Multaqa Ulama Aswaja Cibungbulang Khilafah Tegak, Penista Agama Musnah

0
64

Cibungbulang, Bogor. (shautululama) – Ditengah viralnya penistaan terhadap Rasulullah oleh Sukmawati, semangat kaum muslimin dalam menunjukan pembelaanya kepada Rasulullah SAW semakin luas hampir di seluruh pelosok negeri melakukan aksi pembelaan kepada Nabi SAW. Hal ini pula yang dilakukan para Ulama di wilayah Cijujung Cibungbulang Bogor tepatnya Bada Maghrib Jum’at, 29 November 2019 / 2 Rabiul Akhir 1441H.

Dalam acara bertajuk Multaqa Ulama Ahlussunah Waljama’ah Cinta Nabi Bela Nabi puluhan jamaah hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari Imam Mesjid, guru ngaji, Pimpinan Pondok Pesantren, tokoh masyarakat dan Pimpinan Majelis Ta’lim.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Hadir selaku tuan rumah Kyai Sajili Pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Iman Al Hasanah, Cikupa Cijujung, Cibungbulang, Ust Ridwan Pimpinan majelis ta’lim Al Jannah, Jatake Cimanggu 1 Cibungbulang, Ust Malik Pengasuh Majelis Ta’lim Al Jannah, Jatake Cimanggu 1 Cibungbulang, Ust Ahmad Kosasih Pimpinan majelis Ta’lim Ash Sholihin Kp Kalapa Cibungbulang, Kyai Muhyiddin Pimpinan Pondok Pesantren An Nur Kaung Gading Pamijahan, Ust Alfian pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Iman Al Hasanah Cikupa Cijujung Cibungbulang. Dan Jamaah dari masing masing Majlis Taklim.

Acara Multaqo Ulama dibuka oleh Ust Alfian dengan dzikir, sholawat dan pembacaan Asrakal dalam rangka menumbuhkan rasa kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebagai pembicara utama Kyai Muhyiddin dari Kaung Gading Pamijahan. Menyampaikan maqolahnya,

“Bahwa bertemunya saudara sesama muslim untuk hadir dalam Majelis Ilmu maka akan disertai oleh 70.000 malaikat, dan malaikat akan memintakan ampun atas dosa-dosa orang yg saling bertemu dlm majlis ilmu itu. Jika hadirnya di malam hari maka Malaikat akan terus berdoa sampai subuh, jika bertemunya pagi maka akan di mintakan ampun hingga Maghrib tiba”.

Pernyataan pertanyaan Sukmawati adalah bentuk kesembronoan berfikir yang fatal karena masuk kepada Penistaan terhadap Rasulullah SAW, tindakan ini haram karena merupakan perwujudan kebencian kepada Nabi Muhammad SAW ungkap Kyai Muhyiddin saat menyampaikan sebuah hadits Qudsi.

“Allah tidak akan menciptakan langit dan bumi kalau tidak menciptakan Rasul, Allah tidak akan menciptakan Surga dan neraka kalau tidak menciptakan Rasul. Itu menunjukan kemuliaan Rasul. Maka tidak layak disandingkan dengan siapapun”

“Salah satu Perilaku yang menyebabkan seseorang itu kafir adalah sengaja menghina Nabi menghina ajaran Islam” tambah beliau.

Kasus penistaan ini memang terus viral, dan memang sewajarnya Ummat Muslim marah atas kejadian ini. Kegaduhan atas kasus ini ditambah ketidaktegasan aparat pun menambah keyakinan ummat Islam bahwa solusi tuntas atas penistaan terhadap Rasulullah ini hanya selesai tuntas kalau adanya Pemimpin yang Islami yang menegakkan hukum Islam yang tidak lain tidak bukan adalah Khilafah yang dipimpin oleh Khalifah. Maka dari itu lagi lagi ummat ini butuh segera ditegakkan nya Khilafah agar Khalifah mampu menindak tegas menghabisi semua pelaku penistaan terhadap Nabi dan terhadap ajaran Islam.

Penyampaian Kyai Muhyidin walaupun singkat namun membuat semangat para ulama yang hadir semakin membara, hingga para ulama menyatakan sikapnya menuntut untuk segera dihukumnya para penista agama termasuk Sukmawati.

Semangat ulama yang hadir juga menumbuhkan mahabbah tersendiri sesama ulama yang hadir dan kepada kanjeng Nabi, kepada syariat Islam, kepada khilafah yang mereka semua merindukan akan hadirnya Khalifah.

Selesai materi acarapun ditutup doa oleh Ustad Ridwan dan tidak lupa seluruh berjamaah berfoto bersama dan ramah tamah. Wallahualam bishoab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here