Multaqa Ulama Aswaja Bogor Raya-Depok-Sukabumi-Cianjur, Kewajiban Adanya Khilafah Ijma Para Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Bogor, (shautululama) – Sabtu, 4 Dzulhijjah 1441 H/25 Juli 2020, berlangsung Multaqa ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Bogor Raya, Depok, Sukabumi dan Cianjur. Acara yang digelar dengan daring menghadirkan puluhan ulama dari seluruh pelosok Bogor Raya, Depok, Sukabumi dan Cianjur. Multaqa yang mengambil tema “Pandemi Covid 19, Tinggalkan Kapitalisme, Buang Komunisne, Songsong kejayaan Islam” berlangsung lancar.

Acara dimulai oleh ustadz H. Anas Nasrullah dari Majlis Ikhwanur Rasul sebagai dhobitul jalsah dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Suci Ilahi oleh Ustad Haerul Permana.
Shohibul Fadhilah almukarram KH. Aa Syamri dari Pondok Pesantren pancaran Amal Gunung Pancar Bogor sebagai Shohibul Bait pada kesempatan Multaqo ini menyampaikan ucapan salam hangat pada para kyai, habaib dan asatidz yang hadir serta menggambarkan maksud mengadakan multaqa sembari memaparkan kondisi negeri ini saat pandemi sekarang ini, dengan penangan yang tidak jelas dan adanya RUU HIP dan kemudian menjadi RUU BPIP.

Beliau menyampaikan bahwa ulama sebagai warosatu anbiya warmursalin memiliki kewajiban untuk senantiasa bersama umat dan kepedulian terhadap umat serta harus mampu memberikan solusi dari permasalahan yang ada ini, dan setelah mengkaji mendalam maka solusi nya adalah dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyah yang merupakan system dari ajaran Islam yang telah dijanjikan Allah SWT dan bisyaroh nubuwwah dari Rasul saw dan telah menjadi Ijma Shahabat ra. Inilah kewajiban tegaknya khilafah merupakan ijma dari para ulama ahlus sunnah wal jamaah.

Shohibul fadhilah almukarran KH. Umar Siddiq dari Pondok Pesantren Daruts Tsaqofah menyampaikan kalam beliau mengingatkan kita semua atas segala nikmat Allah SWT dan rasa syukur itu dijalani dengan ketaatan yang sempurna. Setelah beliau mengutip kalam dari shohibu bait beliau menyampaikan bahwa kondisi umat Islam tidak dalam kondisi terbaik sebagai umat terbaik. Beliau menggambarkan bahwa umat terbaik itu ada dalam sistem Islam yang sempurna. Beliau menegaskan bahwa kapitalisme dan komunisme telah gagal dan kegagalan itu jelas sebagaimana matahri di siang hari. Dan system pemerintahan yang mampu untuk menjadi solusi adalah khilafah sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.

Beliau menegaskan bahwa khilafah adalah ajaran ahlus sunnah wal jamaah. Lanjutnya, seharusnyalah ulama ahlus sunnah waljamaah harus menjadi garda terdepan perjuangan ini. Ulama wajib peduli terhadap umat dalam segala kondisi yang mereka miliki, sebagaimana terjadi pada kondisi sekarang ini. Beliau mengingatkan siapapun yang sedang berusaha untuk menjauhkan ajaran Islam dari umat, untuk segera bertobat untuk mendapat ridho Allah SWT. Beliau juga mengingatkan untuk tidak tertipu lagi dengan berbagai tipuan, dan  hanya mendengar seruan Allah SWT  dan Rasulullah-Nya serta ulama yang mukhlis.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Ibrahim Yussac dari Pondok Pesantren Darul Hizb Pasir Sapi, Cianjur,  menyampaikan bahwa kapitalisme dan komunisme telah gagal dan tidak bisa dipertahankan lagi. Komunisme dan kapitalisme yang bersandar pada materi, negara China contohnya menuju keambrukan dan kebangkrutan. Saatnya umat Islam menyadari untuk kembali kepada islam yang merupakan program dari Allah SWT, yang saat ini Alhamdulillah dimotori para ulama.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Dudung, dari Majlis Taklim al Markaz Sukabumi, merasa berbahagia atas berkumpulnya para ulama dari Bogor, Depok, Sukabumi dan Cianjur. Beliau kemudian menggambarkan bahwa kapitalis membeli semua yang ada dan menguasai seluruh aspek kehidupan, seta merusak kehidupan. Maka peristiwa covid ini mengingatkan kepada seluruh umat untuk kembali kepada Allah SWT.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Amirudin dari Majlis Khoiru Ummah Bogor menyampaikan bahwa kebatilan itu pasti lenyap, komunisme secara asasi bertentangan dengan fitrah manusia. Beliau juga menggambarkan hari ini kondisi China Tiongkok hampir sama dengan kondisi Uni Soviet pada masa kehancurannya. Kekejaman komunisme sebagai ideologi telah terbukti dengan apa yang terjadi di masa lalu. Gerombolan komunisme dengan kejam membantai umat Islam, khususnya ulama, dan santri ponpes, yang dianggap sebagai ancaman. Sekarang pun kita saksikan kekejaman komunisme dengan apa yang terjadi di Uighur, mereka membantai kaum muslimin disana.

Shohibul Fadhilah almukarram Ajengan IIm Nurhalim, MPd dari Al Kautsar Sukabumi, menyampaikan kalam tentang wajibnya imamah atau khilafah menurut ulama ahlus sunnah wal jamaah.

Shohibul Fadhilah almukarram KH. Nawawi dari Pondok Pesantren Lampu Qur’an Depok menyampaikan kalam keborbrokan kapitalisme.  Kebobrokan kapitalisme meski dikemas dengan propaganda indah, janganlah membuat umat tertipu. Umat harus menyadari bahwa kapitalisme demokrasi yang menyebabkan negeri kita terpuruk. Maka umat harus meninggalkan demokrasi, dan kembali kepada syariah Islam melalui penegakkan khilafah di bawah komanda ulama.

Shihibul Fadhilah almukarram Kyai Usman dari Majlis Baitusy Syifa ur Rahmah Ciganjur menyampaikan bahwa ulama bertugas memimpin umat untuk menuju kebaikan. Beliau menggambarkan kondisi kaum muslimin ketika menjauhi AlQur’an. Ajaran khilafah adalah ajaran ahlus sunnah wal jamaah warisan Rasulullah Saw. Ulama harus menjadi garda terdepan dalam perjuangan ini. Terutama dalam menyadarkan umat untuk tidak tertipu dengan kapitalisme dan komunisme. Beliau juga mengingatkan siapapun yang menolak khilafah yang merupakan ajaran ahlus sunnah waljamah, warisna Rasulullah Saw dan ajaran dari Allah SWT, maka terkategori menghianati Allah SWT dan Rasulullah saw. Terakhir, beliau mengajak seluruh komponen untuk bergerak dan berjuang.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Muhyidin dari Pondok Pesantren An Nur Pamijahan Bogor, menegaskan bahwa khilafah adalah ajaran ahlus sunnah waljamaaah. Khilafah adalah konsep masa depan dan bisa mewujudkan keadilan dan mensejahteraan serta satu-satunya solusi dan bisyaroh nubuwwah. Beliau mengajak kepada seluruh ulama dan umat untuk berjuang bersama gerakan atau jamaah yang memperjuangkannya secara konsisten tegaknya khilafah.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Hisyam dari Sukabumi, menyampaikan pernyataan sikap ulama ahlus sunnah wal jamaah pada multaqa ini. Dalam pernyataan sikapnya pada ulama menegaskan bahwa sudah saatnya umat meninggalkan Kapitalisme dan membuang Komunisme kemudian menyongsong kejayaan Islam.

Menolak hadirnya RUU HIP dan atau BPIP, yang sudah jelas ditolak oleh ulama dan tokoh serta menolak RUU pengganti lainnya yang semisal.

Jangan mudah tertipu dengan janji manis yang disampaikan penguasa kapitalisme, karena janji-janji mereka hanyalah dusta.

Mengecam dan menolak tindakan mengkriminalisasi Ulama dan aktivis dakwah Islam, agar ulama dan umat bisa berkontribusi aktif dan turut berjuang bersama demi tegaknya hukum syari’at Islam.

Menegaskan bahwa Khilafah adalah ajaran ahlus sunnah wal jamaah dan milik umat Islam, sebagaimana terdapat dalam kitab-kitab mu’tabar para imam 4 mazhab. Siapapun tidak akan bisa menjauhkannya dari umat.

Sudah saatnya kaum muslimin, wa bil khusus min ahlil quwwah dari umat ini memberikan dukungan dan bergabung dengan Ulama berjuang bersama-sama untuk menegakkan kembali kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah, dengan memulai kehidupan Islam kembali (isti’naf al hayah al Islamiyyah).

Acara multaqa ditutup dengan pembacaan doa oleh Shohibul fadhilah almukarram KH. Ahmad Afif, Ulama sepuh Bogor. (ANH-Hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …