Multaqa Ulama Aswaja Banua Enam Kalsel, Khilafah Pasti Tegak Insya Allah

Tanjung, (shautululama) – Suasana hangat penuh kekeluargaan sangat terasa dalam acara Multaqa Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah Kalimantan Selatan Kamis 14 November 2019 kemarin.

Berkumpulnya Ulama Banua Enam di Tanjung dengan kepedulian akan nasib Islam dan umatnya sebagaimana yang disampaikan oleh KH.Abdul Wahab, M.Ag, Ulama asal Kandangan, bahwa nasib umat dan Islam saat ini sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan jauhnya kita dari sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari pada semua aspek kehidupan. Dan juga bagaimana kita bisa mencintai Nabi dengan mengikuti jejak langkah perjuangan beliau dalam mendakwahkan Islam kepada umat manusia agar menjadi kebaikan bagi semesta alam.

Dalam untaian kalimah hikmahnya, Guru Arbani dari Kelua Tanjung,  juga menyampaikan agar kita umat ini harus semangat mengikuti sunnahnya agar bisa bersama nabi disurga. Sunnah yang dimaksud tidak lain yaitu syariah yang dibawa beliau.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh KH. Muhammad Abdurrahman Sholeh atau yang lebih akrab disapa dengan Guru A Ab, dari Pamangkih Barabai, menyebutkan jika ada yang mengaku cinta kepada nabi, tapi mengabaikan sunnah atau syariahnya maka itu cintanya adalah palsu.

Ketangguhan dalam menyampaikan Islam oleh Rasulullah yang tidak tergiur ditawari harta, wanita dan tahta agar beliau meninggalkan dakwah, harus menjadi contoh bagi kita ulama sekarang dalam mendakwahkan Islam kata KH. Sulaiman Ilsa ulama dari Amuntai. Kita tidak boleh melepas agama demi kepentingan dunia yang sebentar ini.

Berikutnya, KH. Yasin Mutohhar menyampaikan beruntunglah orang-orang yang mengikuti jalan nabi dalam membela sunnah nabi saat orang banyak melecehkan ajaran beliau seperti cadar, celana cingkrang dan termasuk khilafah yang merupakan sistem bernegara warisan Rasulullah kepada Khulafaurrasyidin.

Karena khilafah pernah ada dan warisan Rasulullah serta janji Allah akan tegak kembali, maka kita para ulama harus menyampaikannya kepada umat agar umat semakin paham mana al haq dan mana al bathil. Juga mengajak kepada para ulama agar menjadi ulama robbani, yaitu “ulama yang agamawan dan ulama negarawan” tempat umat bertanya tentang akhirat dan tenang dunia.

Acara multaqa ulama ini ditutup dengan do’a, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah dalam beberapa talam yang membuat suasana hangat, penuh perjuangan dan kekeluargaan. Para peserta merasa semakin sejuk dan nyaman hadir di kalangan para ulama.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *