Menyongsong Datangnya Nasrullah

Banten, (shauatululama) – Menutup acara Forum Politik Ulama Aswaja Banten, KH. Yasin Muthohhar mengawali motivasinya dengan QS. Hud : 41-42 Allah SWT berfirman :

۞ وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Nuh -‘alaihissalām- berkata kepada keluarganya dan kaumnya yang beriman, “Naiklah kalian ke dalam kapal. Dengan nama Allah-lah kapal ini berlayar. Dan dengan nama Allah pula kapal ini berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-hamba-Nya yang bertobat lagi Maha Penyayang kepada mereka. Salah satu bentuk kasih sayang-Nya kepada orang-orang mukmin ialah Dia menyelamatkan mereka dari kebinasaan.

وَ ہِیَ تَجۡرِیۡ بِہِمۡ فِیۡ مَوۡجٍ کَالۡجِبَالِ ۟ وَ نَادٰی نُوۡحُۨ ابۡنَہٗ وَ کَانَ فِیۡ مَعۡزِلٍ یّٰـبُنَیَّ ارۡکَبۡ مَّعَنَا وَ لَا تَکُنۡ مَّعَ الۡکٰفِرِیۡنَ

Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”

قَالَ سَاٰوِیۡۤ اِلٰی جَبَلٍ یَّعۡصِمُنِیۡ مِنَ الۡمَآءِ ؕ قَالَ لَا عَاصِمَ الۡیَوۡمَ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰہِ اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ ۚ وَ حَالَ بَیۡنَہُمَا الۡمَوۡجُ فَکَانَ مِنَ الۡمُغۡرَقِیۡنَ

Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.

Pada hari ini kita melihat banyak orang-orang mengikuti Kan’an dengan menghindari wabah Corona mengikuti kaidah kausalitas melalui penggunaan masker, social distancing bahkan menutup masjid dan memberlakukan larangan Sholat Jum’at , yang mana bahaya tersebut sebenarnya belum terlihat secara nyata. Mereka tidak mau naik ke perahu nabi Nuh, karena sangkaan mereka naik ke gunung lah yang mampu menghidari air bah. Jika dikiaskan bahwa perahu nabi Nuh itu layaknya syariah Islam justru mereka menyepelekannya. Justru dalam kondisi wabah ini kita harus mengingat dan kembali kepada Allah.

Hal ini sangatlah ironis, karena justru corona membawa pesan peringatan bahwa manusia adalah makhluk lemah, bahkan negara adidaya pun tak mampu berbuat apa-apa menghadapinya. Hal ini meyakinkan kita, bahwa sangatlah mudah bagi Allah meluluhlantakkan kekuatan yang besar menurut anggapan manusia. Sangatlah mudah menghancurkan Amerika dengan segala bentuk kepongahannya di muka bumi ini bagi Allah SWT. Corona membuktikan kedigdayaan Amerika justru menjadi tak berdaya. Hal ini ditandai dengan capaian angka jangkitan virus Corona tertinggi di dunia. Sehingga, pasca Corona ini, Allah menambahkan keyakinan pada kaum muslimin bahwa umur Amerika sebagai adidaya dunia sangatlah tipis.
Dalam surat Al-Qashas : 5-6

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ (5) وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ (6)

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi, dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.

Ayat ini berkenaan dengan kehancuran Firaun untuk kemudian Allah memenangkan Bani Israil memimpin dunia. Padahal ketika itu, kekuatan Firaun sangatlah besar dan tak tertandingi. Namun demikian, Allah berkehendak rezim Firaun runtuh dan digantikan oleh Bani Israil yang senantiasa mengalami penindasan rezim. Para petinggi Firaun dan Haman selama ini memang memiliki firasat tersebut, senantiasa khawatir akan hal itu.
Namun alih-alih mereka bertobat kepada Allah justru makin keras penindasannya terhadap Bani Israil.

Jika kita bandingkan dengan saat ini, bagaimana Amerika dan Eropa yang Kafir sangat mengkhawatirkan kejayaan Islam dengan kembalinya Khilafah Islam yang akan menggulung kekuasaan mereka. Hari ini bersama Corona, justru kekhawatiran mereka semakin terlihat. Corona mengantarkan kejatuhan mereka dan kabar bahagia bagi kaum muslimin. Sehingga saat ini adalah momen yang tepat bagi para ulama, kaum muslimin untuk bersiap-siap menyongsong pertolongan Allah untuk kembali memimpin dunia dengan Khilafah Islamiyah. Karenanya, umat Islam sangat meyakini pertolongan Allah akan segera datang dan kabar gembira ini harus disebarluaskan kepada umat Islam.

Perjuangan kaum muslimin saat ini berada dalam suasana puncak. Wabah pandemi Corona ini akan mendatangkan berkah bagi kaum muslimin, yaitu datangnya pertolongan Allah SWT dengan tegaknya Khilafah Islamiyah sesuai dengan janji Allah SWT.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …