Multaqa Ulama Aswaja Depok Serukan Penerapan Islam Secara kaffah untuk Selamatkan Negeri

Depok, (shautululama) – Forum Ulama Ahlus Sunnah Waljamaah Kota Depok kembali melaksanakan perhelatan Multaqo ulama Aswaja. Pada Multaqo bulan ini bertajuk “Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Kadzaliman Dan Terapkan Islam Kaffah”. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 09.00 WIB via Link Zoom dan Live Streaming di chanel Youtube Majlis Dirosah Islamiyah.

Setelah pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ust. Budi Rohmatulloh, disusul sambutan shohibul hajat Ust. Dede Wahyudin dari Forum Ulama Aswaja Kota Depok.

Pada acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa pimpinan pondok pesantren dan majlis taklim di sekitar Kota Depok.

Selaku Rois Multaqo KH. Amir Makruf mempersilahkan satu persatu para ulama untuk memberikan kalimah minal Ulama.

Mengawali kalimah minal Ulama, KH. Syamsudin Ramadhan menyampaikan bahwa tugas ulama saat ini adalah memberikan kesadaran kepada umat akan realitas kerusakan sistem yang terjadi diberbagai dimensi kehidupan (Ekosospolekbud) dan memberikan pemahaman tentang penyelesaian Islam terhadap fakta tersebut.

“Dua sisi yang harus dijelaskan kepada umat; kerusakan realitas saat ini dan memberikan solusi Islam terhadap fakta tersebut dan ini peran penting ulama dalam menyelamatkan negeri.” Tegas beliau yang sehari-hari biasa dipanggil Gus Syam.

Demikian pula KH. Ahmad Junaidi Ath-Thayyibi menyampaikan terkait kedzoliman di bagian wilayah negeri-negeri Islam lainnya hingga saat ini masih berlangsung. Menurut Gus Jun (sapaan beliau) solusinya tak ada selain khilafah.

“Marilah para hadirin kita bergabung dengan jamaah sebagaimana seruan dalam QS. 3:104 yang menyerukan untuk _Isti’nafil hayatil Islam_ (melanjutkan kehidupan Islam) dengan menegakan Khilafah.” Ajak beliau kepada peserta acara dengan dibeberkan maqolah-maqolah ulama muktabar.

Wejangan berikutnya disampaikan oleh Ust. Ujang Furqon dari Majlis Dirosah Islamiyah. Beliau memaparkan kezaliman-kezaliman yang nampak saat ini dengan memberi contoh salah satunya peristiwa terbunuhnya enam aktivis Islam. Menurut beliau, dalam kondisi seperti ini ulama harus tampil di garda terdepan dan mengambil peran untuk perubahan dengan solusi Islam.

“Ketika melihat kezaliman sedemikian nyata dan ulama hanya berdiam diri apa jadinya umat ini, saatnyalah ulama menyeru umat untuk menerapkan Khilafah” tegasnya.

Pada multaqo kali ini hadir pula KH. Fahmi Shadry yang memaparkan sekularisme dan demokrasi sebagai biang segala kerusakan dikehidupan manusia. Beliau membeberkan buruknya politik di USA saat ini sebagai kampium demokrasi. Disamping itu beliau menyinggung kegagalan ekonomi kapitalisme di beberapa negara. Di penghujung penjelasannya beliau menyerukan umat agar meninggalkan sekularisme demokrasi dan kembali kepada Islam Kaffah dengan tegaknya Khilafah.

“Saat ini dunia membutuhkan solusi alternatif dengan diterapkan sistem Khilafah Islamiyah.” Kata beliau ulama yang kerap kali memberikan bimbingan para pengusaha muslim ini dalam bermuamalah.

Adapun nasihat KH. Andi Hasyim Pimpinan MT. Ulin Nuha Depok menyerukan agar kaum muslimin untuk menolak segala upaya-upaya separatisme seperti Papua. Disamping itu juga beliau mengingatkan agar umat menolak segala bentuk kezaliman dan kebijakan zalim. Beliau juga mengingatkan, Allah telah berjanji bahwa pengemban dakwah akan mendapatkan kemenangan dan akan tegaknya kembali Khilafah ala minhajin Nubuwwah.

Di tengah para ulama dan asatidz hadir pula peneliti sekaligus dosen di salah satu Universitas di Jakarta Dr. Erwin Permana. Beliau memberikan penjelasan bahwa Islam mewajibkan kesatuan umat berdasarkan aqidah Islam dan Khilafah bukan berdasarkan kapitalisme demokrasi, dan negara bangsa. Beliau memberikan contoh lemahnya sistem demokrasi dan kapitalisme serta tata kelola konsep negara bangsa dalam menghadapi pandemi Covid 19.

“WHO menyerukan agar melakukan sistem tata kelola global dalam menangani pandemi, tapi itu hanya sekedar seruan saja, yang paling memungkinkan adalah sistem yang dimiliki Islam berupa Daulah Khilafah sebagai pengganti demokrasi kapitalisme dalam menyelesaikan pandemi” tuturnya dalam kendaran menuju sumatra.

Kalimah minal ulama berikutnya disampaikan oleh KH. Farhan Suchail dari MT. Sabilun Nahdhoh. Beliau memaparkan dalil-dalil syar’i tentang kewajiban adanya Khilafah menurut keterangan para ulama. Disamping itu, menurut beliau perjuangan penegakan Khilafah di negeri ini memiliki landasan syar’i. Dalam penjelasannya beliau mengungkap sejarah hubungan baik antara kerajaan-kerajaan nusantara dengan khilafah. Menurut beliau, secara historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam dengan mencontohkan korespondensi kerajaan-kerajaan nusantara dengan khalifah di masa lalu dan bukti-bukti penugasan delegasi para utusan khalifah di Nusantara.

Dipenghujung penjelasannya beliau mengingatkan agar ulama dan umat harus serius memperjuangkan tegaknya Khilafah.

“Di tengah-tengah kondisi seperti ini semakin membuka mata kita betapa buruknya kapitalisme dan kita harus bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan Khilafah” tegasnya sambil menyitir maqolah ulama tentang ahammul wajibat (kewajiaban yang paling tinggi) menegakan Khilafah dan sebagai qodhiyah mashiriyah (hidup mati) bagi umat.

Tidak ketinggalan pula KH. Dr. Ir. Achmad Nawawi, MA dari Ponpes Lampu Quran memberi wejangan bahwa dengan Ilmu kita akan mengetahui betapa gagalnya hukum selain hukum Allah SWT dan rusaknya hukum jahiliyah demokrasi kapitalisme.

“Manusia saat ini sudah sangat kecewa dengan sistem saat ini dan ada saatnya demokrasi akan ditinggalkan dan beralih kepada Khilafah Islamiyah” tegasnya secara online dari ponpes yang beliau asuh di Sukabumi.

Di penghujung acara pembacaan penyataan sikap ulama yang dibacakan oleh KH. Hasyim Mustafa dari MT. Baitul Khoir.

Pukul 11.30 WIB acara multaqo berakahir dengan ditutup Doa yang dipimpin oleh KH. Andi Hasyim. [ ]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …