Multaqa Ulama Aswaja Gunung Salak Bogor, Saatnya Tinggalkan Sekularisme – Kapitalisme – Demokrasi dan Komunisme

Bogor, (shautululama) – Multaqa Ulama Aswaja Gunung Salak Bogor, dilaksanakan di Ponpes Darul Mubtadiin, Ciapus, Tamansari, Bogor, Pimpinan Ustad Ihya.

Dalam acara multaqa kali ini, yang bertindak sebagai Shohibul jalasah adalah Ustad Insan Ramadhan. Setelah membuka acara dengan pembacaan Al Fatihah, beliau mengajak peserta yang hadir untuk sama-sama menyimak penjelasan terkait tema acara yakni tentang hijrah dan kemerdekaan hakiki menurut Islam.

Ustad Ihya, selaku pimpinan ponpes Darul Mubtadiin, dalam sambutannya dengan rendah hati menyampaikan bahwa di Ponpes ini sebagai permulaan belajar Islam yang dimulai dari Iqra. Sesuai dengan nama pondoknya Darul Mubtadiin.

Beliau juga mengatakan dan berharap bahwa dengan datangnya para Asatidz semoga menambah keberkahan untuk pesantren. Beliau juga menceritakan bagaimana kondisi beliau dulu dan sekarang, yang pasti banyak berubah. Padahal beliau bukan warga asli disitu. Seakan beliau menegaskan firman Allah SWT surat An Nisa[4]:100, bahwa orang yang hijrah akan mendapatkan banyaknya karunia Allah SWT dan luasnya alam semesta.

Dalam acara ini, disampaikan beberapa kalam sebagai perwakilan dari kiyai, asatidz dan tokoh masyarakat yang hadir. Kalam pertama disampaikan oleh Al-Mukarom Ustad Kohar Anwari, dari Lembaga Pendidikan Islam Maslahatul Anwar.

Beliau menyampaikan bahwa Muharom adalah moment perubahan masyarakat Islam seperti yang dulu pernah dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, ketika hijrah dari Makkah ke Madinah untuk menegakkan Daulah Islam. Beliau juga menyampaikan bahwa kemerdekaan yang hakiki adalah membebaskan manusia dari penyembahan kepada makhluk menuju penyembahan kepada Tuhannya makhluk, Allah SWT.

Kalam kedua disampaikan oleh Pemilik Ponpes Tahfizul Quran Al-kautsar yaitu Al-Ustad H. Rofiq. Beliau menyampaikan terkait kondisi umat Islam sekarang menuju kemenangan Islam, dan menegaskan bahwa apakah kita mau menjadi bagian orang yang akan merubah menuju kemenangan Islam.

Pada kesempatan Multaqa ini juga di hadiri oleh Syaikh DR. Abdul Haq Muslih Ismail Al-Misbahi Al-Yamani yang merupakan Guru Besar Ponpes Tahfizul Quran Al-kautsar yang berasal dari Yaman. Beliau menyampaikan kebanggaan dan kebahagiaannya bisa hadir bersama para guru umat, pewaris Rasulullah Saw. Beliau menjelaskan bahwa hakikat seorang guru dalam hal ini Ulama, sama seperti halnya Rasul Saw, harus dihormati. Dan merekalah yang mengajarkan tentang arti kemerdekaan dan perubahan.

Kalam terakhir disampaikan oleh Pimpinan Majlis Taklim Al-Istiqamah yaitu Kyai Abdul Rasyid yang menguatkan bahwa para Ulama harus menjadi dai yang menyampaikan tentang syariat Islam secara menyeluruh.

Dalam agenda ini, juga dipanjatkan doa oleh Kasepuhan Wilayah Ciapus yaitu Al-Ustad H. Hidayat, yang berdoa untuk Para Alim Ulama dan Asatidz yang hadir dalam menguatkan Dakwah Islam.

Multaqa Ulama Ciapus ditutup oleh Abuya Almenis Yanto, pimpinan Ponpes Raudhathuth Thalibin, yang membacakan Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Aswaja.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Nasehat Ulama Pada Multaqa Ulama Aswaja Karawang-Purwakarta Jabar: Waspadai, Tolak Bahaya Laten Komunisme

Karawang, Jabar (shautululama) – Sabtu, 16 Oktoberber 2021, 9 Rabiul Awwal 1443 H, Alhamdulillah berkumpul …