Multaqa Ulama Aswaja Bogor, Tolak Segala Bentuk Kriminalisasi Ulama

Bogor (shautululama) – Rabu malam, 11 September 2019.di Pondok Pesantren Pancaran Amal Gunung Pancar, Pimpinan Ulama kharismatik, cucu pahlawan islam dari Aceh , Kiyai AA Syamri, telah diselenggarakan Multaqa Ulama Aswaja Bogor.

Acara yang dikemas dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan ini dihadiri beberapa tokoh dan ulama berpengaruh, diantaranya: Kiyai Yazid Busthomi (Pesantren Pasir Pari Sukamakmur), Ust. Abdul Mujib (Majlis Mu’ahidil Islam Jinggol), Ust. Ijum Koswara (MT. Syamsu Dhuha, Wangun), Habib Alwie bin Husen Al- Khirid (Cijujung), Habib Ali bin Hasyim Al- Athos (Sukamakmur), Kyai Oyan Royani (Majelis Nurul Huda Cibinong), Kyai Musa an Nawawi (Majelis as Surur Cibinong), Haji Edi S.Ag (Tokoh Masyrakat Bojong Gede), Ustadz Basarudin (Tokoh Masyarakat Bojong Gede), Ustadz Mikrat Harahap S.Ag (Majelis Dhuha Bojong Gede) serta para assatidz sekitar Babakan Madang.

Dalam mulaqa ulama Aswaja Bogor ini, dibahas permasalahan umat, mulai dari urgensi hijrah dalam momentum tahun baru islam, disintegrasi dan separatisme sampai kriminalisasi terhadap ajaran islam, Ulama, simbul-simbul islam serta para aktifitisnya yang semakin menjadi-menjadi di negeri ini. Semua persoalan ini, disikapi serius oleh para tokoh umat dan ulama Aswaja Bogor.


Lebih dari 45 tokoh umat dari kalangan ulama, kyai serta assatidz pilihan dari daerah Sukaraja, Cibinong, Citeureup, Babakan Madang dan Sukamakmur, diundang khusus untuk membahas persoalan serius ini.

Acara yang dipimpin oleh Kyai Usman Kamaludin ini, didahului dengan ungkapan keprihatinan shohibul bayt, Kiyai AA Samri, melihat kondisi umat islam saat ini . Para ulama dahulu memimpin rakyat dan para santrinya dengan seruan jihad, berjuang untuk mengusir penjajah .

Namun kini, perjuangan kakek buyut mereka yang ingin hidup merdeka dari penjajahan fisik dan hukum yang berasal dari orang kafir, justru rezim ini malah melecehkan ajaran islam, mengkriminalisasi Ulama, simbul-simbul islam serta para aktifisnya.

Beliau khawatir jika rezim ini terus mengkriminalisasi ulama, ajaran islam dan aktifis dakwah, negeri ini akan ditimpa siksa dari Allah dengan banyak musibah. Rezim harus menyadari bahwa dengan memusuhi ulama, maka akan membuat negeri ini jauh dari rahmat Allah.

Beliau juga mengkritisi sistem ekonomi yang diterapkan negeri ini. Hutang ribawi yang semakin menggunung, penyakit masyarakat yang tak kunjung selesai, bencana alam silih berganti merupakan teguran dari Allah.

“SIAPAPUN YANG MAU BELAJAR TENTANG SISTEM EKONOMI ISLAM, SISTEM HUKUM ISLAM SAMPAI UNDANG UNDANG ISLAM, DATANG KESINI” , tantang beliau.

“AA telah mengkaji kitab kitab Syekh Taqiyudin Annabhani, dan AA meyakini bahwa beliaulah MUJADID abad ini dan seorang Mujtahid yang manhajnya shohih serta hasil pemikirannya mu’tabaroh”, terang AA Syamri.

Oleh karena itu, AA Syamri mengajak para ulama untuk turut tampil menyuarakan al haq, karena kebatilan akan lenyap dengan sendirinya, jika yang haq datang “, pungkas beliau

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan malam bersama. Diantara para tokoh yang hadir juga sempat diajak oleh shohibul bayt untuk menikmati berendam dalam air panas khas Gunung Pancar

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *