Multaqa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Jakarta, “Hentikan Kolonialisasi Cina dan Penyebaran Faham Komunisme Melalui Proyek One Belt One Road (OBOR)”

Jakarta, (shautululama) – Sabtu 18 mei 2019/13 Ramadhan 1440, Ulama ahlus Sunnah wal jamaah Jakarta berkumpul dalam multaqa ulama di Ma’had Daarul Muwahid srengseng kebon jeruk. Multaqa ini dihadiri oleh 70 ulama Jakarta dan sekitarnya.

Dalam sambutan shohibul bait untuk mengawali agenda multaqa kali ini di wakili oleh salah satu pengasuh ma’had darul muwahid shohibul fadhilah ust. Syaifudin zuhri menyampaikan kita padamkan obor cina dengan Obor Ramadhan, dan kita siap menyadarkan umat akan bahaya obor cina ini.

Kepedulian terhadap perkara ini bernilai ibadah karena sama dengan Ribath menjaga perbatasan wilayah kaum muslimin sebagaimana di jelaskan dalam hadits shohih targhib wa tarhib dari abu Hurairah tentang keutamaan ribath…..
apa yang membuat anda tetap berdiri ditempat wahai abu Hurairah? Ia menjawab saya mendengar nabi saw bersabda :”berdiri berjaga – jaga selama satu jam lebih baik dari pada ibadah atau sholat pada malam lailatul qadar di depan Hajar aswad.

KH. Mohammad Asrori Muzakki ketua forum komunikasi ulama ahlussunnah wal Jamaah, selaku shohibul hajat dalam sambutan beliau menyampaikan “setelah penandatangganan pada 23 april 2019 berarti Indonesia resmi telah diserahkan ke penjajah cina. Para ulama sebagai pewaris Nabi dan penunjuk umat tidak boleh mengambil sikap tengah-tengah harus mengambil sikap tegas yaitu mencegah dan memberitahu penguasa untuk menghentikan proyek OBOR ini. Karena proyek ini merupakan bentuk kolonialisasi baru Cina terhadap negeri ini. Kalau negeri ini sudah menjadi kolonialisasi cina bahaya berikutnya adalah tersebarnya faham komunisme.

Supaya umat Islam tidak menjadi objek derita (maf’ul) maka saatnya umat harus menjadi pelaku (fail), yang membedakan fail dengan maful adalah wujudul qashdi (tujuan) dan tujuan umat Islam adalah mengapai ridha Allah dengan menerapkan syariahNya secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah ala minhaj nubuwah. Khilafah bagi negeri ini adalah solusi bukan sesuatu yang membahayakan karena khilafah merupakan ajaran Islam.

Dalam kalimat minal ulama almukaram Ust. Tisna Atsirbuni beliau menegaskan bahwa proyek obor ini merupakan pembuatan jalan untuk kepentingan dan keuntungan cina tapi kita yang disuruh sibuk membangun dan membayarinya, kalau tidak punya uang kita yang disuruh pinjam, pinjamnya ke mereka dengan pinjaman riba mereka pinjamin dengan jeratan hutang riba maka tidak aneh kalau dikatakan negeri ini jadi kolonialisasi atau jajahan Cina.

Lalu beliau menyampaikan Haram hukumnya memberi Jalan bagi orang Kafir untuk menguasai kaum muslimin dengan menyitir firman Allah dalam QS. An Nisaa’: 141

Lalu Habib Khalilullah Alhabsy, Pimpinan Majlis Dzikir Raatibul Hadad Duren Sawit Jakarta Timur, menyampaikan bahwa yang diuntungkan dari Proyek OBOR ini bukan Indonesia tapi mereka yang berkhianat karena cina sudah menghitung-hitung bahwa negeri ini tidak akan mampu membayar hutang.

Oleh karena itu, diam takutnya ulama akan dimintai pertangung jawaban di hadapan Allah SWT. Ulama harus bangkit dan menyelamatkan negeri ini dan umat dengan sama-sama menolak proyek OBOR yang telah ditandatangani oleh pemerintah dan tidak cukup menolak tapi kita harus menekan untuk membatalkannya. Karena proyek ini akan menghancurkan negeri ini.

Almukaram KH. Zaenal Afwan Pengasuh Majlis Ta’lim Alhikmah Cipayung dalam kalimat beliau mencampaikan bahwa segalah bentuk penjajahan itu dalam Islam itu haram karena Islam Itu datang untuk membebasakan manusia dan menjadikannya sebagai hamba Allah dan khalifah.

Kalau ada penjajahan ekonomi yang mengambil harta yang kita kumpulkan tidak marah itu namanya keterlaluan.

Almukaram Ust. Alam Jurzani mudir ma’had mus’ab bin umair beliau menyampaikan bicara OBOR menginggatkan kepada hadits umat Islam yang jumlahnya banyak tapi jadi mangsa dan bagaikan buih karena mencampakkan Islam dan mengabaikan Khilafah.

Lalu setelah kalimat minal Ulama pembacaan surat pernyataan ulama yang dibacakan shohibul fadhilah KH. Shofar Mawardi Khuwadimul Ma’had Darul Muwahid dan dilanjutkan dengan doa oleh ust. M Syukri Marpaung Pimpinan ponpes Arraisiyah dan ifthar jamai. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *