Mudzakarah Ulama Aswaja Mancak, Anyer, Cinangka Serang-Banten, Syariah Islam Harga Mati!

Serang, Banten (shautululama) – Ahad, 13 Oktober 2019 sejumlah tokoh dan ulama MCA (Mancak, Cinangka dan Anyar), Serang – Banten mengadakan acara Mudzakarah Ulama Aswaja di Majelis Baharul Ilmi Anyar, Serang – Banten.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silahturahmi serta menyikapi problematika umat terkini dan edukasi pada masyarakat bahwa kita sebagai kaum muslim harus kembali pada Syariah Allah SWT, untuk keselamatan umat Islam serta negeri ini dari bahaya laten ideologi kapitalis komunis yang senantiasa menyengsarakan dan menafikan Islam dari kehidupan. Serta fenomena kriminalisasi para ulama.

Acara berjalan penuh khidmat dan interaktif, diawali oleh Ustadz Amri Zaman yang menyampaikan malapetaka yg dahsyat sudah menimpa umat Islam saat ini dengan banyaknya kemaksiatan dan kedzaliman yang dirasakan umat ini karena tidak memahami masalah pokok Umat Islam yaitu tidak diterapkannya hukum Allah di muka bumi ini.

Berikutnya Ustadz Marfu (Ponpes Miftahul Huda) memberikan pendapatnya bahwa negeri ini sedang kacau balau karena syariah Islam dipinggirkan. Bagaimana mungkin suami dituduh memperkosa istrinya sendiri? Kan itu tidak masuk akal.

Selanjutnya Ust Syatibi (FPI Anyar) menjelaskan belakangan ini banyak manusia tidak mau tunduk pada hukum Allah. Padahal Allah SWT berfirman yang artinya siapa saja yang tidak mau berhukum dengan hukum Allah SWT maka termasuk kaum fasik, kafir. Maka siapapun pemimpinnya jika mau menerapkan hukum Allah akan membuat negara aman dan nyaman. Dan kita harus terus berjuang agar hukum Allah bisa diterapkan. Beliau juga mengajak agar umat Islam bersatu dalam naungan al-Qur’an. Al-Qur’an imam kami. Al-Qur’an pedoman kami. Al-Qur’an petunjuk kami. Al-Qur’an satukan kami.

Ustadz Munir yang merupakan Alumni 212, menyampaikan bahwan negeri ini sedang tidak kondusif. Karena para pejabat tidak peduli dengan keselamatan umat kecuali untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. Juga media-media banyak menutupi informasi bagi umat Islam, tapi umat Islam sudah cerdas dengan mendapatkan informasi lewat medsos. Termasuk isu-isu terbaru soal terorisme dsb. Beliau berharap semua ormas dapat bersatu dalam naungan Syariah Islam.

Hadir pula Ustadz Pulung mantan calon DPRD PKS yang menyampaikan bahwa tugas para Ulama dan Ustadz sekarang adalah menjelaskan pada masyarakat agar paham dengan Syariah Islam. Giat mendakwahi tetangga, keluarga agar paham.

Berikutnya Ustadz Yunus Ghazali (FPI Cinangka) menyampaikan agar perjuangan umat Islam ini berjalan bersama bersatu visi dan misinya. Karena perjuangan Islam tidak bisa sendiri-sendiri. HTI misalnya, sudah dicabut BHPnya tapi dakwah tetap berdakwah dan berjuang. Karena Allah SWT tidak melihat ormasnya tapi tujuannya. Sebab Syariah Islam itu adalah harga mati yang harus diperjuangkan di negeri ini.

Terakhir sebelum ditutup KH. Abdusalam (Ulama Anyar) menjelaskan agar umat Islam berhati-hati dengan toleransi. Karena toleransi itu bukan bukan ikut beribadah agama lain. Maka ketika Rasulullah SAW menerapkan Islam semua standar toleransinya berdasarkan syariah Islam.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *