Multaqa Ulama Aswaja Banten, Ideologi Gagal Kapitalisme dan Ideologi Brutal Komunisme Terbukti Tidak Mampu Atasi Krisis

Banten, (shautululama) – Tahun 2020 telah berlalu dan menyisakan catatan pahit bagi kaum muslimin di negeri ini maupun kaum muslimin secara global. Dalam skala lokal disintegrasi mengancam negeri ini, bahkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus melakukan aksi terornya terhadap masyarakat.

Ironisnya, justru yang dikriminalisasi dan disudutkan adalah ormas-ormas Islam yang justru semangat penjagaan negeri ini lebih tampak pada mereka.

Sementara itu, secara global wabah pandemi Covid-19 belum menampakkan gejala mereda. Dimana wabah ini telah menghampiri 80 juta jiwa secara global. Sementara, di Indonesia 700 ribu jiwa terpapar wabah ini.

Lebih parahnya lagi, penangganan terhadap wabah ini juga terkesan tak mengindahkan nyawa manusia. Dimana penyelenggaraan Pilkada tetap dilaksanakan sehingga semakin menambah buruknya kasus positif Covid-19 hingga mencapai angka 20.000 jiwa/hari.

Nampaknya penguasa lebih sibuk mengurus kepentingannya sendiri dibandingkan urusan umat.

Mereka kerap menggunakan tajamnya hukum kepada pihak yang melakukan kritik kepada penguasa. Walhasil para tokoh dan ulama yang kerap vokal melontarkan kritikan dan dianggap berseberangan dengan kepentingan penguasa diperlakukan layaknya kriminal yang mengancam kepentingan negara yang sebenarnya adalah kepentingan penguasa.

 

Kasus teranyar adalah Habib Riziq Shihab yang dijadikan tersangka dengan alasan peraturan, meskipun umat tahu bersama bahwa kesalahan lebih fatal banyak terjadi. Namun tidak diproses secara hukum semisal pelaksanaan Pilkada, Konser dan kumpulan masa sejenisnya.

Menyikapi kondisi ini, para Ulama Banten terdorong untuk menyatukan sikap dan langkah dalam Multaqo Ulama Aswaja Banten sebagai wujud cinta ulama kepada negeri ini. (Ahad, 3 Januari 2021)

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini, dihadiri sekitar 100 an para ulama yang tersebar dari berbagai wilayah di Banten.

Dalam acara yang dilaksanakan pada hari Ahad, 3 Januari 2021/Jumadil Awwal 1442 H ini, menghadirkan para pembicara para ulama dari kalangan ulama sepuh hingga ulama muda.

KH. Zainul Arifin mengungkapkan bahwa kondisi para ulama dan kaum muslimin yang dialami saat ini, jauh-jauh hari pernah terjadi sebelumnya.

Misalnya pada masa Fir’aun, dimana Musa A.S dan pengikutnya mendapatkan perlakuan zhalim dari rezim pada masa itu.

Ulama Pimpinan MT. Bani Halimi ini menegaskan bahwa perjuangan penegakan Islam memang sudah Sunnatullah akan selalu mendapat tentangan dari orang-orang zhalim. Oleh karena itu, selama berada dalam garis perjuangan menegakkan agama Allah janganlah merasa takut mati.

Mengenai disintegrasi bangsa, KH. Ali Mustofa membeberkan bahwa konflik Papua pada dasarnya adalah pertarungan kepentingan antara 2 negara besar yaitu Inggris dan Amerika. Hal ini dilatarbelakangi penguasaan SDA di wilayah tersebut. Karenanya wajar jika penguasa tidak punya keberanian menyelesaikan konflik di sana, karena akan berhadapan dengan kedua negara tersebut.

Di sisi lain, KH. Tb. Fathul Adzhim mengingatkan kepada para ulama untuk berperan sebagai pengayom, pengarah dan pelindung umat.

Kriminalisasi terhadap para ulama ini memperlihatkan bahwa para penguasa terlalu jauh berperan dari tuntunan syariat Islam. Ini membutuhkan effort sungguh-sungguh dari para ulama agar negeri ini aman, tentram dan damai sehingga terjalin hubungan integral antara negara dan syariat Islam.

Adapun biang kerok dari permasalahan negeri ini diungkapkan oleh Ust. Hodhorilyaum. Akibat penerapan sistem kapitalisme di negeri, inilah pangkal dari carut marut problem yang terjadi.

Pimpinan Ponpes Darul Qur’an ini juga menambahkan bahwa sistem kapitalisme bahkan mampu membentuk umat manusia jauh dari tuntunan syariat, dan menjadikan mereka orang-orang yang tidak memiliki sifat kesabaran.

 

Walhasil demi mendapatkan keinginannya, mereka berani melanggar hak orang lain bahkan ketika mereka menjadi penguasa efeknya jauh lebih besar lagi.

Padahal menurut KH. Mansyur Muhyiddin, Umat Islam harus memiliki sifat arif dan ma’rifat yaitu qalbunya harus senantiasa berjaga-jaga, agar aktivitasnya menjadi nilai ibadah dan tidak menguap begitu saja.

Selain itu, harus senantiasa berdzikir agar setiap langkah kakinya selalu terpaut pada Allah agar mendapatkan ridho-Nya di setiap langkah kakinya.

Dari pandangan mendalam, tentunya permasalahan umat Islam yang terjadi bukan sekedar permasalahan kepada individu semata, melainkan sistem kehidupan yang di dalamnya adalah sistem bernegara dan bermasyarakat.

Mengenai hal ini, Ust. Shobri menegaskan bahwa syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw adalah sistem kehidupan terbaik sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Maidah : 50

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”

Maka jika ingin penyelesaian secara menyeluruh, haruslah diterapkan syariat Islam secara Kaffah.

Senada dengan hal tersebut, KH. Tb. Ahmad Syaihu juga menegaskan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan persatuan Umat islam yang didasari oleh aqidah Islam yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk Daulah Khilafah Islamiyyah.

Sebagai ibroh utama umat Islam menyongsong Tahun Baru Masehi ini, KH. Tb. Zamakhsyari mengingatkan bahwa kegetiran hidup ini harus diakhiri oleh Khilafah Islamiyah melalui pembinaan terus menerus dan tak kenal lelah agar umat faham bahwa problematika yang mereka alami harus diakhiri dengan membuang jauh sistem demokrasi dan menerapkan syariat Islam secara Kaffah.

Pembinaan ini haruslah bersifat masif laksana hujan yang turun ke bumi, apapun kondisinya.

Sebagai penutup, KH. Yasin Muthohar memotivasi bahwa Kita harus senantiasa berkumpul dan merapatkan diri bersama orang-orang yang jujur pada ilmunya. Dimana para ulama yang menjadi stempel kezhaliman adalah para ulama yang membohongi Allah dan dirinya sendiri.

Ulama harus menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan penegakkan islam guna menggapai ridho Allah SWT. Pimpinan Ma’had Al-Abqory ini juga menyimpulkan bahwa di tengah pandemi corona yang belum tampak ujungnya, kesemrawutan ekonomi, hukum, pendidikan, sosial dan budaya serta politik ini tak pernah kita jumpai solusinya dalam sistem demokrasi, kapitalisme maupun komunisme.

Walhasil, masa depan dunia hanya bersandar kepada syariat Islam. Mari kita songsong masa depan cerah bersama Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah.

Sebenarnya masih banyak para ulama yang masih ingin menyampaikan pendapatnya sebagai wujud semangat cinta negeri ini agar jangan sampai terpuruk kepada kebinasaan.

Tak jarang pula antusiasme para ulama untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin guna percepatan keselamatan negeri dari tindak kehancuran akibat kezaliman yang diterapkan penguasa.

Semoga Tahun Baru masehi ini menjadi tahun kebangkitan umat Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah Islamiyyah sesuai janji-Nya

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. an-Nur: 55)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …