Multaqa Ulama Aswaja Gresik: Jangan Pilih Pemimpin yang Mengkriminalisasi Ulama

Gresik, (shautululama) – Sabtu, 26 Januari 2019, setelah shalat isya para alim ulama di Gresik, menggelar multaqa ulama di salah satu mushola tempat KH Abdul Wahab mengasuh Majlis Ta’lim As’ Syifa.

Multaqoh yang dipandu langsung oleh ustad Muhammad Haris, M.Pd mengambil pembahasan terkait konsep kepemimpinan dalam Islam. Topik ini diangkat untuk memberikan panduan bagi kaum muslimin dalam memilih pemimpin, khususnya di tahun politik ini.

KH. Faiq Furqon, salah satu ulama Aswaja Gresik, mengawali bahasan dengan mengutip hadist nabi Saw yang artinya:

“Imam adalah pemimpin, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya” .

Lalu beliau melanjutkan, “Islam agama sempurna, kaaffah. Seluruh aspek kehidupan diatur oleh Islam, termasuk kepemimpinan”.

“Kaum muslim di jaman kapanpun diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk berpegang-erat pada Islam. Kita diperintahkan untuk bersikap istiqomah, lurus dan terus menerus dalam ketaatan, sampai akhir hayat, termasuk memilih pemimpin”, terang KH Faiq Furqon

Saat ini, kaum muslimin di Indonesia lagi ramai membicarakan kepemimpinan. Bagaimana sebenarnya menurut Islam kepemimpinan itu?

Begitu pentingnya persoalan kepemimpinan ini, sampai saat Rasulullah meninggal dunia, para sahabat tidak langsung menggubur beliau. “Mengapa hal ini dilakukan”?, tanya KH Faiq Furqon kepada para jamaah.

Lanjut KH Faiq Furqon, “Sebab mereka sibuk mencari pengganti, siapa yang akan menggantikan kepemimpinan beliau?”

Pada saat Rasulullah Saw wafat, seluruh Jazirah Arab tunduk di bawah kekuasaan Islam, bukan hanya seluas RT, maka harus dicari pemimpin pengganti beliau Saw untuk mengendalikan kekuasaan ini.

Ini artinya, pemimpin menjadi perkara asasi yang harus didahulukan, padahal menggubur jenazah merupakan fardu kifayah. Setelah para sahabat bersepakat untuk mengangkat (baiat) Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai Khalifah (Kepala Negara) pengganti Rasulullah, maka para sahabat dan kaum muslimin baru mengguburkan, manusia mulia, teladan kaum muslimin ini.

Tentu saja para sahabat nabi, tahu kapasitas Abu Bakar Ash Shiddiq, untuk dipilih menjadi pemimpin umat Islam, pasca meninggal Rasulullah.

“Abu Bakar adalah sahabat dekat nabi, waktu hijrah ke Madinah, beliau yang mengawal, kecintaannya pada Rasulullah dan pengorbanannya terhadap Islam tidak terbantahkan”, tegas Kyai Faiq

Mengakhiri sesi pemaparan materinya, KH Faiq Furqon menyampaikan, “Jadi umat Islam dalam memilih pemimpin jelas sekali acuannya. Jangan pernah memilih pemimpin yang memusuhi Islam, mengkriminalisasi ulama, jika ingin negeri ini aman dan sejahtera, terhindar dari bencana”.

Selain KH Faiq Furqon, ulama Gresik lain yang memberikan pandangannya dalam memilih memimpin adalah, KH. Abdul Wahab, Pengasuh MT As’syifa , Kyai Rodhi Maskur, Pengasuh MT Mata Hati dan Kyai Bakir Yaqub, ulama Pantura.

Acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan ramah tamah. (hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *