Multaqa Ulama Aswaja Akbar di Bulan Rajab Regional Jawa Timur, “Peran Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Negerit Dari Bencana Melanda Negeri, Waspada Adu Domba Umat, Tolak Kezaliman, Terapkan Islam Kaffah”.

Jawa Timur, (shautululama) – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimulaikan Allah SWT. Rajab termasuk salah satu dari empat bulan yang disucikan dan dilarang pertumpahan darah, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”(QS at-Taubah [9]: 36).

Telah terjadi peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam pada bulan Rajab. Di antaranya adalah Isra’ Mi’raj.  Di bulan Rajab Rasulullah saw dimi’rojkan oleh Allah Ta’ala. Beliau diperlihatkan keindahan surga dan kekejaman neraka, serta mendapatkan wahyu sholat lima waktu.

Selain itu juga Kemangan kaum muslimin pada Perang Tabuk. Dimana 30 ribu kaum muslimin menempuh perjalanan yang sangat jauh sekitar 750 kilometer menuju ke Tabuk melawan pasukan Romawi. Peristiwa itu terjadi di tahun 9 Hijriyah atau 630 Masehi.

Lalu, Pembebasan Yerussalem dari cengkaraman Tentara Salib Eropa yang telah memerintah selama hampir satu abad. Terjadi pada Rajab 1187 M yang dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayyubi. Penaklukan ini bukan hanya karena pentingnya Yerusalem dalam Islam, tetapi juga karena sepak terjang Tentara Salib yang menaklukkan negeri-negeri muslim.

Terakhir, runtuhnya Kekhilafahan Turki Ustmani atas pengkhianatan Mustofa Kemal Attartruk yang berkolaborasi dengan Inggris yang telah ratusan tahun berusaha menghancurkannya. Peristiwa ini terjadi pada 3 Maret 1924 M atau  27 Rajab tahun 1342H.

Sejak saat itu hingga kini Kekhilafahan islam telah tiada di muka bumi, selama 100 tahun.  Sejak saat itu kaum muslimin hidup terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara bangsa yang masing-masing  dipimpin oleh seorang kepala negara yang tidak menerapkan syariah islam. Dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mereka diatur dengan aturan kapitalisme demokrasi sekuler, bahkan ada yang diatur dengan sistem komunisme sosialisme yang menghilangkan peran agama sama sekali.

Di bawah aturan kapitalisme demokrasi sekuler, dan sistem komunisme sosialisme ini kaum muslimin hidup terpuruk, jauh dari rasa aman dan sejahtera. Kekayaan alam yang melimpah tidak bisa mereka nikmati, hanya dikuasai oleh sekelompok orang pemilik modal dan oligarki.

Namun Rasulullah Saw telah mengabarkan akan kembali khilafah ala minhajin nubuwah untuk memimpin manusia hingga islam menjadi rahmad semesta alam. Oleh karena itu, para ulama sebagai pewaris para nabi, dengan ilmunya, ulama Aswaja harus berada di garda terdepan dalam memimpin umat menuju perubahan ke arah islam, dengan terwujudnya khilafah ala minhajin nubuwwah sebagaimana telah dijanjikan Allah SWT dan kabar kembira Rasulullah Saw.

Ulama harus memimpin umat agar tidak mudah tertipu dan tidak tertipu lagi dengan janji-janji manis para politikus yang menginginkan kekuasaan untuk kepentingan mereka dan kelompoknya. Inilah agenda politik mereka, bukan agenda politik umat islam. Umat Islam hanya dimanfaatkan suaranya saja, setelah itu umat  dicampakkan dan penguasa terpilih lebih banyak melayani pengusaha, oligarki yang telah membiayai para pemimpin ini  berkuasa.

Di moment Rajab inilah, dengan semangat menyambut kabar gembira Rasulullah dan janji Allah SWT, para ulama aswaja, kyai pengasuh ponpes, pengasuh majlis taklim, tokoh panutan umat di seluruh Jawa Timur telah menyelenggarakan Multaqa Ulama Aswaja Akbar di 10 titik daerah di Jawa Timur, mulai dari Ujung Timur di Banyuwangi hingga ujung barat di Matraman, di pesisir Selatan Jawa Timur serta di pesisir pantura Jawa Timur. Adapun rinciannya sebagai berikut: Gresik, Pasuruan Raya, Blitar Raya, Kediri Raya, Malang Raya, Surabaya Raya, Jember Raya, Bojonegoro Raya, dan Madura Raya.

Dalam setiap forum multaqa ulama aswaja yang digelar secara di tiap-tiap daerah, para ulama aswaja, ulama langit menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap yang menyeru kepada penguasa di negeri ini yang mendapatkan mandat dari umat untuk memimpin negeri.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …