Multaqa Syawal Ulama Aswaja Surabaya Raya, Masa Depan Cerah dengan Islam Kaffah

Surabaya Raya, Jatim (shautululama) – Di tengah wabah covid 19, para ulama ahlu sunnah wal jamaah Jawa Timur, pada ahad 18 juni 2020, mengadakan multaqa ulama secara online, yang bertajuk “Menatap Masa Depan Menuju Sistem Islam, Tinggalkan Kapitalisme-Liberalisme-Demokrasi-Nasionalisme dan Komunisme”.

Acara yang diawali dengan pembukaan ayat Al Qur’an ini, di hadiri beberapa ulama, tokoh umat Surabaya dan juga Sidoarjo. Dalam pembukaan, shahibul hajat, Ustad Muhammad Ismail, menyampaikan bahwa posisi umat islam sekarang semakin dekat dengan pertolongan Allah SWT. beliau mengingatkan bahwa rintangn dakwah justru akan menjadi semakin terbukanya pertolongan Allah. Dan beliau juga berharap bahwa pertemuan ulama dan tokoh secara online ini menjadi momentum untuk saling memberikan semangat dalam dakwah dan mampu menggerakan umat bersama-sama untuk menyosong fajar kemenangan islam yang dijanjikan Allah swt yaitu tegaknya Khilafah ala Minhajin Nubuwwah.

Pada sesi kalimah minal ulama, KH. Thoha kholili, Ponpes Al Muntaha, Bangkalan, beliau menyetir Firman Allah SWT.

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya (QS at-Taubah: 32)

Menurut beliau ayat ini memberikan kabar kepada umat islam bahwa musuh-musuh Allah akan senantiasa berusaha untuk memadamkan cahaya islam. dan tentu usaha mereka tidak akan berhasil manakalah terwujud kepemimpina islam yaitu khilafah yang mampu meriayah umat islam dan memberikan hak-hak umat islam. Beliau juga menegaskan bahwa sistem yang ada sekarang ,yaitu sistem Demokrasi, kapitalisme yang dilahirkan oleh Yahudi, nyata-nyata hanya memunculkan kekecewaan dan kerusakan. Maka sudah semestinya umat memperjuangakan tegaknya sistem islam yaitu khilafah dimana hukumnya wajib sebagaiman penjelasan para ulama. Beliau juga secara khusus mengajak kepada para ulama untuk memperjuangkan khilafah. Sehingga umat akan mempunyai pemimpin yaitu khalifah untuk meriayah mereka.

Dalam kalimah minal ulama kedua yang disampaikan Ustad. Abdul Hakim, Dai Surabaya, beliau mengingatkan bahwa Allah telah menganugerahkan kemulian umat islam di dunia dan akhirat sebagaimana yang termaktub dalam surat al maidah ayat ke-3, beliau menjelaskan bahwa ayat ini memberikan kabar bahwa islam adalah Haq sesuai dengan fitrah manusia, bersifat Universal, sempurna dan adil. Dan wajib bagi umat islam untuk menjadikan islam mabda (pandangan hidup) dan sumber hukum. Dalam masa Pandemi ini beliau menjelaskan bahwa ini merupakan teguran bagi umat untuk kembali kepada islam yaitu kepada sistem khilafah dan perkara ini merupakan amanah Allah SWT. sehingga umat sekarang harus menyambut the New Normal yang diartikan kembali kembali kepada sistem islam.

Pada kalimah minal ulama yang selanjutnya disampaikan oleh KH. Kamil Rudi Sulistito, M.Ag. Pengasuh Ponpes Al Kamil Surabaya, dalam kesempatannya beliau mengajak umat islam untuk menguatkan ikatan ukhuwah islamiyah dan menjauhi sikap taashub golongan dan lebih mengedepan islam.

Kalimah minal ulama selanjutnya disampaikan oleh KH. Muhajir Adib,Pimpinan Ponpes Tanfidzul Quran Ulin Nuha, beliau menegaskan bahwa musibah yang akhir-akhir ini menimpah umat seperti pandemi corona menunjukkan bahwa sistem kapitalisme telah terbukti gagal dalam menyelesaikan masalah. Beliau juga menegaskan bahwa krisis hari ini tidaklah terletak pada ketiadaan dana atau ahli tapi masalah yang utama adalah tidak adanya tanggung jawab pemimpin. Maka solusi utama tidak lain adalah mewujudkan sistem kepemimpinan islam yaitu khilafah.

“Perjuanngan kita hari ini adalah menuju titik tegaknya sistem islam yaitu khilafah untuk menerapkan syariat islam”. jelas beliau.

Kalimah minal ulama selanjutnya disampaikan oleh Kh. Abdul Khaliq, Ketua FUIB Surabaya. Dalam kesempatannya beliau menyampaikan bahwa rusaknya negri ini tidak lain lantaran sikap ulama yang mengetahui kedhaliman, kemaksiatan ditengah umat namun mereka bersikap diam. Maka disaatnya ulama harus mampu menjadi pelita umat dan mengajak umat untuk kembali kepada islam dan beliau juga mengajak umat untuk mengikuti ulama yang mukhlis, yang hanya takut kepada Allah.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kyai Abdul Hamid, Pimpinan Ponpes Mutiara Umat, Sidoarjo. Menurut beliau yang paling bertanggung jawab kepada umat adalah ulama karena mereka yang paling memahami ayat-ayat Allah SWT. secara khusus beliau menyampaikan ayat yang menjelasakan akan janji Allah SWT dan bisyarah Rasul yaitu muncul khilafah disinilah menurut beliau peran ulama harus ditunjukan dengan memahamkan umat dan mengajak umat untuk menyambut sekaligus memperjuangkan janji Allah swt. sekaligus bisyara Rasul yaitu tegaknya khilafah islam.

Kalimah minal ulama selanjutnya disampaiakan oleh Kyai Heru E lyasa, FKU Aswaja Jatim, beliau menjelaskan bahwa kerusakan umat islam akhir zaman adalah disebabkan menjadi Demokrasi sebagai sistem. Dan umat islam sekarang hidup pada fase terakhir sebagaimana dalam bisyarah Rasul yaitu fase Mulkan Jabriyan yang sebentar lagi akan hancur dan diganti pada fase terakhir yaitu fase kembalinya khilafah islamiyah. Dan menurut beliau ini adalah perkara yang semestinya wajib diyakini umat islam dan disambut dengan memperjuangkannya.

Pada bagian akhir, Kyai Ahyani Ibnu Umar, M.Pd, dari Sidoarjo, pernyataan sikap. Bahwa para ulama menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila, yang terkesan mencederai harga diri bangsa ini dan para pahlawan pejuang kemerdekaan terutama kalangan ulama. Karena kembali memaknai dasar negara dengan eka sila yaitu gotong royong, seperti pemaknaan orang-orang kiri (komunis). Juga, agar seluruh komponen umat Islam berkontribusi aktif dan turut berjuang bersama Ulama demi tegaknya hukum Syari’at Islam, sebagaimana Allah telah turunkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia.

Beliau juga menyatakan agar seluruh komponen umat tunduk dan patuh kepada Allah SWT yang telah memfardhukan penerapan syari’at-Nya dengan meneladani Rasulullah SAW dalam penerapan Islam secara formal-institusional, juga dilanjutkan para Khulafa’ur Rasyidin.

Karena sudah saatnya kaum muslimin meninggalkan kapitalisme-demokrasi- komunisme menuju sistem Islam. Khilafah Islamiyah sebagai ajaran Islam yang sudah disepakati oleh Ulama Ahlussunnah wal Jamaa’ah.

Pada bagian akhir beliau menyerukan, sudah saatnya kaum muslimin, wa bil khusus min ahlil quwwah dari umat ini memberikan dukungan dan bergabung dengan Ulama berjuang bersama-sama untuk menegakkan kembali kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah dengan memulai kehidupan Islam kembali (isti’naf al hayah al Islamiyyah). Dan sesi yang terakhir adalah pembacaan doa yang disampaikan oleh Ust. Saiduddin, Dai Surabaya. ( Dakwah Surabaya Chanel).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …