Multaqa Ulama Aswaja Bogor Selatan, Jabar, Ulama Pejuang Tolak Isu Deradikalisasi

Bogor Selatan, (shautululama) – “Hamba yang paling takut kepada Allah adalah ulama, bukan uulamaan (ulama palsu). Semoga kita semua termasuk ulama yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Fathir ayat 28 tersebut.”

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Shohibul fadhilah almukarram KH. Drs. Tatang Muhtar selaku Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Falah Bogor pada acara Multaqa Ulama Aswaja Bogor Selatan, Sabtu (7/12/2019).

Beliaupun hadir pada acara Multaqa Ulama Aswaja di Madura, bersama para kyai, ulama di Bangkalan. Sebagai tuan rumah, shohibul fadhilah almukarram KH. Drs. Tatang Muhtar mengingatkan pula bahwa ulama memiliki peran yang sangat penting di masyarakat. Ulama harus bisa menyampaikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah-tengah ummat. Di zaman sekarang ini begitu amat kompleks problematika yang mendera ummat Islam.

 

Penjelasan tersebut dipertegas lagi oleh shohibul fadhilah al mukarram Ustdaz H. Hidayat selaku tokoh masyarakat yang berkesempatan hadir pada multaqa ini. Beliau sampaikan bahwa ulama itu terbagi menjadi 3 golongan, pertama adalah ulama yang mendekati penguasa, yang berikhtilat dengan penguasa. Menurut beliau, ulama ini sangat berbahaya bagi ummat Islam, karena apa yang disampaikannya tentu akan disesuaikan dengan keinginan penguasa.

 

Kedua adalah Ulama yang berada di zona aman, atau ulama yang mencari aman. Ulama semacam ini memang tidak dekat dengan penguasa, namun biasanya dia mencari aman dengan tidak pernah mengkritik penguasa walaupun penguasanya zalim dan menyengsarakan rakyat.

Ketiga adalah ulama pejuang, ulama inilah yang amat ditakuti oleh penguasa, karena ulama semacam ini akan selalu menyampaikan kebenaran ajaran Islam apa adanya, tanpa takut akan ancaman siapapun termasuk ancaman dari penguasa.

Ulama juga harus ada dan hadir di tengah-tengah Ummat, dengan itu ulama akan memahami problematika yang dihadapi ummat terutama dalam masalah ekonomi dan politik. Ulama juga harus mampu memberikan solusi atas problematika yang dihadapi ummat, yakni dengan memperjuangkan tegaknya syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah.

Pada gelaran Multaqa Ulama Aswaja ini, juga dihadiri oleh shohibul fadhilah almukarram Ustadz H. Masduki. Beliau menyoroti perlakuan dzalim penguasa itu hanyalah pengulangan sejarah, dan setiap penguasa dzalim pasti akan jatuh tersungkur sebagaimana Allah pernah timpakan kepada Namrudz dan Fir’aun.

Terakhir yang menjadi bahasan adalah penghinaan terhadap Rasulullah SAW yang dilakukan oleh beberapa oknum dan pihak tertentu. Para ulama pun, dalam pernyataannya mendesak agar pemerintah segera menangkap orang-orang yang telah menghina Rasulullah SAW.

Pernyataan para ulama ini disampaikan di akhir acara, meliputi beberapa point penting, antara lain: kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, menolak program deradikalisasi yang dilakukan rezim. Karena semua itu dianggap telah menjadi alat kekuasaan untuk membungkam ajaran Islam dengan berbagai macam aturan yang dibuat oleh pemerintah. (YW)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *