MULTAQA SYAWAL 1441H ULAMA ASWAJA BOGOR, “RUU HIP Ancam Kehidupan Beragama di Indonesia”

Bogor, (shautululama) – 26 Syawal 1441H/18 Juni 2020, Puluhan Ulama, kyai- asatidz, habaib mengikuti sebuah agenda akbar Multaqa Ulama Aswaja Bogor 1441H. Acara yang digelar di bulan Syawal ini adalah untuk meneguhkan agenda perjuangan umat Islam selain sebagai bentuk ihtimam ulama terhadap umat.

Acara diawali dan dibuka oleh host shohibul fadhilah almukarram Ust. Budi Abdurrahim, dari Majlis al Wifaq dengan sambutan hangat kepada para ulama yang hadir. Dilanjutkan pembacaan ayat suci al qur’an oleh shohibul fadhilah almukarram ust. Almenis Yanto dari Majlis Raudathuth Thalibin.

Shohibul fadhilah almukarram Ust. H. Anas Nasrullah (Majlis Ikhwanur Rasul) sebagai Shohibul bait, mengawali dengan sholawat, kemudian menyampaikan maksud mengadakan acara ini adalah untuk silaturahmi Syawal sekaligus ihtimam kepada umat. Ada tiga isu besar yang sedang hangat di tengah-tengah umat dan ulama sebagai sosok warosatul anbiya memiliki kepedulian yang besar akan hal tersebut, yakni rencana memasuki new normal di tengah wabah yang belum selesai, merupakan sikap abai dari penguasa terhadap rakyatnya. Adanya bahaya laten komunis yang menyeruak melalui RUU HIP, terakhir adanya kriminalisasi terhadap ajaran Islam, ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah yakni Khilafah. Dimana tentunya ulama ahlus sunnah wal jamaah memiliki konsen besar terhadap hal ini, karena akan mengubah ajaran itu sendiri dan ini menjadi tugas para ulama untuk menyadarkan umat.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Umar Sidik dari Ponpes Daruts Tsaqofah, menyampaikan terkait padangan Islam dan bagaimana menangani sebuah wabah. Beliau meyakini bahwa agenda new normal bukanlah untuk kepentingan umat bahkan justru akan membuat umat tidak terjaga dari kesehatan dan jiwanya. Beliau menduka kuat bahwa ini ada kepentingan lain terutama kepentingan bisnis, disinilah peran ulama untuk memberikan kesadaran pada umat, bahwa ideology kapitalisme, demokrasi dan komunisme tidaklah menjadi solusi tapi justru menjadi biang masalah. Saatnya umat kembali kepada aturan Allah SWT dan menatap masa depan dengan Islam.

Shohibul fadhilah almukarram Kyai Muhibuddin, Pengasuh Majlis Halawatul Iman, mengungkapkan bahwa RUU HIP wajib ditolak karena di dalamnya sarat kepentingan, bahkan bisa dijadikan alat oleh penguasa untuk menggebuk lawan politiknya. Selain itu, nuansa kekirian begitu kental terasa, sehingga banyak yang mensinyalir ini adalah upaya PKI untuk bangkit dan ini membahyakan umat. Beliau mengutip pernyataan MUI, NU dan Muhammadiyah yang menolak RUU tersebut. Beliau kembali menegaskan RUU HIP harus ditolak.

Shohibul fadhilah almukarram Ust. Faturahman, Mudir Ma’had Inqilabiy pada kesempatan berikutnya menyampaikan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam, Ajaran ahlus Sunnah wal jamaah. Lalu beliau mengutip pernyataan para ulama mu’tabar dari empat mazhab. Sehingga mengkriminalisasi ajaran khilafah sama saja sebagai mengkriminalisasi ajaran Islam, bahkan itu menunjukkan permusuhan terhadap islam. Khilafah sebagai warisan Rasulullah Saw, yang diteruskan oleh para Khulafaur Rasyidin dan para shahabat sesudahnya, merupakan bisyaroh nubuwwah sekaligus janji Allah SWT atas kaum muslimin.

Shohibul fadhilah almukarram KH. Muhyidin, Ponpes An Nuur menyampaikan bahwa sudah saatnya ulama menjadi bagian perjuangan menuju Islam Kaffah  dengan tegaknya syariah dan Khilafah.

Shohibul fadhilah almukarram  KH. Afif, Ulama Sepuh Bogor, dalam kalamnya merasa terharu dengan hadirnya ulama-ulama akhirat yang beliau rindukan selama ini. Beliau yakin perjuangan ini akan mendapatkan pertolongan Allah SWT, dan saatnya umat islam, ruju’ ilal Islam, kembali kepada al Qur’an dan Sunnah. Beliau juga mengajak untuk berjuang menegakkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah.

Setelah pembacaan pernyataan sikap ulama Aswaja atas RUU HIP oleh KH. Ahmad Afif, acara diakhiri dengan doa oleh beliau. (anh)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …