Mudzakaroh Ulama FKU Aswaja Mataraman, Dakwah adalah Kewajiban, Tidak Butuh Legalitas dari Manusia

Magetan, (shautululama) – Penegasan ini disuarakan oleh para alim ulama pada hari Jum’at, 22 Februari 2019, ba’da Isya’ sampai tengah malam, pada acara “Mudzakaroh Ulama” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Ulama Aswaja Mataraman, bertempat di Masjid Yayasan Yatim Piatu dan Ponpes Al IkhlasTakeran Magetan.

Hadir kurang lebih 120 ulama, kyai, assatidz dan tokoh masyarakat dari wilayah Mataraman ( Magetan, Ngawi Madiun dan Ponorogo). Diantaranya hadir
Ashabul Fadhillah Ulama sepuh KH Bukhori Burhanudin pengasuh Ponpes Al Muslimun Magetan, Kyai Misno Paron Ngawi, Kyai Imam Romly pengasuh ponpes Pagergunung, ust H Mayor Purnawirawan Abdurrahman, ust H Sarjo ketua MUI kec. Takeran, ust Mualim ketua DDII kab. Magetan, ust. Hamim Thohari (ulama Aswaja Madiun), Ustad Ahmad Baedhowi, Ustad H Dr. Moh. Amiin dll.

Pada mudzakaroh kali ini, membahas dinamika dakwah yang semakin penuh tantangan dan rintangan oleh musuh-musuh Islam secara masif dan terstruktur, terlebih lagi pada rezim saat ini.

Acara diawali sambutan Shohibul Bait Ustad H Agung (mewakili ketua yayasan), beliau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para kyai, alim ulama serta para assatidz dari ulama Aswaja mataraman yang senantiasa istiqomah menyuarakan dakwah, demi izzul islam wal muslimun.

Acara yang di pandu Ustad Anwar Sanusi ini, dilanjutkan dengan tausyiah dari ashabul fadhillah KH Bukhori Burhanudin yang mengingatkan agar pengemban dakwah senantiasa memiliki sifat pemberani sebagaimana para nabi dan para sahabat Rasulullah SAW. Beliau menegaskan bahwa keberanian tidak akan mendekatkan kepada ajal seseorang, sebaliknya sifat penakut tidak bisa menjauhkan dari datangnya kematian.

Pada Kesempatan berikutnya Ustadz Hamim Thohari/ulama Aswaja Madiun yang asli Jember, dengan gaya khas maduranya memaparkan tentang dakwah Islam. Bahwa dakwah Islam tidak butuh ijin dari manusia, karena dakwah adalah kewajiban dari Allah Swt.

Beliau mencontohkan dakwah Nabiyullah Ibrahim tidak perlu ijin dari Namrud sebagai penguasa pada masa itu, bahkan dakwah beliau ditentang Raja Namrud. Demikian juga Nabi Musa, kalau dakwah itu perlu ijin dari Raja Firaun, beliau juga tidak bisa berdakwah. Demikian juga Rasulullah SAW, beliau tidak perlu ijin pada paman-pamannya, justru beliau mengajak kepada para pemuka – pemuka Quraish untuk beriman kepada Allah SWT. Dan kita harus bersyukur kepada Allah SWT diberi kesempatan untuk berdakwah karena merupakan aktifitas yang paling mulia seperti yang dicontohkan Para Nabi dan Rosul.

Selanjutnya beliau menegaskan dakwah kita saat ini adalah untuk melanjukan kembali kehidupan Islam dalam naungan daulah Khilafah, meski hambatan dan rintangan menghadang di depan Kita.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Ustad H Dr. Moh Amin. Musibah itu bisa datang dan terjadi kepada siapa saja yang bermaksiat maupun termasuk kepada umat Islam yang tidak bermaksiat, karena dilanggarnya syariat Allah di muka bumi ini. Maka penerapan syariat Allah hendaknya dilaksanakan supaya terhindar dari Azab Allah SWT. Maka kita wajib mendakwahkan penerapan syariat Islam secara kaffah supaya terhindar dari fitnah dan itu hanya bisa dilakukan dalam bingkai Khilafah Islamiyah.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh al mukarom Ustad H Sarjo, beliau menyampaikan bahwa dakwah itu perlu seorang pemberani dan terus menerus berpegang teguh dengan Sunah Nabi Muhammad SAW. Dakwah itu tidak perlu takut walaupun diancam berbagai macam ancaman,seperti halnya dakwah Nabi Musa pada masa Raja Firaun.

Ustad Ahmad Baedlowi, Penasehat FKU Aswaja Mataraman, menyampaikan bahwa apa yang terjadi saat ini, diantaranya dicabutnya ijin BHP ormas/Perkumpulan HTI, sebagaimana dilakukan Firaun kepada nabi Musa yang digambarkan dalam surat Al ‘Araf. Berimannya para ahli sihir di sekitar raja Firaun kepada Tuhan Semesta Alam, Tuhannya Nabi Musa dan Harun, tidak memerlukan ijin dari raja Firaun.

Pengemban Dakwah harus terus melanjutkan dakwahnya dan berpegang teguh pada keimanan dan kebenaran Islam dengan kesabaran.
Acara berlangsung hingga tengah malam, diakhiri dengan doa bersama yang penuh kekhusukan dari para alim ulama yang hadir malam itu. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *