Multaqa Ulama Aswaja di Sidoarjo : Masa Depan Milik Umat Islam

Sidoarjo, Jatim (shautululama) – Komitmen para Ulama untuk ihtimam terhadap urusan umat sangat besar. Hal itu tampak dalam kegiatan multaqa yang diselenggarakan pada hari Ahad, 16 Februari 2020 di Pondok Tahfidz Ulin Nuha, Sidoarjo asuhan Kyai Imam Mardhoyo.

Suasana di pagi hari yang sejuk mengiringi kehadiran para Ulama “langit” beserta para muhibbin menuju tempat multaqa, dengan satu harapan mewujudkan izzul islam wal muslimin.

Multaqa Ulama di Sidoarjo kali ini menfokuskan perhatiannya pada masa depan umat islam. Sebab, masa depan umat harus dipersiapkan agar kembali menjadi fa’il yang akan menentukan warna kehidupan dunia. Banyak hal yang disampaikan oleh para ulama terkait hal ini, di antaranya:

Pertama, Kyai Imam Mardhoyo sebagai shahibul bait menyampaikan kalimatut taqdim: “Kami sampaikan ungkapan rasa syukur kepada Allah swt atas ihtirom, pondok kami dijadikan tempat penyelenggaraan multaqa; untuk membicarakan urusan umat. Kami juga sampaikan ucapan terima kasih kepada para Ulama yang hadir, yang senantiasa memberi manfaat untuk umat”.

Selain itu, beliau juga sampaikan: “memohon doa agar tetap istiqomah bersama para Ulama dalam berjuang. Melalui peran para ulama seperti ini, kita semakin optimis bahwa masa depan akan berada di tangan Umat Islam, sebagaimana janji Allah Swt”.

Selanjutnya, kalimah minal Ulama disampaikan oleh Kyai Abu Fatah, pengasuh Pondok Tahfidz Mambaul Hafidzin.

“Kapitalisme tengah memasuki usia senja dan berjalan pasti menuju kematiannya. Telah nampak persoalan sebagai akibat keberadaannya; penjajahan, peperangan, penindasan, penjarahan, dehumanisasi, demoralisasi, ketimpangan ekonomi, dan sebagainya.
Demikian pula dengan Nasionaliame-Demokrasi, sudah tidak layak lagi untuk dilanjutkan.

Tahun politik yang lalu merupakan titik kulminasi rangkaian sandiwara, kebohongan dan manipulasi terhadap umat Islam. Sebagian besar saudara kitapun dibuat putus harapan karenanya.
Karena itu, Umat Islam harus menyadari bahwa satu-satunya harapan adalah kembali kepada Islam, dengan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah yang akan menerapkan Syari’ah secara kaffah”.

Kalimah minal ulama berikutnya disampaikan oleh Ustadz Abdul Ghofur Latief dari Majelis Taklim Baitul Faizin Sidoarjo.

“Bahwa Tahun 2020 adalah momentum Umat Islam untuk menyadari kedudukannya sebagai “Khoiruh Ummah”, sebagaimana yang telah ditetapkan Allah Swt”.

Sementara itu, Kyai Ihsan Nurudin dari Majelis Taklim Al-Ihsan Sidoarjo malanjutkan kalimah minal Ulama.

“Bahwa, Umat Islam bisa menjadi pemimpin & wali bagi manusia jika mereka bertaqwa kepada Allah SWT. Taqwa dalam pengertian taat pada syariat Islam Kaffah dibawah naungan Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwah”.

Selanjutnya Kyai Ahyani Ibnu Umar, MPd. dari Ponpes Baitul Mubarak Sidoarjo menyampaikan bahwa, “dua dari tiga ideologi dunia telah hancur. Bukan hanya gagal dalam mensejahterakan manusia, tetapi juga gagal dalam mengatur kehidupan manusia. Karena itu, saat ini harapan manusia hanyalah Islam. Dengan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwah”.

Kalimah minal Ulama terakhir dan doa disampaikan oleh KH. Muhajir. Beliau adalah Koordinator FKU (Forum Komunikasi Ulama) Aswaja Sidoarjo.
KH. Muhajir semakin menegaskan, “bahwa keruntuhan Kapitalis-Sekuler dan Sosialis-Komunis telah nyata dan tidak terelakkan lagi.

Bisyarah Nubuwah Rasulullah SAW tentang akan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwah telah di depan kita. Khilafahlah yang akan menegakkan seluruh syariat Islam dan akan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam”.

“Semoga Allah mengijinkan kita menjadi bagian dari hambaNya yang memiliki “atsar” bagi tegaknya kembali janji Allah tersebut. Aamiin… ”

#2020TahunUmatIslam
#2020KomunismeUsang
#2020KapitalismeKolap
#KhilafahAjaranAswaja
#TheSecondKhilafahRasyidah
#UlamaMemimpinPerubahan
#SaatnyaIslamMemimpinDunia
#IndonesiaBerkahDenganIslam
#KhilafahUntukKebaikanIndonesia
#SaatnyaKhilafahMemimpinDunia

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …