MEMURNIKAN ISLAM DENGAN MENENGGELAMKAN PEMIMPIN ANTI-ISLAM

Bandar Lampung, (shautululama) – Komunitas Pemburu Shubuh Bandar Lampung menggelar acara “Kuliah Shubuh” dengan tema “Dahsyatnya Hari Kiamat” dilaksanakan pada Ba’da Shubuh pukul 05.00 bertempat di – Masjid Al Wutsqo, Way Halim, Bandar lampung, Ahad (27/1/2019) bersama Kyai Bustomi Al-Jawy.

“Kita tidak cukup hanya beribadah yang fadhilahnya besar saja, seperti sholat shubuh, akan tetapi kita beribadah dengan ibadah yang bisa menyelamatkan kita selamat dari hari Kiamat kelak”, ujar Kyai Bustomi membuka acara kuliah shubuh ini.

Sehingga, setiap perilaku yang berorientasi pada nasib pada hari kiamat, merupakan perilaku yang visioner.

“nah jika hanya sekedar 2019 ganti atau tetap, itu merupakan cita-cita yang dangkal banget”, tegas beliau.

Beliau juga memaparkan bahwa salah satu golongan yang dilindungi Allah dari dahsyatnya hari Kiamat adalah pemimpin yang adil.

“Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang mengundang-undangkan dan melaksanakan hukumnya Allah SWT”, lanjut beliau.

Kebalikannya pemimpin adil adalah pemimpin yang dzalim.

“Pemimpin dzalim akan lebih dulu ditenggelamkan oleh Allah dengan keringatnya sendiri”, jelas beliau.

Orang yang waras setiap aktifitas hidupnya hanya untuk Allah saja sehingga tidak mungkin orang yang berakal akan mendukung pemimpin yang dzalim.

Lebih lanjut beliau juga mengatakan bahwa orang berakal akan mampu mengurai jawaban dari tiga pertanyaan.

Pertama, dari mana kita berasal; kedua, untuk apa kita hidup, lalu yang ketiga adalah setelah mati kita kemana”, papar beliau.

Kyai Bustomi dengan tegas mengatakan kita itu berasal dari Allah, hidup untuk Allah, dan mati akan kembali pada Allah dengan mempertanggung jawabkan segala aktifitas kita di dunia.

“Tugas kita di dunia itu memurnikan Islam, jangan dicampur- campur seperti lisannya beriman pada Allah tetapi memilih bersyariat pada Plato”, tegas beliau.

Salah satu memurnikan islam adalah tidak memilih pemimpin yang anti syariat atau anti-Islam.

Beliau menegaskan bahwa jika ingin selamat di hari Kiamat, jangan pilih pemimpin anti-Islam.

“Jika ada pemimpin yang mau menerapkan syariat Islam, yaa dipilih, jika tidak ada yang seperti itu berarti tidak ada yang layak untuk dipilih, ” tutup beliau.

Usai dibacakan do’a, ustadz Rahmat selaku MC kuliah shubuh yang dihadiri ratusan orang ini kemudian mempersilahkan jama’ah untuk melakukan sholat Isyroq dan dilanjutkan sarapan bersama.[rr]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *