Pondok Labu. Beliau menyampaikan banyak terima kasih dapat mengikuti multaqa ulama sehingga menjadi paham dan berharap bisa istiqomah dalam menemani dakwah.

Acara terakhir ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh Ustad Ari dan dilanjutkan pembacaan peryataan ulama.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …