Mudzakarah Ulama Forum Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah DKI Jakarta, Terlarangnya Mendatangi Penguasa

Jakarta, (shautululama.com) -Alhamdulillah Ahad, 6 Mei 2018 sejak pagi hingga dhuhur, telah berlangsung Mudzakarah Ulama bertempat di Mahad Darul Muwahhid, Srengseng. Jakarta. Acara ini dilaksanakan oleh Forum Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, dengan Tajuk Halaqah Kubro, Membahas Kitab Riwayat Ulama Besar Tentang Terlarangnya Mendatangi Penguasa, karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi.

Para Ulama, asatidz dan santri hadir dalam agenda tersebut dengan penuh khusu’ mendengarkan pembahasan kitab yang disampaikan oleh Ustad Syaefudin Zuhri.

Shohibul bait, Mudir Ma’had Darul Muwahhid, KH.Shoffar Mawardi, dalam sambutannya menyampaikan:
*Pertama* menekankan keterikatan terhadap perintah Allah SWT sebagaimana yang ada dalam Al Qur’an tidak boleh dipilih yang meng’enak’an kita. Beliau contohkan ayat puasa dijalankan dengan kuat, sementara ayat terkait pelaksaan hukum qishos tidak dijalankan. Semua perintah Allah SWT wajib dilaksanakan.

*Kedua*, harus ada yang melaksanakan hukum sekaligus menjaga hukum, dalam Islam adalah Khilafah.

*Ketiga*, dalam diri seorang muslim perlu niat kuat walaupun nantinya mungkin belum/tidak tetwujud. Dicontoh pergi haji walapun kuota terbatas dan menunggu waktu yg lama. Begitu pula tegaknya kekhilafahan, butuh waktu.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Forum Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang diwakili oleh Ust Khaerul Anwar, selaku Mudir Ma’had Darul Ilmi, Petir, Cipondoh, Tangerang,

Dalam sambutannya beliau menyampaikan: “Saya mohon dukungan ulama terhadap perjuangan syariah dan khilafah. Juga permohonan kepada para ulama saatnya “turun gunung” memimpin umat menuju perubahan Islam”.

Selain itu, beliau menyampaikan undangan kapada para ulama untuk menghadiri sidang PTUN untuk membela HTI yang dizalimi rezim. Padahal HTI memperjuangkan khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

Pada acara inti, yaitu pembahasan beberapa hadits, atsar ulama dan juga syarah dalam kitab *”Maa Rowahul Asaatin, Fii Adamil Mujii ila Salaatiin “(Riwayat Ulama Besar, tentang terlarangnya Mendatangi Penguasa)* oleh Ust Syaefudin Zuhri.

Dalam pembahasan kitab tersebut beliau sampaikan syarah kitab terkait pembagian 3 macam Ulama, yaitu: Pertama ulama yang mendatangi Penguasa, dan ulama jenis ini tidak selamat. Kedua: Ulama yang didatangi penguasa, dan ulama jenis inipun tidak selamat. Ketiga: Ulama yang menjauhi dan tidak mendekati pintu pintu penguasa, dan inilah yang selamat.

Setelah pembahasan kitab, agenda dilanjutkan dengan Kalimah minal Ulama, yang disampaikan oleh Ust Bagi Gunawan, S.P.dI. dan Ust Nur Alam. Beliau berdua menyatakan dukungan terhadap perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *