Multaqa Ulama Aswaja Akbar di Bulan Rajab Regional Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, “Peran Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Negeri dari Kapitalisme Komunisme, Waspada Adu Domba Umat, Terapkan Islam Kaffah”

Melayu, (shahutululama) Telah terselenggara Multaqa Ulama Aswaja Akbar Rajab 1442H regional Sumatera Melayu, Sulawesi dan juga Kalimantan. Multaqa ulama Aswaja rumpun Melayu di bulan Rajab ini diselenggarakan secara daling yang disiarkan secara langsung lewat channel YouTube Melayu Bersyariah, Ahad, 31 Januari 2021.

Sementara Multaqa Ulama Aswaja Akbar Rajab 1442H Regional Kalimantan diselenggarakan secara daling melalui channel YouTube Ulama Gurunda TV (Ahad, 21/02/2021).  Sedangkan Multaqa Ulama Aswaja Akbar Rajab 1442H Regional Sulawesi dilaksanakan Sabtu, 20 Februari 2021.

Ketiga forum multaqa ulama aswaja ini dihadiri oleh para ulama, kyai pengasuh ponpes dan majlis taklim dari kawasan setempat. Para ulama terpilih diberikan kesempatan oleh panitia regional untuk menyampaikan kalam minal ulama terkait dengan kondisi negeri ini.

Multaqa Ulama Aswaja ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian ulama atas kondisi umat islam dan negeri tercinta, yang semakin hari semakin terpuruk karena menjauhkan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Tema utama Multaqa Rajab 1442H kali ini adalah “Peran Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Negeri dari Kapitalisme Komunisme, Waspada Adu Domba Umat, Terapkan Islam Kaffah”

Dalam kalamnya para ulama menyampaikan, yang membuat negeri kita terpuruk karena dikelola dengan sistem kapitalisme demokrasi sekuler. Dimana penguasa hanya menjadi pelayan para pemilik modal, bukan menjadi pelayan rakyat. Rakyat hanya dimanfaatkan suara mereka saat pemilihan umum, plikada melalui sistem demokrasi yang berbiaya mahal.

Berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemimpin hasil pemilu demokrasi telah mendholimi rakyat, berbagai protes yang dilakukan elemen masyarakat tidak diindahkan. Hal ini karena para pemilik modal menjadi sponsor mereka untuk mencapai kekuasaan. Tidak ada makan siang gratis, sebagai balas budi mereka menyerahkan aset, sumber daya alam negeri yang melimpah ini untuk pemilik modal.

Sistem komunisme sosialisme yang memiliki sejarah kelam di negeri ini, berusaha bangkit untuk mengantikan sistem kapitalisme demokrasi. Namun umat islam tidak mau tertipu untuk kedua kalinya. Komunisme sudah usang, tidak akan mampu membuat negeri itu sejahtera dan aman karena menghilangkan peran tuhan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, para ulama aswaja sebagai pewaris nabi, dengan ilmunya harus berada di garda terdepan memimpin umat menuju perubahan yang hakiki. Ulama harus membimbing, membina umat agar mereka menjadi pejuang, mendukung agenda umat Islam, yaitu diterapkannya syariah islam secara kaffah dalam naungan khilafah ala minhajin nubuwwah.

Hanya dengan sistem khilafah syariah islam bisa diterapkan secara kaffah dan menjadi rahmad bagi semesta alam. Menjadikan rakyat hidup sejahtera, tentram, hidup berdampingan dengan  berbagai elemen masyarakat.

Oleh karena itu para ulama dalam forum multaqa ini menyeru para pemegang amanah rakyat dan para tokoh umat untuk bersama-sama berjuang menegakkan khilafah sebagai sistem yang akan mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena ini adalah perintah Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah Saw.

Sudah saatnya Khilafah memimpin dunia, mengantikan perabadan kapitalisme demokrasi yang menyengsarakan dan menjadikan rakyat sebagai komoditas para penguasa. Saatnya umat bangkit mengikuti arahan ulama langit demi terwujudnya khilafah ala minhajin nubuwwah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …