Mudzakaroh Ulama Aswaja Banua Enam : Umat Harus Waspada Model Penjajahan Baru China

Tabalong, Kalsel, (Shautululama) – Bertempat di Majelis Insan Kamil asuhan Ustad Arbani Sabtu sore 4 Mei 2019, berlangsung acara Mudzakarah Ulama dan Tokoh Umat se kawasan Banua Enam Kalimantan Selatan.

Mudzakarah diadakan untuk mengkaji dan menyikapi masalah aktual yang sedang terjadi, yaitu ancaman penjajahan di balik kerjasama Indonesia dengan China melalui proyek One Belt One Road (OBOR).

Dalam sambutannya, shohibul bait Ustad Arbani sangat senang dan menyambut baik kedatangan para ulama dan tokoh di kediaman beliau itu. Berharap dengan semakin besarnya kepedulian para ulama atas kondisi kekinian umat islam nasib Islam dan umatnya nanti menjadi lebih baik lagi.

Dalam pemaparannya, ustadz H Luthfi Hidayat yang juga pengasuh Baitul Quran Center Rantau menjelaskan bagaimana model penjajahan baru negara komunis China dengan mega proyek ambisus mereka yakni One Belt One Road (OBOR) yang sangat membahayakan bagi ekonomi, keamanan dan nasib bangsa Indonesia.

Dalam komentarnya KH. Sulaiman Ilsa ulama dari kota Amuntai mengajak para ulama agar jangan sampai diam atas perkara yang menimpa umat islam , apalagi proyek OBOR ini membahayakan nasib umat islam. “Jangan sampai anak cucu kita nanti jadi tersisih oleh orang-orang komunis China!” kata beliau.

Senada dengan itu, ustad Marhani Umar yang juga ketua FPI Hulu Sungai Selatan menyebut jika proyek OBOR ini berhasil mereka jalankan maka tidak menutup kemungkinan akan ada sesuatu yang lebih besar lagi akan terjadi di negeri ini setelahnya, maka harus kita tolak sebelum terjadi. “Satu satunya solusi yang mampu menghentikan kejahatan dan penjajahan seperti itu hanya dengan Syariah Islam dan dengan sistem pemerintahannya yaitu Khilafah,” tegas beliau.

Sedangkan Ustadz Ali Rahman ulama muda dari Barabai menyampaikan bahwa kita sebagai muslim harus yakin bahwa agama kita Islam adalah kamil atau sempurna dan kaffah, jadi syariah islam itu mampu menyelesaikan semua masalah ini. Allah juga melarang orang orang kafir menguasai orang mukmin sebagaimana firmanNya dalam surah An Nisa ayat 141. “Sehingga dengan Syariah dan Khilafah kita akan mampu menjadi umat yang terdepan dan maju tanpa didikte oleh orang orang kafir,” simpulnya.

Acara ditutup dengan pernyataan sikap bersama para ulama dan Tokoh Banua Enam menolak model penjajahan negara komunis China lewat Proyek OBOR yang dibacakan Ustad Abdul Haris .

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *