Multaqa Ulama Aswaja Bogor, Sertifikasi Ulama Upaya Mengalihkan Kegagalan Dalam Menyelesaikan Krisis

Bogor, (shautululama) – Memetik pelajaran berharga pada even Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantara pada momentum Tahun Baru Islam 1442H hampir satu bulan yang lalu, Forum Ulama Aswaja Kabupaten Bogor dan Majlis Pancaran Amal menggelar Multaqa Ulama Aswaja Kabupaten Bogor.

Di tengah masih belum selesainya pandemi corona dan di tengah ketidakpastian kapan pandemi ini selesai, umat disuguhkan rencana sertifikasi da’i/muballigh yang diinisiasi oleh Kementerian Agama. Hal ini telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Di sisi lain nampak betapa Kebobrokan dan ketidakmampuan rezim melindungi rakyat, mulai dari wabah Covid 19 dan resesi ekonomi yang menghadang di depan mata.

Belum lagi berbagai problematika umat yang mencabik-cabik persatuan umat dengan provokasi kriminalisasi ulama dan aktifis dakwah. Bahkan hingga upaya pembunuhan ulama serta fenomena kegagalan negara-negara bangsa baik dengan sisiten demokrasi-kapitalisnya maupun komunisme-nya. Hal ini menggugah peran ulama untuk memberikan solusi baik dari segi pemikiran, maupun hukum sesuai dengan pandangan Islam.

Masih di momentum tahun baru islam kali juga, kita diingatkan dalam film dokumentasi sejarah jejak Islam di Nusantara. Khilafah sebagai Ajaran Ulama ahlus sunnah wal jammah, tidak bisa dikaburkan apalagi dikuburkan oleh siapapun juga.

Oleh karena itu, dalam Multaqa Ulama Aswaja Kab. Bogor yang berlangsung secara daring dan disiarkan secara langsung oleh channel YouTube Bogor Berkah, menampilkan paparan para Ulama min ‘Ulamail ‘Aamilin. Para ulama pejuang yang senantiasa istiqomah dalam kewajiban ihtimam bi amril muslimin

Kiyai AA Syamri selaku Shohibul hajah dalam sambutannya, merasa mendapat penghormatan yang besar karena dapat mengundang para Ulama min ‘Ulamail ‘Aamilin, Ulama pejuang yang akan bersama-sama menyeru umat. Beliau juga meminta beberapa ulama yang telah diundang secara khusus utuk dapat menyampaikan kalimah minal ulama pada Multaqa Ulama Aswaja kali ini.

“Al Faqir berharap keridhoan panjenengan semua untuk kembali mengingatkan bahwa dakwah Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama ulama. Karena Islam berbeda dengan agama-agama yang lain, islam tidak mengenal agamawan atau rokhaniawan, atau rijaal ad-din”, ungkap beliau.

Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa Khilafah adalah Ajaran Aswaja, Ajaran Islam. Khilafah merupakan solusi bagi problem multi dimensional yang mendera bangsa kita, khilafah sama sekali bukan ancaman. Khilafah telah mendapatkan penerimaan yang semakin luas, massif dan membumi. Para ulama memberikan dukungan terhadap perjuangan menegakkan khilafah.

Akhir kata, beliau berharap kepada Ulama yang akan menyampaikan aqwalnya juga bersikap atas rencana sertifikasi da’i atau penceramah bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama. Karena hal ini telah menimbulkan kegaduhan karena salah satu alasan Kemenag untuk sertifikasi da’i adalah mencegah radikalisme.

“Pada kesempatan yang mulia ini al faqir perlu tegaskan bahwa radikalisme itu bukan ajaran Islam. Al Faqir juga melihat di sisi lain nampak betapa kebobrokan dan ketidakmampuan rezim melindungi rakyat dari wabah Covid 19, serta resesi ekonomi yang menghadang di depan mata. Hikmah corona, tidak boleh terus terkungkung dan terjerembab dalam kegagalan sistemik. Karenanya kini saatnya tinggalkan kapitalisme-demokrasi dan buang komunisme, songsong masa depan dengan Islam, Khilafah Islamiyah”, seru Kyai Syarmili.

Lebih lanjut beliau sampaikan, perlu juga alfaqier ingatkan akan momentum tahun politik berikutnya. Tahun ini ada Pilkada serentak, dan 2024 akan digelar Pilpres, saatnya umat tidak tertipu dan tidak boleh ditipu lagi.

“Dalam multaqa kali ini kami para ulama aswaja ingin memberikan support penuh kampanye “Jejak Khilafah di Nusantara”. Bahwa secara historis dan secara syar’i Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah. Semoga kita semua dapat mengikuti acara ini dengan khusyu dan senantiasa menguatkan komitmen kita bersama untuk membawa hasil dari acara ini sebagai bekal dalam menyeru umat di wilayah kita masing masing”, pungkas beliau

Selanjutnya kalimah minal Ulama disampaikan secara berturut turut oleh KH. Cecep Sonhaji M.Ag. Ulama Aswaja Lw. Liang yang mengangkat tema “Tahun Baru Islam, Mengingatkan Negeri kita Bagian yang Tak Terpisahkan dari Kekhilafahan Global”

Dilanjutkan oleh KH. Ari Mustika. Ulama Aswaja Sukajaya yang menyampaikan “Kewajiban Dakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, bahwa dakwah Islam adalah kwajiban bagi setiap muslim, terutama ulama. Islam berbeda dengan agama-agama yang lain, islam tidak mengenal agamawan atau rokhaniawan, atau rijaal ad-din;

Dilanjutkan oleh KH. Edi Sukmayadi. Ulama Aswaja Lw. Liang yang menegaskan “Khilafah adalah Ajaran Aswaja, Ajaran Islam. Khilafah merupakan solusi bagi problem multi dimensional yang mendera bangsa kita. Jadi khilafah itu sama sekali bukan ancaman”;

Kemudian KH. Usman Kamaludin. Ulama Aswaja Citeureup menyinggung “Rencana sertifikasi da’i atau program muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama telah menimbulkan kegaduhan”

Habib Sayyid Alwi bin Mukhsin Al Khered Ulama Aswaja Sukaraja juga berkesempatan menyampaikan peringatan kepada umat tentang “Kebobrokan Dan Ketidakmampuan Rezim Melindungi Rakyat Dari Wabah Covid 19 Dan Resesi Ekonomi yang menghadang di depan mata”

Dilanjut oleh tokoh kharismatik KH. Muhyidin. Ulama Aswaja Pamijahan yang kembali menegaskan bahwa “Perjuangan Menegakkan Khilafah adalah Perjuangan Ulama, Kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, Sistem Islam”

Tak kalah tegas, KH. Abdul Aziz Ulama Aswaja Ciampea juga mengingatkan bahwa “Ulama menjadi garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Khilafah di Nusantara ini. Ajakan kepada ulama yang lain agar bergabung dalam hizbus siyasi al mabda’I al islami.

KH . Ikhwanul Hakim. Ulama Aswaja Ciomas menyampaikan pandangnnya tentang “Perubahan hakiki menuju sistem Islam”

Tidak ketinggalan, KH. Haris Iskandar Ulama Aswaja Parung juga mengingatkan umat agar “waspada dalam Pilkada 2020 dan Pilpres 2024 Untuk tidak tertipu dan tidak boleh ditipu lagi”

Ulama dan tokoh intelektual yang sering berdakwah keliling Nusantara, KH. Adhi Maretnas yang juga Ulama Aswaja Ciomas menjadi penutup kalimah minal ulama dengan menyampaikan pemaparan “Secara historis dan secara syar’i Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah”

Acara diakhiri dengan Pernyataan Sikap, yang dibacakan oleh Kiyai Zein Miftah, ulama aswaja Cibinong, dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ki Sarmili Yahya, Tokoh Kasepuhan dan Ulama Aswaja Parung sekaligus Pimpinan Majlis Saung Ma’ripat

Acara yang diikuti hampir seratus peserta melalui daring ini, tidak lupa mendokumentasikan momen berharga ini dengan melakukan photo bersama melalui layar yang dilakukan studio acara.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …