Mengikuti Jejak Rasul adalah Satu-Satunya Jalan Selamat

Nganjuk, jatim (shautululama) – Lereng Guwung Wilis, Jumat 10 Januari 2020. Alhamdulillah meski hujan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dan musibah silih berganti, umat Islam khususnya Majelis Shofwatul Akhyar masih tetap istiqomah menghadiri kajian kitab _Minakhussaniyah_ karya Syaikh Abdul Wahab Sya’roni bertempat di Ndalem Kyai J. Abdul Fatah yang penuh barokah.

Puluhan jamaah yang kebanyakan muhibbiin dan santri beliau menyimak dengan seksama
materi yang disampaikan langsung oleh shohibul ilmi al mukarom Kyai Abdul Fattah begitu bermakna sehingga jamaah yang hadir larut dalam pemaknaan kitab yang terkenal dengan bahasan yang mendalam ini.

Beliau mensyarah muqodimah yang diawali dengan basmallah yang mengandung makna bahwa pujian itu terbagi menjadi empat hal, _yakni_ pujian manusia kepada Allah, pujian manusia kepada manusia, pujian Allah kepada manusia, dan pujian manusia kepada dirinya sendiri. Tidak ada yang layak mendapat pujian secara hakiki melainkan hanya pujian kepada Allah saja.

Ketika manusia melakukan kebaikan masih mengharap pujian dari makhluk maka batal pahala kebaikan yang akan dia terima, dan sifat ujub inilah yang menjadi pangkal dari segala dosa, maka dari itu menjaga niat hanya karena Allah saja sangatlah penting. Ketika manusia telah sampai pada derajat ikhlas maka dia telah sampai kepada derajat arif billah, menyandarkan segala sesuatu dan memberikan pujian secara hakiki hanya kepada Allah semata.

Sedangkan sifat _arrohman_ adalah sifat kemurahan Allah di dunia ini kepada seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini, baik mereka yang taat kepada Allah maupun yang maksiyat bahkan ingkar, semua akan tetap mendapat perhatian dan jatah yang sama dari Allah. Sifat ini berlaku ketika makhluk hidup di dunia seperti halnya rizki berupa materi maupun non materi, oksigen, segala yang ada di langit dan di bumi

Sedangkan sifat _arrohim_ adalah sifat yang dimiliki Allah yang diperuntukkan bagi makhluk yang beriman dan bertakwa kepadaNya, yakni hidayah Islam, nikmatnya Islam, sifat qonaah, kuat menahan ujian dan sebagainya

Selanjutnya dalam pemaknaan syahadat tauhid dan syahadat rasul beliau juga mensyarah bahwa ketika makhluk telah bersaksi dan mengakui bahwa Allah adalah satu satunya Dzat yang paling layak disembah dan diibadahi, tak ada yang serupa baik sifat maupun Dzatnya, maka seorang manusia tak boleh dan tak layak menyembah selain Allah. Manusia tidak boleh mengikuti nafsunya dan nafsu orang lain, harus tunduk dan patuh secara sempurna hanya kepada Allah saja.

Sedangkan syahadat Rasul adalah pengakuan secara sadar bahwa ada makhluk Allah yang mendapat kemuliaan dari Allah yakni menyandang gelar abdi Allah, sekaligus sebagai utusan yang menyampaikan firman-firman Allah kepada manusia. Maka mengikuti jejak sang Rasul adalah jalan yang paling selamat baik di kehidupan dunia hingga kehidupan kelak di akhirat yang kekal.

Kajian yang penuh makrifat ini kemudian diakhiri dengan doa kafarotul majelis dan disambung ramah ramah. Gusti Allah sudah memberi kita aqidah, syariah dan akhlaq sebagai jalan menuju kebahagiaan hambanya di dunia dan akhirat. Syariah wajib dijalankan. Syariah adalah jalan kebenaran. Dijalankan oleh negara untuk melayani rakyatnya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *