Mudzakarah Ulama Aswaja Banjarmasin, Khilafah Solusi Tuntas Uyghur

Banjarmasin, (shautululama) – Ahad siang, 29 Desember 2019, sejumlah ulama dan asatidz menghadiri Mudzakarah Ulama Aswaja di kediaman Ustadz Ahmad Syarif di kawasan komplek Dharma Praja Banjarmasin.

Masalah aktual Dunia Islam, khususnya tragedi Muslim Uyghur di Xinjiang menjadi pokok kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hasan (Pengasuh Majelis Ta’lim Raudhatul ‘Ulum), Ustadz M. Fahmili Ibnu Hanafi (Pengasuh Majelis Ta’lim Faqqihhu Fiddin), Ustadz Ahmad Zaini (Pengasuh Majelis Ta’lim Darul Mubarok) dan Ustadz H. Hidayatul Akbar (Pengasuh Majelis Ta’lim Muslimin Muslimat Handayani Tuntunan Ilahi).

Suasana haru meliputi para peserta mudzakarah saat menyaksikan video berjudul “Tangis Sahabat Turkistan-Ku” yang ditayangkan sebelum mudzakarah dimulai. Video ini dibuat berdasarkan kesaksian 2 mahasiswi asal Uyghur yang ada di Mesir dan Turki.

Ustadz Abdul Hasan menyampaikan bahwa apa yang dialami Muslim Uyghur saat ini lantaran pemerintah Komunis China berupaya untuk menghilangkan Islam dan kaum muslim Uyghur dari wilayah Xinjiang.

“Adalah kewajiban bagi kita untuk memberikan pertolongan kepada mereka sebagaimana firman Allah: ‘wa inishtansharuukum fiddin fa’alaikumun nashru’. Jika mereka meminta pertolongan kalian dalam urusan agama maka wajib bagi kalian memberikan pertolongan,” Urai Ustadz Hasan mengutip QS Al Anfal ayat 72.

Sementara Ustadz Ahmad Zaini yang menyampaikan tausiahnya setelah tausiah Ustadz Fahmili Ibnu Hanafi mengungkapkan sejumlah fakta kejahatan dan kekejaman pemerintah Komunis China terhadap Muslim Uyghur. Seperti larangan menyimpan Al Quran, sajadah, memberi nama Islam kepada anak-anak mereka. “Jutaaan muslim Uyghur saat ini di penjara di kamp-kamp reedukasi dengan dalih menangkal radikalisme”, tambahnya.

Pembicara terakhir Ustadz H. Hidayatul Akbar, mengawali tausiahnya dengan membacakan QS Al Hujurat ayat 10 dan hadits Nabi SAW yang mengibaratkan orang-orang beriman bagaikan satu tubuh, yang jika satu anggota tubuh sakit maka akan dirasakan juga anggota tubuh yang lain.

Ia menyampaikan ada 5 D sebagai upaya konkrit menuntaskan problem dunia Islam yang digambarkan Rasulullah SAW seperti hidangan makanan yang diperebutkan banyak orang.

“D yang pertama adalah Doa. Doa dipanjatkan karena kita meyakini akan Allah memberikan pertolongan kepada kita, maka jangan lupakan doa untuk saudara kita” urainya.

D yang kedua adalah memberikan bantuan Dana jika kita memiliki kemampuan untuk itu. D yang ketiga adalah aksi Demo damai untuk membuat opini umum. D yang keempat adalah Dakwah.

“Bukan dakwah yang ditujukkan untuk perbaikan individu semata, tapi dakwah berjamaah yang menyerukan untuk D yang kelima, yaitu menegakkan Daulah Khilafah”, urainya.

Menurutnya keberadaan Khilafahlah yang akan mampu menyelamatkan dan melindungi kaum muslimin, sebagaimana pernah terjadi pada masa pemerintahan Khalifah al Mu’tashim yang memerangi Romawi lantaran penistaan yang dilakukan seorang tentara Romawi terhadap seorang wanita muslimah di kota Amuriah.

“Demi kekerabatanku dengan Rasulullah, aku tidak akan habiskan minuman ini hingga aku memerangi Romawi dan menyelamatkan wanita itu,” demikian sikap tegas al Mu’tashim ketika sampai berita permintaan tolong wanita itu kepadanya, saat ia memegang gelas minumannya.

“Rasulullah SAW mengibaratkan pemimpin laksana perisai yang orang berperang di baliknya dan berlindung dengannya, ” demikian ustadz Hidayat mengutip hadis Nabi SAW setelah menceritakan peristiwa penting dalam sejarah itu.

“Maka Khilafah dan jihadlah yang akan membebaskan kaum muslim yang tertindas! ” pungkasnya.

Acara ini diakhiri dengan doa yang dipanjatkan Ustadz Baihaki al Munawwar, Pengasuh Majlis Taklim Nidaul Khair dan sejumlah majlis taklim lainnya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *