Mudzakarah Ulama Rengasdengklok – Karawang: Khilafah yang Akan Datang Khilafah yang Hakiki 

Karawang (shautululama.com) – Ahad 1 April 2018, AMPUH (Aliansi Muslim Peduli Umat) menggelar Mudzakkarah Ulama dengan tema Kepemimpinan dalam Islam. Pada acara ini, Khilafah Islamiyah menjadi bahan diskusi bagi para peserta.

Salah satu peserta Ustad Kasdi (aktivis ikhwanul muslimin Rengasdengklok) menanyakan Bagaimana solusi syari menghadapi Kondisi rusak ini ?

Pemateri, Kyai Ahmad Zaenuddin, mengutip Maqolah Imam Malik
“Umat akhir zaman tidak akan baik dan tidak pernah baik, kecuali dengan cara kembali ke umat generasi terbaik”.

Generasi terbaik hanya dapat dibentuk dengan tata cara Rasulallah SAW membentuk generasi.

Kalau kita menelaah sirah Rasulallah SAW maka akan kita dapatkan 3 tahapan tersebut, yaitu Pembinaan, Interaksi dengan masyarakat, kemudian meraih kekuasaan dimana di dalamnya ada ulama sebagai bagian dari ahlul quwwah yang menerima dan melindungi dakwah.

Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Ustad Jajang Hidayat (mantan anggota DPRD Karawang) tentang tatacara tahapan meraih kekuasaan (kepemimpinan islam)

Pertanyaan selanjutnya dari KH Yayan Sofyan Tsauri (Pimpinan Mahad Haqqul yaqin Jayakerta) tentang hadist, tidak ada khalifah setelah 30 tahun yang ada imamah qubro, dan apakah khilafah masa datang yang dimaksud adalah khalifah majazi atau haqiqi ?

Pemateri menjawab dengan Mengutip hadits tentang kembalinya Khilafah

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ: كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ، فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ، فَقَالَ: يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي الْأُمَرَاءِ ؟ فَقَالَ حُذَيْفَةُ: أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ، فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ، فَقَالَ حُذَيْفَةُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا ، فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ نُبُوَّةٍ ” ثُمَّ سَكَتَ. رواه أحمد

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, –Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi saw. Lalu, datanglah Abu Tsa’labah al-Khusyaniy seraya berkata, “Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin?
Hudzaifah menjawab, “Saya hafal khuthbah Nabi saw.” Hudzaifah berkata, “Nabi saw bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa kekuasaan menggigit (yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa rezim diktator (represif); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam” (HR. Imam Ahmad)

Dalam penjelasannya bahwa Khilafah yang akan datang adalah khilafah hakiki sebagaimana khilafah setelah masa kenabian.

KH Sufyani Fahmi (Pimpinan PP Mursyidul Fallah – Kampung Sawah) mengajak para Ulama untuk berjuang menegakan Khilafah karena ini perkara penting yang telah dijanjikan Rasullah SAW dan sebagai solusi atas problematika ini.

Sementara, KH Yayan Sofyan Tsauri (PP Haqqul Yaqin – Jaya Kerta) memaparkan bahwa masyarakat ini seperti di dalam kapal pesiar, ada nahkoda, penumpang, dan lain sebagainya, tetapi mereka satu tujuan tidak saling mendengki sehingga kapal yang mereka tumpangi itu selamat sampai tujuan, jangan sampai berbeda pilihan menjadikan tenggelamnya kapal.

Fardu kifayah menegakan pemimpin dengan syarat Islam, baligh, berakal, merdeka, adil. Siapapun pemimpinnya, apapun pilihannya, asal syarat-syarat tersebut terpenuhi. Sehingga kefarduan tersebut gugur, jangan sampai berbeda pilihan menjadikan perpecahan di tubuh umat ini.

Alhamdulillah acara berjalan lancar dan penuh khidmat dengan suasana ukhuwah sampai pukul 11.30 WIB ditutup dengan Doa oleh KH Yayan Sofyan Tsauri.
[AS]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

MARI MENJADI JURKAM KHILAFAH! SERUAN ULAMA AHLUSSUNAH WAL JAMAA’AH WILAYAH TAPAL KUDA

Pasuruan (shautululama.com)– Ahad (8/7/2018) suasana hangat bersilaturahmi Syawal 1439 H di Gus Rohibni, Pengasuh Madrasah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *