Multaqa Ulama Aswaja di Sidoarjo : Khilafah adalah Kewajiban dan Harapan

Sidoarjo, Jatim (shautululama) 26 Februari 2020 Ihtimam (perhatian) Ulama terhadap nasib dan permasalahan umat begitu besar. Meskipun hujan turun sejak sore hari tidak menyurutkan langkah para pelita umat tersebut untuk berkumpul dalam rangka mengadakan multaqa, membahas nasib dan permasalahan keumatan serta mencari solusinya dalam Islam. Ba’da isya’ puluhan Ulama Aswaja mulai berdatangan dan berkumpul di Pondok Tahfidz Mambaul Hafidzin Sidoarjo, yang diasuh oleh Almukarom Shohibul Fadilah Kyai Abu Fatah.

Sebagai Shahibul Bait, Shohibul fadlilah Kyai Abu Fatah menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran para Ulama di Pndok Beliau. Kehadiran para Ulama pejuang adalah sebuah berkah yang luar biasa. Berkah yang senantiasa mendatangkan rahmat dari Allah SWT.
Beliaupun mengingatkan bahwa, segala musibah yang saat ini terjadi adalah teguran agar kita kembali kepada Allah. Kembali melaksanakan syariat yang telah Allah turunkan, dalam naungan khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwah. Dan Khilafah adalah masa depan Umat Islam sekaligus satu-satunya harapan terpecahkannya seluruh permasalah kehidupan manusia.

Selanjutnya, para Ulama secara bergiliran menyampaikan kalimah sebagai ungkapan yang muncul akan besarnya kerinduan terhadap kebaikan nasib umat.

Kalimah yang pertama disampaikan oleh almukarom al Ustadz Abdul Mughni dari MT. Baitul Faizin. Beliau menguraikan bahwa, “Khilafah adalah solusi segala problematika kehidupan manusia. Baik problem sosial kemasyarakatan, ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, politik, keadilan, korupsi, perzinaan, penculikan dan lain sebagainya”.

Kalimah berikutnya disampaikan oleh Ustadz Rudi Setyawan dari Majlis Tafsir Al Ibriz Taman. Kalimah beliau:

“dengan meneladani Nabi SAW dan para Shahabatnya, kita mendapatkan petunjuk bahwa pelaksanaan Syariat Islam kaffah hanya bisa berjalan dalam bingkai sistem Khilafah. Dan, tegaknya khilafah merupakan sesuatu yang pasti. Sebab, telah dijanjikan oleh Allah SWT dan dibisyarahkan Rasulullah SAW. Maka, Khilafah merupakan masa depan umat Islam dan Khilafah adalah solusi problematika umat”.

Sementara itu, kalimah minal Ulama ditutup oleh Kyai Abu Faiz, pengasuh Majlis Riyadhus Shalihin Sukodono, yang menjelaskan bahwa:

“Setelah wafatnya Rasulullah SAW. para Shahabat sepakat bahwa yang menjadi perkara paling penting adalah mengangkat pengganti Rasulullah sebagai pemimpin dalam melaksanakan Syariat Islam, bukan dalam urusan kenabian. Shahabat sangat memahami betapa banyak Syariat Islam yang terbengkalai tanpa adanya seorang Khalifah. Karenanya, dakwah dalam rangka menegakkan kembali Syariat Islam dalam bingkai Khilafah ditetapkan oleh para Ulama sebagai tajul furudl (mahkotanya kewajiban)”.

Di penghujung, Multaqa ditutup dengan doa, foto-foto dan ramah tamah.

#2020TahunUmatIslam
#2020KomunismeUsang
#2020KapitalismeKolap
#KhilafahAjaranAswaja
#TheSecondKhilafahRasyidah
#UlamaMemimpinPerubahan
#SaatnyaIslamMemimpinDunia
#IndonesiaBerkahDenganIslam
#KhilafahUntukKebaikanIndonesia
#SaatnyaKhilafahMemimpinDunia

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …