Mudzakarah Ulama Diponegaran : Tolak Rencana Jahat berkedok investasi OBOR

Bantul, (Shautululama) – Mudzakarah Ulama Diponegaran terlaksana di Bantul dengan mengangkat isue “Mewaspadai Penjajahan Gaya Baru, dengan Kedok Investasi Proyek One Belt One Road (OBOR)”. Pada Jumat, 3 Mei 2019/27 Sya’ban 1440 H di Pondok Ngaji Al Iman, Bantul dihadiri para ulama, ustadz dan mubaligh. Peserta datang dari wilayah sekitar Gua Selarong, sekitar Bantul Barat, Yogyakarta, yang pada masa lalu pernah menjadi markas pusat komando Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda.

Acara berlangsung dengan MC Ust. Kang Bagus Sajiwo berjalan penuh khitmad diawali dengan Pembacaan Ratib Al Hadad yang dipimpin Ust. Anang Ma’ruf Marwanto, selaku sohibul bait. Beliau menyampaikan bahwa Ulama adalah orang yang paling takut dengan Allah, dan hal itu diwujudkan dalam bentuk menjaga umat agar jangan sampai tersesat dan celaka, sebagaimana pernah dicontohkan oleh Pangeran Diponegoro, dengan keimanannya memancar spirit anti kedzoliman, anti penindasan/penjajahan, anti ketidakadilan, pelecehan terhadap agama, penegak syariat dan juga Khalifatullah Panatagama, sebagai implementasi khilafah sebagai ajaran islam. Maka Mudzakarah ulama Diponegaran ini juga melanjutkan spirit tersebut dengan landasan keimanan untuk mengingatkan umat dan penguasa akan bahaya dari penjajahan gaya baru dengan jebakan proyek investasi OBOR.

Dilanjutkan Aqwal ulama Ust. Lukman Al Hakim (Mubaligh dari Kecamatan Kasihan Bantul) mendapat kesempatan pertama, ”Tidak ada makan siang gratis, istilah ini tentu menjadi kewaspadaan umat. Investasi dengan kucuran dana sekitar Rp. 1.288 T untuk membangun fasilitas vital seperti pelabuhan, jalan tol dan eksploitasi sumberdaya alam strategis seperti perikanan. One Belt One Road yang melewati jalur strategis sepanjang selat Malaka tentu sangat berbahaya bagi kedaulatan negara, karena bisa menjadi jeratan hutang yang menyengsarakan rakyat”

Aqwal ulama kedua disampaikan oleh Ust. Kusnadi (Pengasuh Majelis Kumandang Dakwah Yogyakarta). “Pemerintah Cina punya ambisi besar untuk menjadi negara adidaya dengan memacu dibidang ekonomi dan salah satu cara nya dengan proyek OBOR. Dengan membuat jalur lintas Asia, Afrika dan Eropa. Indonesia juga menjadi target dikuasainya SDA dan masuknya tenaga kerja Cina. Oleh karena itu kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menolak proyek OBOR ini. Dan mendorong kepada penguasa agar di negeri ini diatur dengan syariat Islam“, papar beliau.

Aqwal ulama ketiga disampaikan oleh Ust. Shofi Amhar (Pengasuh Majelis Qomara Sedayu). “Apabila melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, jika tak mampu ubahlah dengan lisanmu, jika tak mampu juga maka hatimu tetap tergerak untuk menolaknya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Setidaknya sebagai ulama, maka ia bisa menggunakan lisannya untuk menolak pelanggaran terhadap syariat Allah, maka wahai para ulama tunjukkan posisimu, apakah termasuk golongan yang justru mendukung penjajahan berkedok investasi, atau diam membiarkan hal tersebut terjadi, ataukah menjadi golongan yang bersuara lantang untuk menolaknya! pastikan hujahmu nanti dihadapan Allah “, dengan tegas beliau sampaikan.

Aqwal ulama keempat disampaikan oleh Ust. Sidiq al Bantuly (Pengasuh Pesantren Abdurahman Ali KulonProgo), “Siapa sesungguhnya yang memberikan peluang negeri ini dicengkram oleh Cina ? Tentu jawabnya bukan umat Islam, bukan pula para ulama yang ikhlas, kita bisa melihat dengan jelas yang telah memberikan jalan kepada Cina untuk menguasai kita adalah para penguasa. Padahal memberikan jalan kepada orang kafir untuk menguasai umat Islam adalah perkara yang diharamkan Allah sebagaimana termaktub dalam QS. Annisa [4] : 141. Sungguh penguasa yang demikian adalah penguasa yang telah berhianat kepada Allah, Rasul dan ummat Islam”, papar beliau.

Aqwal ulama yang terakhir sekaligus menyampaikan pernyataan Ulama Diponegaran adalah Ust. Reza Ahmad Syamaatiroh khadim Majlis Nidaaul Haqq. “Bahwa, ‘Ulama sebagai garda terdepan harus tegas menyampaikan rencana jahat dari kaum yang memerangi Islam kepada ummat salah satunya adalah Inisiasi OBOR. Tolak OBOR!!”

“Sampaikan kepada ummat, solusi diatas solusi setiap permasalahan dalam tatanan masyarakat yaitu, Khilafah. Khilafah ajaran Nabiyullah Muhammad SAW dan kita wajib ittiba’ kepada beliau. Maka, Jangan lengah..jangan lengah, Gencarkan Dakwah Tegakkan Khilafah.”, jelas beliau.

Suasana keakraban begitu terasa. Setelah doa yang dipimpin Gus Ngat (Majelis Idrak Silah Billah) acara ditutup, para peserta saling bersalaman satu dengan yang lainnya penuh dengan keakraban dan semangat untuk meneruskan perjuangan. [amar]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *